assalamu'alaikum w.w. iya ya pak harman, sepertinya wakil menteri lupa melihat dan memperhitungkan lokasi produksi cabe, dimana yang mengkonsumsi dengan jumlah yang tinggi, bagaimana pendistribusiannya, berapa biaya angkutnya, berapa biaya upah buruhnya, berapa biaya penggilingan cabenya..dsbnya.. miris memang , kalau yang mengambil kebijakan sudah bicara seperti itu, maka rakyat teriakpun tak akan terdengar...
mungkin kita ajarkan saja pada masyarakat untuk berhemat, terpaksa mikirin untung sendiri-sendiri, dan jangan lupa ndak usah terlalu stres , nanti mudah sakit dan terpaksa berobat, sementara biaya berobat tidak pula murah.. duh indonesia. riwayatmu kini... wassalam arina --- On Thu, 22/7/10, Harman <[email protected]> wrote: From: Harman <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Wakil Menteri Tidak Pantas ngomong begini .... To: "RantauNet" <[email protected]> Date: Thursday, 22 July, 2010, 9:53 AM "Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5 kilogram per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun ini Rp 30 ribu. Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti cuma Rp 100 per hari. Itu yang kita ributkan untuk menyerang pemerintah," mau diapakan lagi memang baru sebatas ini mungkin kwalitas pengelola negara ini. masalah selera hanya dijawab dengan angka2 dan himbaun. Ga jauh beda dengan pemimpinnya, setiap ada masalah tindakan pertamanya adalah naik podium sambil berkata "saya KECEWA, MARAH ...dst " kemudian diteruskan dengan "saya MEMINTA/MENGHIMBAU bla....bla...." tentukan dengan mimik dan gesture yang sempurna. sepertinya yang pantas kecewa dan marah itu rakyat bukan level kepala negara, untuk tingkatan kepala negara kecewa dan marah ga perlulah diumbar kepublik cukup ambil tindakan nyata yg langsung dirasakan masyarakat... wassalam, harman st.idris http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/07/21/99066/Wakil-Menteri-Isyaratkan-Tidak-Pantas-Serang-Pemerintah-Pakai-Cabai Wakil Menteri Isyaratkan Tidak Pantas Serang Pemerintah Pakai Cabai Rabu, 21 Juli 2010, 14:37:20 WIB Laporan: Ujang Sunda Jakarta, RMOL. Pemerintah memastikan pada Agustus mendatang stok cabai nasional akan relatif lebih tinggi dibanding bulan ini. Dengan demikian, harga cabai relatif lebih terjaga. "Kalau kita lihat, dalam dua mingu terakhir stok harian cabai kita meningkat. Pada Agustus, kira-kira total penambahan kita naik 4.000 ton dibandingkan dengan Juli," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Mukti di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/7). Pasokan ini, sambungnya, akan disumbang dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Untuk saat ini saja, produksi cabai nasional sekitar 111 ribu ton. Dengan penambahan tadi, bulan depan diperkirakan produksinya mencapai 115 ribu ton. Bayu juga meminta, melonjaknya harga cabai tidak terlalu dibesar-besarkan. Sebab, konsumsi cabai per hari untuk setiap orang sangat kecil. Menurutnya, konsumsi cabai nasional dalam satu tahun hanya 1,2 juta ton. "Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5 kilogram per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun ini Rp 30 ribu. Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti cuma Rp 100 per hari. Itu yang kita ributkan untuk menyerang pemerintah," tandasnya.[ald] -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
