Memang itu isinya 'Revolusi Biru' itu pak Mochtar. Silakan hadir dlm acara audiensi dgn Menteri Kelautan dan Perikanan, Selasa 20 Juli jam 10.00. Wassalam, Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Mochtar Naim <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 18 Jul 2010 07:12:37 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: Mochtar Naim<[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Bls Mochtar Naim. ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 Agustus 2010. Pak Saf, dkk, Syukurlah memang dipisahkan. Tapi untuk masing-masingnya jangan mengambang, tapi fokus. Kita harus jadikan "Laut Minangkabau" antara "Tanah Tepi" (istilah orang Mentawai) dari Air Bangis ke Air Haji-Muko-muko ke kepulauan Mentawai sebagai "basin" -- tempayan -- tangkapan lauk bagi para nelayan Sumatera Barat -- di mana termasuk Mentawai -- dan sekaligus sebagai lahan berusaha bagi para nelayan Sumbar. Yang difasilitasi dengan armada-armada perikanan dan pelabuhan ikan dan cold storage dsb bukan konglomerat pri dan non-pri yang telah kaya2 juga, seperti selama ini, tetapi benar-benar masyarakat nelayan dengan anak-keturunannya yang selama ini didera oleh kemiskinan dan keterbelakangan berketurunan. Mereka tidak berusaha sendiri-sendiri tetapi dalam wadah koperasi nelayan dalam bingkai BUMNagari Pesisir berdasar ekonomi syariah-kerakyatan. Yang dihidupkan adalah ekonomi rakyat pesisir berorientasi laut yang selama ini tergilas oleh konglomerasi pengusaha-penguasa yang mengatas-namakan pembangunan nasional. Kalau ke sana fokusnya baru itu yang namanya "Revolusi Biru." Kita udah bosan mendengarkan macam-macam teori pembangunan di masa lalu yang rakyat hanya sebagai obyek -- tidak subyek -- , kembali jadi rakyat kuli, sementara yang menguasai dan menangguk keuntungan adalah kerjasama mesra atau konglomerasi antara penguasa dan pengusaha -- pri dan non-pri-- itu. Ini tantangan ke depan yang harus dicetuskan dari wadah KKM ini, Pak Saf dkk. Dan dalam rangka ini kita membuka sekolah-sekolah kejuruan kelautan dan perikanan bagi anak-anak melayan. Yang punya potensi bagus, sekolahkan mereka ke luar negeri, ke Jepang, ke Korea, ke Cina, ke negeri-negeri Skandinavia dan Eropah lainnya. Ini baru Revolusi Biru! Sasaran dekat kita adalah Cetak Biru untuk sebuah Revolusi Biru untuk diterapkan di Laut Minangkabau yang biru dan yang selama ini hanyalah igauan hiru-biru. Mari kawan-kawan di RN persekapkan bersama topik Revolusi Biru untuk diterapkan di Laut Minangkabau Biru ini. Mochtar Naim 18/07/10 --- On Sat, 7/17/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote: From: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 Agustus 2010. To: "Mochtar NAIM" <[email protected]> Date: Saturday, July 17, 2010, 7:55 AM Pak Mochtar, acara Revolusi Biru tg 7, Kebencanaan tg 8. Pembicaranya beda. Jadi sdh fokus. Yg sama adalah 'host'-nya, sdr Nurmatias. SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Mochtar Naim <[email protected]> Date: Sat, 17 Jul 2010 22:22:50 +0800 (SGT) To: Martono YUWONO<[email protected]>; Dr.Saafroedin BAHAR<[email protected]> Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN<[email protected]>; Farhan Muin DATUK BAGINDO<[email protected]>; Amri AZIZ<[email protected]>; Zulhendri CHANIAGO<[email protected]>; Armen Zulkarnain<[email protected]>; Muhardi Rajab<[email protected]>; H.Julius Datuk Malako nan Putiah<[email protected]> Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 Agustus 2010. Pak Saf, Sebuah inisitatif yang bagus. Tapi pisahkan. Jangan dicampur Revolusi Biru dengan Kebencanaan. Obyeknya berbeda dan cara penanganannya juga berbeda. Kebencanaan tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga di darat, karena daerah kita dilalui oleh patahan-patahan, baik di laut maupun di darat. Wacana Revolusi Biru mesti langsung dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat nelayan dalam rangka menumbuhkan kekuatan di laut berbasiskan ekonomi kerakyatan. Topik-topik yang tidak relevan singkirkan dulu. Fokus! Jangan mengambang! Jangan sekali-kali mengabaikan peranan potensial Mentawai, seperti keasalahan fatal yang telah kita lakukan sebelumnya dengan dikurasnya habis-habisan hutan di Mentawai. Yaitu dengan mendatangkan para kapitalis dari Eropah dan Cina. Mochtar Naim 17/07/10 --- On Fri, 7/16/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Subject: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 Agustus 2010. To: "Martono YUWONO" <[email protected]> Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "Mochtar Naim" <[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, "Amri AZIZ" <[email protected]>, "Zulhendri CHANIAGO" <[email protected]>, "Armen Zulkarnain" <[email protected]>, "Muhardi Rajab" <[email protected]>, "H.Julius Datuk Malako nan Putiah" <[email protected]> Date: Friday, July 16, 2010, 8:46 PM Pak Martono, Terlampir saya kirimkan proposal yang saya terima dari BPSNT yang akan menjadi tuan rumah dalam acara sosialsisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan yang akan diadakan di Aula Lantamal di Teluk Bayur, Padang. Khusus untuk sosialisasi Revolusi Biru diadakan tanggal 7 Agustus. Bung Pontjo akan hadir, yang mungkin akan datang dengan pesawat Garuda paling pagi, jam 06.30 dari Jakarta, dan kembali hari itu juga. Mungkin baik jika pak Martomo bersamaan berangkat dengan beliau.. Dalam Proposal ini juga ada diajukan anggaran, yang diharapkan sebagian dapat kita dukung. Hal ini perlu mengingat keadaan ekonomi Sumatera Barat pasca gempa besar tanggal 30 September 2009 belum seluruhnya pulih. Secara berkebetulan, pengurus Gebu Minang akan diterima Menteri Fadel Muhammad hari Selasa tanggal 20 Juli mendatang. Akan saya usulkan kepada Ketua Panitya Penyelenggara Kongres Kebudayaan Minangkabau untuk membicarakan masalah anggaran ini. Dapat saya sampaikan bahwa tema maritim/kelautan ini akan merupakan salah satu tema dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau, yang diharapkan akan dapat memberi peluang kepada masyarakat pesisir serta kepada kaum muda Minangkabau pada umumny. Wassalam, Saafroedin Bahar (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
