Assalkamualaikum Wr.Wb. yth. Bapak Epy Buchari.

Terimakasih atas ceramah/tulisan yang telah saya banyak baca dari Bapak Epy 
Buchari, yang mana banyak menambah horizon saya.

Sayang dan maaf se-besar2nya Pak Epy Buchari, saya bukan menolak, tetapi memang 
tidak sanggup memberi pencerahan tentang apa yang Bapak Epy Buchari mintakan
Berhubung karena pengetahuan saya sangat minim konon pula tentang sejarah 
(ethnology , Volkerkunde) materi ini sangat komplex sekali (Hamith, Semith, 
Kaukasian, Keltik. dll. dsb.)
Karena antara Aria yang dimaksud oleh ilmuwan2 ethnology dan Aria yang dimaksud 
oleh German (sedikit) berbeda. Di-German perbedaan ini adalah rassismus yang 
absolut, sangat merendahkan segolongan ethnik dan agama,ini menurut pandangan 
saya.
Singkat saja, menurut beberapa theorie ilmuwan ethnik Aria berasal dari daerah 
Iran sekarang, sedangkan yang dimaksud oleh German sewaktu sebelum PD II adalah 
Indogermane (Aria) yang beragama Kristen , yang 6-turunan ber-turut2 dengan 
bukti akta kelahiran dan pernikahan dari dewan gereja.
Ciri2 khas Aria indogerman menurut merka (kabarnya) rambut pirang, tinggi 
besar, mata biru, sedangkan Adolf Hitler, berambut hitam, bermata coklat, 
kabarnya hanya 166-172 cm (untuk orang German laki2 sebesar ini... adalah kecil)

Kesalahan total German adalah membunuhi 0rang2 Yahudi, sebabnya iri.
Banyak orang2 yahudi yang kaya2 besar, berkat banker, pedagang, ilmuwan, 
seniman2, poet/penulis, pemusik  dll dsb. Banker, karena doeloenya hanya Yahudi 
yang boleh mendapat bunga uang (RIBA), mereka tidak berhak (dulunya) menjadi 
petani, pandai besi, pandai kayu, ataupun segala macam ilmu peraktek 
pertukangan/pertanian. Peraturan ini dibuat agar supaya orang2 yahudi tidak 
bisa mengalahkan pribumi lokal, tetapi hasilnya kwantitativ memang relativ 
berhasil, tetapi kwalitativ malah kebalikannya.
Jadi banyak orang2 yahudi yang kayelite2 lari keluar negeri, umumnya tujuan 
mereka ke Benua Amerika, Argentina, kommunity Yahudi terbesar diluar USA dan 
Israel. Afrika Selatan dan Utara, Marokko, malah penasehat raja Hasan Marokko 
(yang sekarang juga) orang Yahudi, biasanya diwariskan ke anaknya yahudi turun 
temurun. Klan yang memegang pemerintahan Israel dari semenjak berdirinya adalah 
Yahudi yang berasal dari Afrika Utara.

Sekian saja yang bisa saya uwarkan, mudah2an ada dari pembaca yang budiman yang 
bersedia menambah ataupun menguranginya, saya persilakan dengan senang hati..

Wassalam.
Muljadi


-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 31 Jul 2010 06:01:12 -0700 (PDT)
> Von: bandarost <[email protected]>
> An: RantauNet <[email protected]>
> Betreff: [...@ntau-net] Minangkabau & Jerman, Dulu & Sekarang

> "Jerman adalah tanah air para sastrawan dan pemikir. ungkapan ini
> melukiskan kebesaran dan sekaligus kebanggaan masa lalu negara Jerman"
> .........................................................................................
> Saya mencoba mengganti Jerman dengan Minangkabau dan negara dengan
> negeri, dan terasa sangat pas.
> 
> Ya, tapi itu dulu, sekarang?
> 
> Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67)
> ............................................................................................
> 
> Assalamu'alaikum WrWb,
> 
> Pak HDB St Bandaro Kayo dan sanak sapalanta nan ambo hormati,
> 
> Postingan pak HDB St Bandaro Kayo ini bagi saya sangat menarik untuk
> dikembangkan lebih lanjut. Karenanya saya tanggapi dalam postingan
> baru dengan subjek yang berasal dari postingan itu sendiri.
>
> ...sastrawan-pemikir-kebesaran-kebanggaan-masa lalu....memang
> merupakan kata-kata yang dapat diidentikkan dengan Minangkabau masa
> lalu.
> 
> "Kedekatan"  Jerman dan Minang ini juga tampak pada warna kebangsaan
> masing-masing yang merupakan kombinasi warna kuning, hitam, dan merah.
> Produk Jerman sejak lama sudah diidentikkan urang awak dengan kualitas
> tinggi, seperti pisau atau gunting Solingen, lokomotif uap bermerek
> Krupp, oto mercedes (sebuah kelok antara Balingka dan Matur bernama
> "kelok mercedes"), dll.
> 
> Sesudah bantuan untuk waduk Sempor, bantuan Jerman melalui KfW pada
> awal tahun 70an dulu terkonsentrasi untuk Sumbar, dalam bentuk proyek
> ADP, perkebunan Ophir, Jalan Lintas Lubuk Alung-Manggopoh-Simpang
> Empat, irigasi Batang Togar, Bank BPD (sebelum bernama Bank Nagari)
> dll. Kota Bukittinngipun jadi kembaran kota Braunswick di Jerman.
> Banyak orang bertanya pada waktu itu : kenapa Jerman punya perhatian
> begitu besar pada Sumbar ?
> Yang jelas, urang awak zaman dulu tampaknya memang berorientasi pada
> kualitas yang baik. Dulu hampir semua bis di Sumbar adalah bermerek
> Mercedes (sebelumnya Ford dan Chevrolet), dan hampir semua angkot &
> pick up bermerek Datsun (Datsun berasal dari fabrik Nissan yang memang
> memproduksi mobil bermutu).
> 
> Bagaimana dengan sekarang ?
> Orang Jerman  tampaknya tetap menyimpan semangat "Durch Blut und
> Eisen" (dengan darah dan besi) yang dikumandangkan Otto von Bismarck
> sejak medio abad ke 19, ataupun "Deutschland Uber Alles") yang
> dikenalkan pada masa yang sama dan diperkuat pada awal abad ke 20.
> Semangat ini dari masa ke masa disesuaikan dengan perubahan, tuntutan,
> dan tantangan zaman. Insinyur muda Wehner von Braun yang ikut dalam
> program roket Nazi, kemudian setelah hijrah ke Amerika mengantarkan
> umat manusia mulai menginjakkan kaki di bulan.
> Kebesaran, kebanggaan, dan sikap mental masa lalu tetap digunakan
> sebagai modal untuk merambah masa depan dengan tantangan yang berbeda.
> 
> Ratusan tahun yang lalu para pemikir Minangkabau telah menetapkan
> sistim demokrasi, yang sesuai dengan sikon dan tantangan zaman
> tersebut ; adat dan budaya, serta tuntunan yang jelas mengenai
> korelasi adat dan agama.
> Kita kagum dan bangga dengan MEMILIKI warisan masa lalu yang dinilai
> gemilang tersebut.
> 
> Awalan "ber" pada kata "beradat' atau "beragama" mempunyai arti
> ganda : "memiliki" dan "memakai", sebagaimana dapat dicontohkan pada
> kata "bersepatu" (memiliki sepatu atau memakai sepatu), atau
> "berotak".
> Urang awak kabarnya marah kalau dikatakan tidak beradat. Bagaimana
> kalau kasusnya dia baru sekadar punya adat tapi samasekali tidak
> memakai adatnya itu. Masih akan marahkah dia ?
> Bagaimana umpamanya dengan berABS-SBK ?
> Apakah kita baru sekadar "punya" atau benar-benar sudah "memakai"
> nya ?
> 
> Dan bagaimana pula dengan kebanggaan terhadap masa lalu kebesaran masa
> lalu itu ? Siapa kita dulu dan siapa pula kita sekarang ? Kebesaran
> apa pada masa sekarang yang membanggakan pula ?
> Membanding bandingkan Minangkabau dengan Jerman ini memang menarik.
> Mungkin Herr Mulyadi bisa memberi pencerahan pada kita tentang bangsa
> yang dulu mengaku keturunan Aria ini.
> 
> Maaf dan wassalam,
> 
> Epy Buchari
> L-67, Ciputat Timur.

-- 
GMX DSL: Internet-, Telefon- und Handy-Flat ab 19,99 EUR/mtl.  
Bis zu 150 EUR Startguthaben inklusive! http://portal.gmx.net/de/go/dsl

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke