Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Epy Buchari.

Wah... Pak Epy Buchari, kalaulah saya, dipanggil (dengan) apa saja saya tidak 
mengapa, jujur....karena saya lebih mementingkan isi/inti daripada bungkusnya 
disamping intonasi serta mimik dan gestik dari sipembicara, rhetorisnya boleh 
juga tetapi itu hanya pelengkap yang sekunder.

Mengenai NAZI itu sudah menjadi rahasia umum, yang mau saya tekankan disin 
adalah pengertian semu dari "Deutschland über alles" yang bisa diartikan German 
diatas se-galanya, yang berbau imperialis melainkan , penekanan mencintai 
German diatas segalanya yang bernada nasionalis.

German Barat dan Timur bersatu, ini  sangat berbeda menurut pendapat saya, 
antara ideologi serta vokal2 dari sang arsitek serta kenyataan yang ada.
Sebab apa yang saya lihat tetap bisnis dan lobby dengan kata lain imperialis 
dan money talk. Kurang lebih seperti Irian Barat di Indonesia, hanya bedanya 
mungkin tidak sebegitu kontras.

Mudah2an kita tidak memakai nada yang seirama dengan saudara kita yang dari 
kepulauan Mentawai walaupun mereka sedikit ataupun berlain agama serta lain 
ethnik dari kita.
Marilah kita camkan dari makna murni civilized/zivilisiert, apakah kita yang 
punya listrik, TV punya bisa tulis baca, terpelajar, komputer dan punya Agama 
lebih civilized/zivilisiert dari manusia yang awam dan terkebelakang 
peradabannya. Karena mereka2 umunnya tidak menimbun barang/makanan, menghargai 
alam dan lingkungan, terserah latar belakangnya apa mau animisme atau 
kepercayaan apapun, tetapi fakta yang bicara. 
Apakah karena kita2 yang KATANYA beradab, berarti mempunyai lisensi untuk 
menyuruh mereka ataupun memanipulasi agar supaya mereka beradab seperti 
KITA2??? Dengan dalih agama dan peradaban, tetapi mengambil untung sepihak 
saja, apakah itu bukan satu bentuk dari penjajahan??????????

Maafkan saja kalau tidak sependapat.

Wassalam,
Muljadi

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sun, 1 Aug 2010 21:45:38 -0700 (PDT)
> Von: bandarost <[email protected]>
> An: RantauNet <[email protected]>
> Betreff: [...@ntau-net] Re: Minangkabau & Jerman, Dulu & Sekarang

> On Aug 1, 11:44 pm, "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]> wrote:
> > Assalkamualaikum Wr.Wb. yth. Bapak Epy Buchari.
> >
> > Terimakasih atas ceramah/tulisan yang telah saya banyak baca dari Bapak
> Epy Buchari, yang mana banyak menambah horizon saya.
> 
> 
> Herr Muljadi serta sanak sapalanta nan ambo hormati,
> 
> Terima kasih atas tanggapannya yang sangat informatif (karenanya tetap
> bersifat pencerahan) tersebut ; sekalian saya mohon maaf atas tiga
> hal: pertama, salah menulis nama dengan huruf "y", kedua karena
> menggunakan kata panggilan "Herr", dan ketiga kalau postingan tersebut
> terkesan sebagai ceramah. Postingan tersebut hanyalah bagian dari
> kegalauan fikiran dan perasaan seorang Minang mengamati Minangkabau
> masa kini.
> Pada postingan yang lalu sanak Muljadi ini tidak keberatan dengan kata
> pak, bung, sanak atau lainnya (yang masih sopan tentunya). Saya pilih
> "Herr" karena saya yakin setiap hari di sana secara lisan atau
> tertulis beliau dipanggil dengan kata tersebut.
> 
> Yang menarik bagi saya dari uraian tersebut adalah ideologi Nazisme
> yang sangat nasionalist, pandangan mereka tentang asal muasal mereka,
> dan pandangannya tentang Yahudi, yang ternyata pada masa berikutnya
> mampu mereka ganti dengan ideologi dan paradigma baru.
> Tindakan pihak sekutu yang meluluh lantakkan negeri mereka dan
> memperhinakan pemimpin militer mereka di pengadilan Nurenburg,
> tampaknya juga dapat mereka "lupakan" secara bijaksana.
> Semua tampaknya demi mencapai sasaran akhir : negara Jerman yang
> bersatu, kuat, dan mampu mensejahterakan bangsanya. Tidak konsiten dan
> konsekuenkah (Istiqomah) mereka ? Apakah mereka terkategorikan bagai
> "baliang-baliang di ateh bukik" ?
> Mereka menurut saya tetap konsisten dan konsekuen dengan sasaran
> idealnya, tapi mampu melepaskan beban-beban masa lalu yang tidak lagi
> diperlukan untuk dipikul. Segunung sikon dan tantangan baru lebih
> mudah dihadapi dengan tubuh enteng tanpa beban-beban yang tidak
> diperlukan.
> 
> Jika menggunakan Jerman untuk membandingkan Minangkabau, menurut
> pendapat saya, salah satu  langkah strategis adalah dengan mendudukkan
> masa lalu Minangkabau pada posisi yang secara efektif  mampu mendukung
> cita-cita kemakmuran yang didambakan bersama, bertolak dari sikon dan
> tantangan masa kini dan masa mendatang yang lebih kompleks dan berat.
> Produk pemikiran dan penataan cerdik pandai serta  tokoh-tokoh
> bijaksana masa baheula yang amat sangat sesuai dengan sikon ratusan
> tahun yang lalu, tampaknya perlu di sana sini disesuaikan dengan
> kondisi kekinian dan masa depan.
> 
> Landasan idieelnya sudah tersedia yang merupakan produk para tetua
> tersebut yaitu ABS-SBK  dalam pengertiannya yang hakiki : Adat yang
> Islami (sebenarnya bisa disingkat lebih pendek : AI).........
> Kalau dia sudah "Islami" otomatis dia akan menjadi Rahmatan Lil
> Alamin......Adat yang seyogianya minimal menjadi Rahmatan bagi segenap
> warga Minang (termasuk penduduk Kabupaten Mentawai)......
> 
> Dalam menyongsong KKM, semoga para tokoh dan pemimpin Minangkabau yang
> terlibat dan terkait dengan helat besar ini mendapat Hidayah dan
> Taufiq dari Allah SWT untuk mampu menjalankan kepemimpinan dan
> ketokohannya itu semata-mata berorientasi pada upaya menjadikan ranah
> Minang sebagai Rahmatan bagi seluruh warga Minang di ranah dan di
> rantau.....Amiiin.
> 
> Kembali kepada perbandingan dengan Jerman tadi, kalau ex Jerman Barat
> dan ex Jerman Timur mampu bersatu demi Deutschland yang Uber Alles,
> melupakan masa lalu mereka yang merupakan beban semata, kenapa kita
> tidak mampu pula untuk "mengecilkan" perbedaan-perbedaan yang masih
> ada, demi Minangkabau yang sama-sama kita cintai ini....
> 
> Maaf dan Wassalam,
> 
> Epy Buchari
> L-67, Ciputat Timur
> 
> 
> 
> 

-- 
Neu: GMX De-Mail - Einfach wie E-Mail, sicher wie ein Brief!  
Jetzt De-Mail-Adresse reservieren: http://portal.gmx.net/de/go/demail

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke