Saya setuju bahwasanya sejak pemerintahan SBY, perlakuan Pemerintah 
sewenang-wenang terutama kepada masyarakat. Oleh karena itulah, sejak Indonesia 
merdeka, maka baru tahun 2004 terasa secara beruntun timbul bencana alam. Mulai 
dari tsunami Aceh dan bencana lainnya hingga sekarang tidak berhenti menerpa 
Indonesia. Dan yang lebih menarik lagi adalah perlakukan penguasa kini, 
diantaranya: (1)penunjukkan pejabat negara yang seenaknya terutama pembentukan 
kabinet dengan mengangkat orang yang tidak atau belum pantas, yang penting 
aman...., (2)tidak terusiknya masalah koropsi besar yang jelas-jelas merugikan 
negara karena melibatkan orang berpengaruh dinegeri ini (kasus senturi, kasus 
BNI/ Miranda Gultom, dan sebagainya), (3)seenaknya menaikkan pajak rakyat 
termasuk biaya transportasi/listrik dan sebagainya menujnukkan Pemerintah sama 
sekali tidak ada keberpihakan dengan rakyat, (4)menghapus subsidi BBM yang 
notabene milik rakyat, dan yang terpenting lagi
 (5)lingkungan pejabat kini hidup dalam kemewahaan.
 
Mau dikemanakan negeri ini, wassalam.
 
Dr.Ir. Herman Moechtar

--- On Thu, 7/22/10, Harman <[email protected]> wrote:


From: Harman <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Wakil Menteri Tidak Pantas ngomong begini ....
To: "RantauNet" <[email protected]>
Date: Thursday, July 22, 2010, 2:53 AM






"Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5 kilogram 
per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun ini Rp 30 ribu. 
Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti cuma Rp 100 per hari. Itu 
yang kita ributkan untuk menyerang pemerintah,"

mau diapakan lagi memang baru sebatas ini mungkin kwalitas pengelola negara ini.
masalah selera hanya dijawab dengan angka2 dan himbaun.
Ga jauh beda dengan pemimpinnya, setiap ada masalah tindakan pertamanya adalah
naik podium sambil berkata "saya KECEWA, MARAH ...dst " kemudian diteruskan 
dengan
"saya MEMINTA/MENGHIMBAU bla....bla...." tentukan dengan mimik dan gesture yang
sempurna.
sepertinya yang pantas kecewa dan marah itu rakyat bukan level kepala negara, 
untuk
tingkatan kepala negara kecewa dan marah ga perlulah diumbar kepublik cukup 
ambil
tindakan nyata yg langsung dirasakan masyarakat...


wassalam,
harman st.idris


http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/07/21/99066/Wakil-Menteri-Isyaratkan-Tidak-Pantas-Serang-Pemerintah-Pakai-Cabai


Wakil Menteri Isyaratkan Tidak Pantas Serang Pemerintah Pakai Cabai
Rabu, 21 Juli 2010, 14:37:20 WIB
Laporan: Ujang Sunda






Jakarta, RMOL. Pemerintah memastikan pada Agustus mendatang stok cabai nasional 
akan relatif lebih tinggi dibanding bulan ini. Dengan demikian, harga cabai 
relatif lebih terjaga.
 
"Kalau kita lihat, dalam dua mingu terakhir stok harian cabai kita meningkat. 
Pada Agustus, kira-kira total penambahan kita naik 4.000 ton dibandingkan 
dengan Juli," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisna Mukti di kantor Kemenko 
Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (21/7).
 
Pasokan ini, sambungnya, akan disumbang dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan 
Sulawesi Utara. Untuk saat ini saja, produksi cabai nasional sekitar 111 ribu 
ton. Dengan penambahan tadi, bulan depan diperkirakan produksinya mencapai 115 
ribu ton.
 
Bayu juga meminta, melonjaknya harga cabai tidak terlalu dibesar-besarkan. 
Sebab, konsumsi cabai per hari untuk setiap orang sangat kecil. Menurutnya, 
konsumsi cabai nasional dalam satu tahun hanya 1,2 juta ton. 

"Kalau dibagi 250 juta penduduk Indonesia, itu berarti satu orang 0,5 kilogram 
per tahun. Katakanlah harga cabai Rp 60 ribu, jadi satu tahun ini Rp 30 ribu. 
Kalau dibagi 300 hari per tahun makan sambal, berarti cuma Rp 100 per hari. Itu 
yang kita ributkan untuk menyerang pemerintah," tandasnya.[ald]


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke