"Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5  kilogram 
per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun  ini Rp 30 ribu. 
Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti  cuma Rp 100 per hari. 
Itu 
yang kita ributkan untuk menyerang  pemerintah,"

mau diapakan lagi memang baru sebatas ini mungkin kwalitas pengelola negara ini.
masalah selera hanya dijawab dengan angka2 dan himbaun.
Ga jauh beda dengan pemimpinnya, setiap ada masalah tindakan pertamanya adalah
naik podium sambil berkata "saya KECEWA, MARAH ...dst " kemudian diteruskan 
dengan
"saya MEMINTA/MENGHIMBAU bla....bla...." tentukan dengan mimik dan gesture yang
sempurna.
sepertinya yang pantas kecewa dan marah itu rakyat bukan level kepala negara, 
untuk
tingkatan kepala negara kecewa dan marah ga perlulah diumbar kepublik cukup 
ambil
tindakan nyata yg langsung dirasakan masyarakat...


wassalam,
harman st.idris


http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/07/21/99066/Wakil-Menteri-Isyaratkan-Tidak-Pantas-Serang-Pemerintah-Pakai-Cabai



Wakil Menteri Isyaratkan Tidak Pantas Serang Pemerintah Pakai Cabai
Rabu, 21 Juli 2010, 14:37:20 WIB
Laporan: Ujang Sunda

  Jakarta, RMOL. Pemerintah  memastikan pada Agustus mendatang stok cabai 
nasional akan relatif lebih  tinggi dibanding bulan ini. Dengan demikian, harga 
cabai relatif lebih  terjaga.
 
"Kalau kita lihat, dalam dua mingu terakhir stok harian cabai kita  meningkat. 
Pada Agustus, kira-kira total penambahan kita naik 4.000 ton  dibandingkan 
dengan Juli," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna  Mukti di kantor Kemenko 
Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/7).
 
Pasokan ini, sambungnya, akan disumbang dari Jawa Timur, Sulawesi  Selatan dan 
Sulawesi Utara. Untuk saat ini saja, produksi cabai nasional  sekitar 111 ribu 
ton. Dengan penambahan tadi, bulan depan diperkirakan  produksinya mencapai 115 
ribu ton.
 
Bayu juga meminta, melonjaknya harga cabai tidak terlalu  dibesar-besarkan. 
Sebab, konsumsi cabai per hari untuk setiap orang  sangat kecil. Menurutnya, 
konsumsi cabai nasional dalam satu tahun hanya  1,2 juta ton. 


"Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5  kilogram 
per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun  ini Rp 30 ribu. 
Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti  cuma Rp 100 per hari. 
Itu 
yang kita ributkan untuk menyerang  pemerintah," tandasnya.[ald]



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke