On Aug 1, 11:44 pm, "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]> wrote:
> Assalkamualaikum Wr.Wb. yth. Bapak Epy Buchari.
>
> Terimakasih atas ceramah/tulisan yang telah saya banyak baca dari Bapak Epy 
> Buchari, yang mana banyak menambah horizon saya.


Herr Muljadi serta sanak sapalanta nan ambo hormati,

Terima kasih atas tanggapannya yang sangat informatif (karenanya tetap
bersifat pencerahan) tersebut ; sekalian saya mohon maaf atas tiga
hal: pertama, salah menulis nama dengan huruf "y", kedua karena
menggunakan kata panggilan "Herr", dan ketiga kalau postingan tersebut
terkesan sebagai ceramah. Postingan tersebut hanyalah bagian dari
kegalauan fikiran dan perasaan seorang Minang mengamati Minangkabau
masa kini.
Pada postingan yang lalu sanak Muljadi ini tidak keberatan dengan kata
pak, bung, sanak atau lainnya (yang masih sopan tentunya). Saya pilih
"Herr" karena saya yakin setiap hari di sana secara lisan atau
tertulis beliau dipanggil dengan kata tersebut.

Yang menarik bagi saya dari uraian tersebut adalah ideologi Nazisme
yang sangat nasionalist, pandangan mereka tentang asal muasal mereka,
dan pandangannya tentang Yahudi, yang ternyata pada masa berikutnya
mampu mereka ganti dengan ideologi dan paradigma baru.
Tindakan pihak sekutu yang meluluh lantakkan negeri mereka dan
memperhinakan pemimpin militer mereka di pengadilan Nurenburg,
tampaknya juga dapat mereka "lupakan" secara bijaksana.
Semua tampaknya demi mencapai sasaran akhir : negara Jerman yang
bersatu, kuat, dan mampu mensejahterakan bangsanya. Tidak konsiten dan
konsekuenkah (Istiqomah) mereka ? Apakah mereka terkategorikan bagai
"baliang-baliang di ateh bukik" ?
Mereka menurut saya tetap konsisten dan konsekuen dengan sasaran
idealnya, tapi mampu melepaskan beban-beban masa lalu yang tidak lagi
diperlukan untuk dipikul. Segunung sikon dan tantangan baru lebih
mudah dihadapi dengan tubuh enteng tanpa beban-beban yang tidak
diperlukan.

Jika menggunakan Jerman untuk membandingkan Minangkabau, menurut
pendapat saya, salah satu  langkah strategis adalah dengan mendudukkan
masa lalu Minangkabau pada posisi yang secara efektif  mampu mendukung
cita-cita kemakmuran yang didambakan bersama, bertolak dari sikon dan
tantangan masa kini dan masa mendatang yang lebih kompleks dan berat.
Produk pemikiran dan penataan cerdik pandai serta  tokoh-tokoh
bijaksana masa baheula yang amat sangat sesuai dengan sikon ratusan
tahun yang lalu, tampaknya perlu di sana sini disesuaikan dengan
kondisi kekinian dan masa depan.

Landasan idieelnya sudah tersedia yang merupakan produk para tetua
tersebut yaitu ABS-SBK  dalam pengertiannya yang hakiki : Adat yang
Islami (sebenarnya bisa disingkat lebih pendek : AI).........
Kalau dia sudah "Islami" otomatis dia akan menjadi Rahmatan Lil
Alamin......Adat yang seyogianya minimal menjadi Rahmatan bagi segenap
warga Minang (termasuk penduduk Kabupaten Mentawai)......

Dalam menyongsong KKM, semoga para tokoh dan pemimpin Minangkabau yang
terlibat dan terkait dengan helat besar ini mendapat Hidayah dan
Taufiq dari Allah SWT untuk mampu menjalankan kepemimpinan dan
ketokohannya itu semata-mata berorientasi pada upaya menjadikan ranah
Minang sebagai Rahmatan bagi seluruh warga Minang di ranah dan di
rantau.....Amiiin.

Kembali kepada perbandingan dengan Jerman tadi, kalau ex Jerman Barat
dan ex Jerman Timur mampu bersatu demi Deutschland yang Uber Alles,
melupakan masa lalu mereka yang merupakan beban semata, kenapa kita
tidak mampu pula untuk "mengecilkan" perbedaan-perbedaan yang masih
ada, demi Minangkabau yang sama-sama kita cintai ini....

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari
L-67, Ciputat Timur





-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke