Jumat, 23 Juli 2010 
Yetti Sumarni Tersandung Biaya 
LENGGOGENI 

PADANG - Musim awal tahun ajaran seakan jadi masa bercucuran air mata bagi
orang susah. Niat hati merebut masa yang layak agar kehidupan bisa berubah,
namun cita-cita itu tersandung biaya.
Terkadang memang tak jamak antara kemampuan akademis dengan kehidupan
ekonomi. Berlebih kemampuan akademis, kantong orangtua malah kempes.
Akibatnya, cita-cita bisa kandas sebelum lepas landas.
Kini, air mata duka tumpah dari anak tukang ojek dari Pasaman Barat.
Lantaran kemiskinan, seolah terlalu jauh harapan bisa jadi sarjana. 
'Kemana lagi saya mencari uang kuliah,' begitu jeritan hati Yetti Sumarni. 
Ia bahagia ketika melihat nomor ujiannya 31017150608009 tertera dalam
pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN). 
Ia berasal dari Pasaman Barat yang lulus di Pendidikan Bahasa Sastra
Indonesia dan Daerah. Ia dinyatakan dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 18165
UNP. 

Namun, kemudian langkahnya lunglai. Wajahnya sendu. Matanya menerawang
ketika melihat biayanya kuliahnya hampir Rp5 juta. "Keluarga saya tidak
memiliki uang sebanyak itu," ungkap Yetti begitu sapaan akrab Yetti Sumarni
kepada Singgalang, Kamis (22/7). 
Dia terlahir dari keluarga tidak mampu. Bapaknya, Syafril 60, hanya seorang
tukang ojek yang penghasilan tak menentu setiap hari. 
Sedangkan sang bunda, Nurbaya, 41 hanya ibu rumah tangga. "Saya tiga orang
bersaudara. Ayah seorang tukang ojek. Yang penghasilan satu hari hanya mampu
untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang-kadang uang hasil ojek itu bisa untuk
makan satu hari. Kadang tidak ada sama sekali. Maklum saat ini orang-orang
yang banyak memiliki sepeda motor. Sehingga, jarang menyewa ojek,"
ceritanya. 
Untuk membiayai kuliah ini, kata Yetti, keluarganya harus menjual semua
peralatan di rumah. Sayangnya, tidak cukup jua. Ke mana lagi wanita berparas
cantik itu harus mengadu. 

Selama duduk di bangku SMA, Yetti merupakan siswa berotak encer dan cerdas.
Dia masuk ke dalam kelas unggul di SMAN 1 Pasaman Barat. Sehingga, perempuan
yang tinggal di Jalan Kartini Nomor 64 Aur Badidik Kinali Pasaman Barat
dibiayai oleh Pemerintah Daerah bimbingan tes persiapan SNMPTN. Adakah
donatur yang bersedia membantu anak itu? (*)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=113

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke