Bu Dewi dan sanak Palanta, Pendidikan memang mahal bahkan terlalu mahal. Beberapa kawan saya yang pulang ke Indonesia setelah selesai masa tugas di US ini merasakan sesak nafas mahalnya biaya pendidikan ini. Kalau anak masih SD dan SMP dan SMA yang disini gratis, kalau pulang lanjut di Global JKT, "90 Juta" angku rupiah biaya pertahun hampir sama dengan biaya Universitas disini. kalau punya anak dua tiga tinggal menghitung saja kapan kaceo kosong karena income sesuai dengan standard home country. (nah kalau sudah begini banyak anak bukan lagi banyak rezeki). Makanya sering saya mendengar beberapa sahabat mencoba bertahan di US ini dengan segala cara atau mencoba tetap berada diluar. Kalau sekolah publik disini (US) dari SD-SMA gratis. karena dibayar oleh pajak masyarakat di sekitar sekolah itu berada (rayon) . Kalau kita tinggal didaerah pondok indah misalnya berdirilah sekolah keren dengan mutu yang baik disana. Kalau kita tinggal dipinggiran kota karena masyarakat sekitar berpendapatan rendah ya rendah dan buruk pulalah akreditasi sekolah tersebut. Beda jauh dengan di Eropah yang jauh lebih baik istilah "gratis ini" hampir semua sekolah publik bertaraf sama disana. Balik ke tanah air, Yang membuat saya sakit hati di Indonesia adalah. Pajak pendapatan sudah saya bayar yang nilai tidak sedikit. Rumah saya kena pajak, mobil saya kena pajak, tabungan pun dipajak apapun yang saya beli pajak dan pajak TAPI anak saya sekolah masih harus bayar. Kerumah sakit saya masih harus membeli asuransi. Nah untuk apa saya bayar pajak. Apa yang saya dapat dari hasil membayar pajak. jalan didepan rumah saya berjejer lobang untuk menutup sang lobang swadaya masyarakat. Di airport pun ada pajak Airport Tax yang dinegara lain tak ada dan ada banyak lagi pajak pajak yang tak jelas. Kemana pemerintah yang menarik pajak saya saat saya membutuhkan mereka. Saya melapor ke Polisi saat mobil saya hilang saya bayar lagi pajak ilegal. padahal gajinya dari sebgian pajak yang saya bayar. Sudahlah, saya (karena saya bicara atas nama sendiri) kalau pemerintah tak mampu memberikan yang gratis pada saya, Mbok orang orang yang tidak mampu tolonglah diselamatkan.
Kalau saya masih cinta Indonesia itu karena saya masih menyimpan "Hope" sampai kapan saya kuat membenamkannya di benak saya entah lah Tuhan sajalah yang tahu. Wassalam Zulkarnain Kahar ________________________________ From: Dewi Mutiara <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, July 23, 2010 9:35:56 AM Subject: Re: [...@ntau-net] Derai Air MATA Ibu-ibu Miskin di Singgalang Assalammu'alaikum Wr, Wb Sekolah sekarang betul2 mengejar bisnis ,dengan alasan dibuat sekolah dengan sistim Standart Internasional , dengan sistim bilingual segala rupalah ,dengan standart angka minimal rata-rata 8,5 ,padahal ini sekolah Negeri,untuk diterima disekolah tersebut harus membayar uang masuk 9 juta rupiah dan uang bulanannya Rp 500.000 , disisakanlah kelas reguler 2 kelas. Kalau menurut Uni , Pemerintah sudah tidak faham pentingnya pendidikan ,kalau faham tidak akan terjadi hal2 diatas, janji sekolah gratis mungkin ada tingkat SD atau SMP namun demikian selalu ada pungutan2 yang gak jelas. Kalau di urut bukan hanya bidang pendidikan saja yang bermasalah , bidang perekonomian ,pertanian ,kayaknya hampir semua deh berat urusannya , Uni bukan seorang yang ahli ,hanya merasakan apa yang dirasakan masyarakat menengah kebawah . MUDAH2AN PEMERINTAH SADAR akan PENTINGNYA PENDIDIKAN bagi ANAK INDONESIA , sehingga segala kesulitan yang ada cepat diatasi , masih ribuan anak2 yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Wassalam Dewi Mutiara. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
