Tarimo kasih untuak cukilan dan referensinyo Angku Datuk Endang. Victor Turner 
nan memang sibuak dengan Symbbolic di bidang Anthropologi akan senang dan dapat 
menambahkan jika dia mengentahui ritual anak Sumbang ko di Pesisir Selatan. 
Tapi sayang, mungkin dia sudah meninggal karano ambo exposed jo 
tulisan-tulisannyo di tahun 1973-75. Baitu juo guru ambo Ed Brunner dengan 
Bataknya yang exposedkan ambo ka Turner mungkin alah indak ado lai pulo ka 
manambahkan. Mudah-mudahan murid-murid dan pengikut Turner dapat menyetudii 
ritual "Anak Sumbang" ini nanti.

Pertanyaan sekarang dari mana mamboseknya upacara "Anak Sumbang" ini di Pesisir 
Selatan dengan Langkisaunya? Mungkinkah angin-angin ritual itu dilangkisaukan 
jauah dari barat dari daerah orang Ndembu, Zambia Afrika? Rasanyo juga tidak 
pernah terdengar "Anak Sumbang" ini dalam ritual di daerah lain di Sumatera, 
apalagi yang dekat dengan kita di Darek Minangkabau. Pertanyaan lagi, adakah 
ritual seperti ini di Mentawai -- tempat lalu "Angin Langkisau" itu dari Afrika?

Kito ingin dapek carito nan labiah detail dan bervariasi lagi dari adidunsanak 
di Pasisia Selatan karena sumber yang mangajuikkan ambo dari Padang Media tu 
manjadi taraso kariang.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], Datuk Endang <datuk_end...@...> wrote:
>
> Ambo baru tahu kalau ado budaya sarupo iko di Minangkabau. Problema anak 
> kembar ado pado babarapo sistem budaya, salah satu disampaikan oleh Victor 
> Turner (1969) dalam "The Ritual Process". Ambo cubo terjemah saketek di bawah.
>  
> Intinyo, ritual dibuek untuak babarapo alasan : partamo, kelahiran satu anak 
> cukuik bagi ibu untuak manyusuinyo, namun kalau alah labiah, indak tasudio 
> asi nan cukuik. Kalau maso kini alah tasadio susu bubuk (sapi) nan 
> diperkenalkan oleh Mr. Nestle pado abaik 19. Pado maso bayi Rasulullah, 
> baseokan upah susu itu ka Halimatus Sya'diah. Kaduo, ado kebingungan terhadap 
> struktur, karono urutan adolah penting dalam suatu keluarga. Hal iko dapek 
> menjadi petaka kalau suatu kutiko ado peralihan suksesi dan perwarisan. 
> Karono itu dalam mambayia masalah nan dihadoi keluarga tersebut, dilakukan 
> upacaro. Baitu kiro-kiro logikanyo.
>  
> Apokoh hal iko masuak dalam hukum syarak? Nan satau ambo indak ado aturan 
> dalam syarak nan mangatur anak sumbang, indak pulo ditagahkan. Jadi manuruik 
> pamahaman ambo hukum budaya sarupo iko adolah 'jaiz'. Indak pulo dapek 
> disabuik sabagai adat nan ber-ABSSBK, karono itu perkiraan ambo indak kan 
> masuak dalam materi KKM.
>  
> Wassalam,
> -datuk endang
>  
> Di dalam suku Ndembu di Zambia Afrika, ritual Wubwang'u dilakukan untuk 
> menguatkan perempuan yang diperkirakan sedang hamil atau telah melahirkan 
> anak-anak kembar. Bagi masyarakat Ndembu hal ini menjadi paradoks, sebagai 
> sesuatu yang bertentangan dengan harapan yang beralasan dan masuk akal. Ada 
> kemustahilan dari kenyataan psikologis memiliki anak kembar menurut suku 
> Ndembu. Di satu sisi adalah kebudayaan yang menempatkan kesuburan/fertilitas 
> berada dalam posisi yang tinggi, namun hal ini juga mengakibatkan 
> permasalahan secara psikologi dan ekonomi. Seorang ibu yang memiliki anak 
> kembar akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Tanpa 
> mengharapkan pengganti gizi dari binatang ternak, mereka mengharapkan ibu 
> yang lain yang baru kehilangan bayi untuk mau menyusui dan mengasuh salah 
> seorang dari anak kembar tersebut. Meskipun hal ini dapat memecahkan masalah 
> pada masa penyapihan, secara umum hal ini juga menyulitkan bagi ibu si kembar
>  untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya tersebut. Karena itu mereka 
> menyelenggarakan ritual sebagai bentuk pembayaran kepada kelompoknya.
>  
> Wubwang'u menunjukkan paradoks yang lain dalam tatanan sosial. Profesor 
> Schapera dan lainnya memberikan perhatian pada kenyataan kekerabatan adalah 
> penting secara struktur, dan menyediakan kerangka pada hubungan kekerabatan 
> dan status sosial, bahwa kelahiran bayi kembar adalah memalukan. Secara umum 
> di Afrika, kelahiran anak dalam suatu proses adalah identik secara mistis. 
> Urutan persaudaraan merupakan hal penting, bahwa saudara yang lebih tua 
> memiliki hak tertentu dibandingkan adiknya, dan dalam beberapa hal juga 
> terkait dengan suksesi politik. Kelahiran anak kembar akan menimbulkan 
> paradoks karena secara fisik adalah ganda, namun secara struktur adalah 
> tunggal, serta secara mistis adalah tunggal, namun secara empirik adalah 
> ganda.
>  
> Pada beberapa masyarakat di Afrika, dilema tersebut diselesaikan dalam 
> beberapa cara. Anak kembar memiliki fungsi mediasi antara dunia hewan dan 
> dunia dewa. Mereka memiliki kelebihan sekaligus juga kekurangan sebagai 
> manusia. Pada masyarakat Ndembu, kondisi kembar merupakan hal yang sakral dan 
> dikembangkan sebagai masalah bagi setiap orang, bukan hanya pada keluarga 
> dekat ibu. Penderitaan ibu yang berlebih menjadi tanggung jawab komunitas. 
> Dan melalui ritual kontradiksi ini diminimalisir.
>  
> Rangkaian ritual kembar masyarakat Ndembu.
> Penyatuan pasangan yang berlawanan secara dominan diekspresikan dalam simbol 
> perbedaan laki-laki dan perempuan; pemisahan dan penyatuan merupakan 
> rangkaian ritual Wubwang'u. Terdapat dua ritual yang menjadi perhatian : 
> 'ritual sumber sungai', sebagai penyatuan jenis kelamin dalam pernikahan, 
> yang direpresentasikan sebagai misteri; dan membuat tempat keramat bagi si 
> kembar, yang merupakan representasi dari penyatuan dan pemisahan.
>  
> Dalam ritual sumber sungai, merupakan tahap awal dari ritual Wubwang'u, 
> dilakukan melalui pengumpulan obat-obatan, dapat berupa tanaman, tanah liat, 
> binatang, dan bir. Hal ini menyimbolkan bahwa makanan membawa kekuatan pada 
> tubuh ibu dan anak-anaknya; tanah liat putih akan membuat anak kuat, murni, 
> dan beruntung; tanah liat merah mempunyai arti ketidakberuntungan, kelemahan, 
> dan tidak sukses. Perpaduan putih-merah pada ritual Wubwang'u melambangkan 
> kekuatan/kelemahan, keberuntungan/kemalangan, kesehatan/ penyakit, kesucian 
> hati/iri hati yang disebabkan oleh sihir, maskulin/feminin. Lagu mesum 
> dinyanyikan selama ritual pengumpulan obat-obatan untuk membuat pasien 
> menjadi kuat. Lonceng dibunyikan dua kali oleh dukun, bertujuan untuk membuka 
> telinga sang anak yang akan dilahirkan, serta untuk membangkitkan arwah 
> pelindung. Masyarakat Ndembu menerima kembar dengan jenis kelamin yang 
> berbeda sebagai lebih menguntungkan dibandingkan dengan berjenis
>  kelamin sama, terkait dengan struktur politik dalam keluarga.
>  
> Prinsip matrilineal dan virilokal masyarakat Ndembu lebih bersifat kompetisi 
> daripada koadaptif dikarenakan alasan ekologi. Mereka tumbuh dalam masyarakat 
> yang mengandalkan pola ekstraktif dan reproduktif, namun tidak memelihara 
> hewan ternak. Laki-laki dari masyarakat ini lebih dihargai sebagai pemburu. 
> Struktur kompetisi ini merupakan faktor penting dalam mengkaji cara 
> masyarakat Ndembu memperlakukan anak kembar, serta konseptualisasi mereka 
> atas dualisme antar pasangan yang berlawanan. Dalam ritual Wubwang'u prinsip 
> pertentangan ini tidak secara permanen disatukan.
>  
> Dalam ritual sumber sungai dan kontes buah terkait dengan kondisi paradoks 
> dari anak kembar. Pertama kenyataan 2 = 1 dapat diterima sebagai suatu 
> misteri. Kedua perasaan 2 = 1 merupakan kemustahilan; sehingga sering 
> disindir secara internal. Dalam ritual digunakan warna putih-merah-hitam, 
> yang melambangkan aspek kosmis dan susunan sosial sebagai bentuk harmoni dan 
> keseimbangan.
> 
> 
> 
> --- On Thu, 7/29/10, sjamsir_sjarif <hamboc...@...> wrote:
> 
> 
> 
> Anak Kamba, surang Padusi surang Laki-laki ruponyo manjadi masalah pulo. Baa 
> lah ko carito luruihnyo manuruik latar bulakang logika, Syarak jo Adat? 
> Adokoh nan dapek mangatangahi berita ko supayo kami nan alun panah mandanga 
> istilah "Manyarang Anak Sumbang" ko dapek katarangan agak saketek?
> 
> Dari Padang Media kito baco:
> Manyarang Anak Sumbang, "Induk Bako" Anggap "Anak Pisang" Melanggar Norma
> 
> Rabu, 28/07/2010 14:17 WIB
> 
> padangmedia.com - PAINAN- Berbagai prosesi adat masyarakat nagari ikut 
> menyemarakkan pembukaan Festival Langkisau VIII tahun 2010 Kabupaten Pesisir 
> Selatan di lapangan parkir Pantai Carocok Painan, Rabu (28/7).
> 
> Diantara prosesi adat yang merupakan budaya lokal yang masih dipelihara oleh 
> masyarakat tersebut antara lain Prosesi "Manyarang Anak Sumbang", yaitu suatu 
> kegiatan adat yang dilakukan akibat dari lahirnya sepasang anak kembar. 
> 
> ...dst.
> 
> http://www.padangmedia.com/index.php?mod=berita&id=62798
> 
> Salam,
> --MakNgah


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke