Sabtu, 24 Juli 2010 ANAK-ANAK MISKIN DAPAT BEKAL CUKUP : Selamat Jalan Ananda... Hendri Nova
PADANG - Para dermawan berhati emas, sungguh sangat banyak di Ranah Minang. Berkat bantuan mereka, semua anak yang kesulitan dana pendidikan dan mengadukan nasibnya ke Harian Singgalang, berhasil dibantu uang kuliahnya. Kemarin (Jumat (23/7) saja, redaksi menerima banyak bantuan dana yang langsung diberikan pada anak-anak pintar tersebut. Bantuan untuk anak miskin, datang dalam jumlah yang besar. Kemarin pula, anak-anak itu dilepas oleh Pemimpin Umum Singgalang, Basril Djabar untuk mengejar masa depannya. "Selamat jalan Ananda, timba ilmu sebaik-baiknya, pulanglah nanti dengan kepala tegak, bangun kampung halaman," kata Uda Bas berpesan. Di redaksi juga dilepas sedemikian rupa. Ada yang ke ITB, ke Brawijaja, ke Padjadjaran, UNP dan Unand. Semua berangkat dengan bekal yang memadai. Awak redaksi dan staf Dompet Dhuafa Singgalang, terlihat lega. Kemarin, Zukri Saad, atas nama teman-teman alumninya sesama alumni ITB, "Minang Bandung" mengantarkan bantuan Rp10 juta untuk Fu'ad yang diterima di ITB. Ia juga memberi rekomendasi untuk kos di asrama Minang yang tak jauh dari kampus. "Muhammad Ihsan Putra sudah terkumpul uangnya sebanyak Rp10 juta + Rp750.000 untuk tiket. Ia sudah dalam perjalanan menuju Universitas Brawijaya Malang," kata Pemimpin Redaksi Khairul Jasmi. Malah kemudian datang lagi tambahan Rp750 ribu untuk jajan di jalan. Seorang ibu bergegas membuatkan rekening untuk Ikhsan di BNI dan tentu saja akan mengirimi anak itu uang. Sedang Fu'adi, sehari kemarin sibuk menghitung uangnya. Kebutuhan mendasar sekitar Rp6 juta, tapi ia dapat lebih Rp15 juta. Sementara Anggun yang diterima di Universitas Padjajaran, juga sudah bisa mendaftar. Hal yang sama juga berlaku untuk Nida Ria, Yetti Sumarni dan Maida Solfianti. Total dana yang terkumpul dari sumbangan para dermawan mencapai Rp49.250.000. Sementara dana yang diperlukan untuk keseluruhan anak kurang mampu tersebut, mencapai Rp50.500.000. "Aman, bantuan akan terus mengalir," kata Redpel Singgalang, Syamsoedarman. Menurut Syamsoedarman, batin awak redaksi Singgalang puas, karena, suratkabar ini telah dijadikan tempat mengadu oleh kaum dhuafa. "Bayangkan ulama terkemuka saja menyuruh anak-anak dhuafa datang ke Singgalang, itu pertanda Singgalang dipercaya," kata dia. Bagi dermawan yang masih ingin membantu, Harian Singgalang dan Dompet Dhuafa Singgalang, siap menyalurkan pada anak miskin. Soalnya, masih banyak lagi anak miskin butuh bantuan dana. (*) http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=137 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
