Uda Saaf, dimana tampek acara tu? Ambo baminat hadir. On 7/18/10, Mochtar Naim <[email protected]> wrote: > > Pak Saf, dkk, > > Syukurlah memang dipisahkan. Tapi untuk masing-masingnya jangan mengambang, > tapi fokus. > Kita harus jadikan "Laut Minangkabau" antara "Tanah Tepi" (istilah orang > Mentawai) dari Air Bangis ke Air Haji-Muko-muko ke kepulauan Mentawai > sebagai "basin" -- tempayan -- tangkapan lauk bagi para nelayan Sumatera > Barat -- di mana termasuk Mentawai -- dan sekaligus sebagai lahan berusaha > bagi para nelayan Sumbar. > > Yang difasilitasi dengan armada-armada perikanan dan pelabuhan ikan dan cold > storage dsb bukan konglomerat pri dan non-pri yang telah kaya2 juga, seperti > selama ini, tetapi benar-benar masyarakat nelayan dengan anak-keturunannya > yang selama ini didera oleh kemiskinan dan keterbelakangan berketurunan. > > Mereka tidak berusaha sendiri-sendiri tetapi dalam wadah koperasi nelayan > dalam bingkai BUMNagari Pesisir berdasar ekonomi syariah-kerakyatan. Yang > dihidupkan adalah ekonomi rakyat pesisir berorientasi laut yang selama ini > tergilas oleh konglomerasi pengusaha-penguasa yang mengatas-namakan > pembangunan nasional. > > Kalau ke sana fokusnya baru itu yang namanya "Revolusi Biru." Kita udah > bosan mendengarkan macam-macam teori pembangunan di masa lalu yang rakyat > hanya sebagai obyek -- tidak subyek -- , kembali jadi rakyat kuli, sementara > yang menguasai dan menangguk keuntungan adalah kerjasama mesra atau > konglomerasi antara penguasa dan pengusaha -- pri dan non-pri-- itu. > > Ini tantangan ke depan yang harus dicetuskan dari wadah KKM ini, Pak Saf > dkk. Dan dalam rangka ini kita membuka sekolah-sekolah kejuruan kelautan dan > perikanan bagi anak-anak melayan. Yang punya potensi bagus, sekolahkan > mereka ke luar negeri, ke Jepang, ke Korea, ke Cina, ke negeri-negeri > Skandinavia dan Eropah lainnya. > > Ini baru Revolusi Biru! Sasaran dekat kita adalah Cetak Biru untuk sebuah > Revolusi Biru untuk diterapkan di Laut Minangkabau yang biru dan yang selama > ini hanyalah igauan hiru-biru. > > Mari kawan-kawan di RN persekapkan bersama topik Revolusi Biru untuk > diterapkan di Laut Minangkabau Biru ini. > > Mochtar Naim 18/07/10 > > --- On Sat, 7/17/10, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote: > > > From: Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]> > Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal > 7-8 Agustus 2010. > To: "Mochtar NAIM" <[email protected]> > Date: Saturday, July 17, 2010, 7:55 AM > > > Pak Mochtar, acara Revolusi Biru tg 7, Kebencanaan tg 8. Pembicaranya beda. > Jadi sdh fokus. Yg sama adalah 'host'-nya, sdr Nurmatias. > SB, Lk, 73 th, Jkt. Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > From: Mochtar Naim <[email protected]> > Date: Sat, 17 Jul 2010 22:22:50 +0800 (SGT) > To: Martono YUWONO<[email protected]>; Dr.Saafroedin > BAHAR<[email protected]> > Cc: Ir. Raja Ermansyah YAMIN<[email protected]>; Farhan Muin DATUK > BAGINDO<[email protected]>; Amri AZIZ<[email protected]>; Zulhendri > CHANIAGO<[email protected]>; Armen > Zulkarnain<[email protected]>; Muhardi > Rajab<[email protected]>; H.Julius Datuk Malako nan > Putiah<[email protected]> > Subject: Re: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal > 7-8 Agustus 2010. > > > > > > > > Pak Saf, Sebuah inisitatif yang bagus. Tapi pisahkan. Jangan dicampur > Revolusi Biru dengan Kebencanaan. Obyeknya berbeda dan cara penanganannya > juga berbeda. Kebencanaan tidak hanya terjadi di laut, tetapi juga di darat, > karena daerah kita dilalui oleh patahan-patahan, baik di laut maupun di > darat. Wacana Revolusi Biru mesti langsung dikaitkan dengan pemberdayaan > masyarakat nelayan dalam rangka menumbuhkan kekuatan di laut berbasiskan > ekonomi kerakyatan. Topik-topik yang tidak relevan singkirkan dulu. Fokus! > Jangan mengambang! Jangan sekali-kali mengabaikan peranan potensial > Mentawai, seperti keasalahan fatal yang telah kita lakukan sebelumnya dengan > dikurasnya habis-habisan hutan di Mentawai. Yaitu dengan mendatangkan para > kapitalis dari Eropah dan Cina. > > Mochtar Naim 17/07/10 > > --- On Fri, 7/16/10, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote: > > > From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > Subject: ToR Sosialisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan di Padang tanggal 7-8 > Agustus 2010. > To: "Martono YUWONO" <[email protected]> > Cc: "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <[email protected]>, "Mochtar Naim" > <[email protected]>, "Farhan Muin DATUK BAGINDO" <[email protected]>, > "Amri AZIZ" <[email protected]>, "Zulhendri CHANIAGO" > <[email protected]>, "Armen Zulkarnain" <[email protected]>, > "Muhardi Rajab" <[email protected]>, "H.Julius Datuk Malako nan Putiah" > <[email protected]> > Date: Friday, July 16, 2010, 8:46 PM > > > > > > > > Pak Martono, > > > Terlampir saya kirimkan proposal yang saya terima dari BPSNT yang akan > menjadi tuan rumah dalam acara sosialsisasi Revolusi Biru dan Kebencanaan > yang akan diadakan di Aula Lantamal di Teluk Bayur, Padang. > > > Khusus untuk sosialisasi Revolusi Biru diadakan tanggal 7 Agustus. Bung > Pontjo akan hadir, yang mungkin akan datang dengan pesawat Garuda paling > pagi, jam 06.30 dari Jakarta, dan kembali hari itu juga. Mungkin baik jika > pak Martomo bersamaan berangkat dengan beliau.. > > > Dalam Proposal ini juga ada diajukan anggaran, yang diharapkan sebagian > dapat kita dukung. Hal ini perlu mengingat keadaan ekonomi Sumatera Barat > pasca gempa besar tanggal 30 September 2009 belum seluruhnya pulih. > > > Secara berkebetulan, pengurus Gebu Minang akan diterima Menteri Fadel > Muhammad hari Selasa tanggal 20 Juli mendatang. Akan saya usulkan kepada > Ketua Panitya Penyelenggara Kongres Kebudayaan Minangkabau untuk > membicarakan masalah anggaran ini. > > > Dapat saya sampaikan bahwa tema maritim/kelautan ini akan merupakan salah > satu tema dalam Kongres Kebudayaan Minangkabau, yang diharapkan akan dapat > memberi peluang kepada masyarakat pesisir serta kepada kaum muda Minangkabau > pada umumny. > > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (Laki-laki, Tanjung, masuk 73 th, Jakarta) > > > > > > > > -- > . > Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di > tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting > - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an > keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. >
-- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), gelar Bagindo, suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta, sekarang Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ "menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi" -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
