Hehe... mantap oi...

Litak paruik mambaconyo.
Jadinyo ambo nio langsung pulo ka dapua, manggoreng maco jo samba lado.
Lanjut terus kisahnyo Da Jepe.

Cuma khawatir juo ambo, mak ngah di Santa Kuruih kok bapetai-petai pulo aie
liuanyo, ambo ndak tanggung jawab doh lah, :)
Atau kalua pulo ratok rabab uda Suryadi di Leiden :
"Baitu nasib parasaian tuan oi..., paruik litak nan bahadang, urang makan
asyik badendang"...  hehe... :)

Salam,

Murai Kukuban

---------------------------

Pada 23 September 2010 12.16, Jupardi <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> *Aqiqah Putri Buah Hati Andiko Sutan Mancayo  (lanjutan)*
>
> *By : Jepe*
>
> * *
>
>  .......................................
>
>
>
> Pandangan pertama begitu menggoda pada setiap piring-piring yang berisi
> aneka sambal (menu) di atas seprai, lihatlah di pojok sana agak jauh dari
> jangkauan saya tergeletak sepiring perkedel kentang ala masakan kampung,
> sepertinya Andiko menangkap sinyal apa yang saya suka *“Da perkedel
> kentang..cubolah lah “*  Ehem memang ini yang saya suka, dua potong
> perkedel kentang ukuran kecil berlabuh dipiring makan saya, selanjutnya
> memang tak tertahankan lagi, Andiko begitu antusiasnya  “memaksakan
> kehendaknya” agar saya menikmati semua hidangan yang tersedia. Apa boleh
> buat ini dunia lelaki dalam menikmati cita rasa masakan kampung dengan
> sentuhan tradisional yang dalam.
>
>
>
> Sedikit tapi pasti saya nikmati semuanya,  rendang belut yang agak berbeda
> “genre”  dengan rendang belut di kampung saya, seperti rendang daging
> kebanyakan begitu rendang belut khas masakan kampung andiko , potongan belut
> yang padat dicampur dengan kacang polong rasanya unik dan tentunya akan
> membelai lidah bergoyang tak terkendali ketika potongan belut  yang rapuh
> dikunyah bersatu dengan nasi serta kuah gulai kambing.Disayap kiri saya
> duduk, entahlah sepertinya Andiko “memprovokasi” saya dengan menghidangkan
> spesial gulai kepala ikan Padang (Tongkol) dengan kuahnya yang kental
> diantara kelopak insang ikan tersebut terkait daun ruku-ruku tentunya ini
> memberikan sebuah cita rasa dalam masakan khas ranah minang.
>
>
>
> *“cobain Da…itu untuak uda mah”  ya* sudah saya coba lagi…*mantapppp
> Andiko* hanya itu kata yang terucap dari mulut saya. Sepertinya ada yang
> kurang dalam hidangan ini, apa itu..ahaa ini dia, Andiko “berteriak”
>
>
>
> *“Mak..manyo samba lado , lupo mah amak manghidangkan buek Uda ambo mah
> katangahkanlah Mak”*
>
>
>
> Mmmm sepiring samba lado hijau dengan gilingan yang halus (sepertinya diuok
> dulu cabe hijaunya sebelum digiling) dihidangkan oleh mande Andiko. Samab
> lado ini cabe hijau ini sedikit basah itu melumuri bada (teri) kecil yang
> kecoklatan, kalau di Padang saya mengenal nama ikan teri ini dengan sebutan
> yang populer yaitu “Bada Kuriak” tapi orang kampung Andiko menyebutnya
> “Maco”. Rasanya tentunya membangkit selera makan tapi saya tidak bisa
> menjamin jika samba lado maco mande Andiko ini akan membuat yang patah hati
> akan kembali bersemangat lagi menggapai cintanya yang kandas , saya hanya
>  bisa menjamin jika makan samba lado maco ini akan membangkitkan lagi gairah
> selera yang patah.
>
>
>
>
>
> Sesendok samba lado maco menghiasi ujung piring makan saya tentunya paling
> cocok dipadu serasikan dengan buncis muda  manis yang diuokan tergeletak
> didepan  saya dalam piring,  ahhh tentunya sebuah sentuhan yang tampil beda
> ketika buncis manis yang dikukus ini dilumuri samba lado lalu ditingkahi
> rasa bada kuriak yang di sangrai bersatu lagi dalam lumatan nasi dari beras
> kampung yang putih ketika dimasak beras baru ini, kembangnya seperti yang
> sering saya dengar dari ibu saya tentang beras kampung yang enak ini
> “kembangnya seperti kembang bungo limau”
>
>
>
>
>
> ***
>
>
>
> Udahan dulu euyyyy laperrrr.. (Rita, Rina dan Andiko ini dulu ya..semakin
> keujung semakin seru ..yakin nggak..he he  maap-maap aja ya ..jika ini
> bagian provokasi saya terhadap kuliner ranah minang yang selalu kita cintai
> dan kita promosikan
>
>
>
> Salam -Jepe
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke