Jumat, 23 Juli 2010 DI BALIK KEMISKINAN MAIDA SOLFIATI : Meski PMDK, Tiana Gagal Kuliah AFRIZAL AMIR
SOLOK SELATAN - Derita Maida Solfianti anak miskin dari Solok Selatan, sekaligus menguak kegagalan sebelumnya yang dialami kakak sepupunya, Tiana Yanesra. Tiana pada 2007 diterima di Unand lewat jalur PMDK, namun karena ketiadaan biaya tak bisa kuliah. Tiana Yanesra anak dari Gustiar (ayah) Yumliatif (ibu) adalah kakak ibu Maidia, kakak sepupunya itu dinyatakan diterima melalui jalur PMDK 2007. Namun karena waktu itu tak ditemukan solusi mengatasi biaya, peluang emas itu tak bisa dipenuhi. Sebagaimana ditururkan Yumliatif ibu Tiana Yanesra kepada Singgalang, kemarin, "ini yang kedua kali dalam keluarga kami yang berhasil menembus kuliah di perguruan tinggi ternama di Sumbar," Sewaktu Tiana dulu, mereka pasrah saja, tidak seperti Maidia sekarang. "Kemiskinanlah yang membuat kami tidak mampu menguliahkan anak. Jalan yang akan kami tempuh waktu itupun tak tau, kelam. Terpaksalah anak kami itu mencari kerja ke Padang. Sekarang Tiana sudah bekerja di PT Raturi Marino," kata Yumliatif. Dia berharap, seperti juga harapan orangtua lainnya, semoga Maidia dapat melanjutkan pendidikan di Unand, tanpa kendala yang berarti. Ini tidak berlebihan, dengan harapan keberhasilan Maidia diharapkan keluarga bisa berhasil mencapai kesejahteraan keluarga. Tentang Maida Solfianti Akan halnya Maida Solfiati sementara ini bolehlah berlega hati. Ia sudah mendaftar di Fakultas Pertanian Unand berkat bantuan dermawan, baik yang dikumpulkan di Solok Selatan maupun sumbangan yang diperoleh melalui Harian Singgalang. Seperti diberitakan sebelumnya, Maida tamatan SMA 1 Solok Selatan, lulus SNMPTN di Fakultas Pertanian Unand. Karena tak punya uang Maida menjajakan daftar sumbangan atas rekomendasi Dinas Pendidikan Solsel. Dari uang sumbangan yang terkumpul itulah yang mendaftar ke ke Unand. Simpati untuk Maida terus mengalir, seorang karyawati Unand, Kamis siang kemarin menelepon Redaksi Singgalang menawarkan, jika Maida mau, ia bersedia menampung tinggal di rumahnya sampai Maida tamat kuliah dengan catatan kebutuhan makan, minum dan tinggal disediakan. Trianda Farhan Satria Anggota DPRD dari PKS membantu Rp1 juta dan dananya sudah ditransfer ke rekening Maida di Bank Nagari Muara Labuh. Sedangkan di Nagari Pasir Talang Muara Labuh Rabu malam lalu, dua PNS kantor bupati Solok Selatan, Firdaus Firman dan Zainal datang mengantarkan bantuan Rp1 juta, diterima langsung Maida didampingi orangtuanya Syamwil-Somi. Maida pun menyatakan terima kasih. (*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=111 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
