"Jerman adalah tanah air para sastrawan dan pemikir. ungkapan ini
melukiskan kebesaran dan sekaligus kebanggaan masa lalu negara Jerman"
.........................................................................................
Saya mencoba mengganti Jerman dengan Minangkabau dan negara dengan
negeri, dan terasa sangat pas.

Ya, tapi itu dulu, sekarang?

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67)
............................................................................................

Assalamu'alaikum WrWb,

Pak HDB St Bandaro Kayo dan sanak sapalanta nan ambo hormati,

Postingan pak HDB St Bandaro Kayo ini bagi saya sangat menarik untuk
dikembangkan lebih lanjut. Karenanya saya tanggapi dalam postingan
baru dengan subjek yang berasal dari postingan itu sendiri.

...sastrawan-pemikir-kebesaran-kebanggaan-masa lalu....memang
merupakan kata-kata yang dapat diidentikkan dengan Minangkabau masa
lalu.

"Kedekatan"  Jerman dan Minang ini juga tampak pada warna kebangsaan
masing-masing yang merupakan kombinasi warna kuning, hitam, dan merah.
Produk Jerman sejak lama sudah diidentikkan urang awak dengan kualitas
tinggi, seperti pisau atau gunting Solingen, lokomotif uap bermerek
Krupp, oto mercedes (sebuah kelok antara Balingka dan Matur bernama
"kelok mercedes"), dll.

Sesudah bantuan untuk waduk Sempor, bantuan Jerman melalui KfW pada
awal tahun 70an dulu terkonsentrasi untuk Sumbar, dalam bentuk proyek
ADP, perkebunan Ophir, Jalan Lintas Lubuk Alung-Manggopoh-Simpang
Empat, irigasi Batang Togar, Bank BPD (sebelum bernama Bank Nagari)
dll. Kota Bukittinngipun jadi kembaran kota Braunswick di Jerman.
Banyak orang bertanya pada waktu itu : kenapa Jerman punya perhatian
begitu besar pada Sumbar ?
Yang jelas, urang awak zaman dulu tampaknya memang berorientasi pada
kualitas yang baik. Dulu hampir semua bis di Sumbar adalah bermerek
Mercedes (sebelumnya Ford dan Chevrolet), dan hampir semua angkot &
pick up bermerek Datsun (Datsun berasal dari fabrik Nissan yang memang
memproduksi mobil bermutu).

Bagaimana dengan sekarang ?
Orang Jerman  tampaknya tetap menyimpan semangat "Durch Blut und
Eisen" (dengan darah dan besi) yang dikumandangkan Otto von Bismarck
sejak medio abad ke 19, ataupun "Deutschland Uber Alles") yang
dikenalkan pada masa yang sama dan diperkuat pada awal abad ke 20.
Semangat ini dari masa ke masa disesuaikan dengan perubahan, tuntutan,
dan tantangan zaman. Insinyur muda Wehner von Braun yang ikut dalam
program roket Nazi, kemudian setelah hijrah ke Amerika mengantarkan
umat manusia mulai menginjakkan kaki di bulan.
Kebesaran, kebanggaan, dan sikap mental masa lalu tetap digunakan
sebagai modal untuk merambah masa depan dengan tantangan yang berbeda.

Ratusan tahun yang lalu para pemikir Minangkabau telah menetapkan
sistim demokrasi, yang sesuai dengan sikon dan tantangan zaman
tersebut ; adat dan budaya, serta tuntunan yang jelas mengenai
korelasi adat dan agama.
Kita kagum dan bangga dengan MEMILIKI warisan masa lalu yang dinilai
gemilang tersebut.

Awalan "ber" pada kata "beradat' atau "beragama" mempunyai arti
ganda : "memiliki" dan "memakai", sebagaimana dapat dicontohkan pada
kata "bersepatu" (memiliki sepatu atau memakai sepatu), atau
"berotak".
Urang awak kabarnya marah kalau dikatakan tidak beradat. Bagaimana
kalau kasusnya dia baru sekadar punya adat tapi samasekali tidak
memakai adatnya itu. Masih akan marahkah dia ?
Bagaimana umpamanya dengan berABS-SBK ?
Apakah kita baru sekadar "punya" atau benar-benar sudah "memakai"
nya ?

Dan bagaimana pula dengan kebanggaan terhadap masa lalu kebesaran masa
lalu itu ? Siapa kita dulu dan siapa pula kita sekarang ? Kebesaran
apa pada masa sekarang yang membanggakan pula ?
Membanding bandingkan Minangkabau dengan Jerman ini memang menarik.
Mungkin Herr Mulyadi bisa memberi pencerahan pada kita tentang bangsa
yang dulu mengaku keturunan Aria ini.

Maaf dan wassalam,

Epy Buchari
L-67, Ciputat Timur.



-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke