assalamualaikum, mohon izin bapak ibu, mamak sadonyo awak mambaranian diri maagiah analisa saketek tentang suku jawa batak minang serta cina indonesia berdasarkan buku antropologi yang saya baca waktu kuliah dulu, kebetulan yang manulis buku tu urang awak pulo tapi awak lupo namonyo. maaf agak panjang.
JAWA Mereka adalah suku diindonesia yang paling mampu menyesuaikan diri dengan etnis dan budaya lain bukan minangkabau walaupun di minangkabau ada pepatah "dima bumi dipijak disinan langik dijunjung" Mereka mau bekerja mulai dari level terendah (pembantu) dibandingkan suku minang, batak atau cina, namun kalo mereka berada diposisi atas (punya jabatan atau materi) mereka cenderung bersikap seperti "raja" dan cenderung membentuk "kerajaan kecil", Mereka cukup kompak sesama suku, Cenderung menganut budaya "memberi" dan suka "diberi" sehingga cenderung kompak dengan suku cina indonesia yang suka "memberi" untuk melancarkan usaha karena memang suku jawa ini banyak dipemerintahan karena memang faktor populasi mereka juga mayoritas diindonesia. CINA INDONESIA sangat kompak dan bahu membahu memajukan sukunya. jika ada salah seorang diantara mereka yang belum sukses mereka kompak membantunya hingga sukses. bantuannya bisa berupa modal dan lain2. namun bantuan ini cuma diberikan 3 kali, kalo sudah dibantu 3 kali masih gagal, maka orang yang gagal tersebut dibuang dari keluarga besarnya karena dianggap pembawa sial, namun mereka nan gagal taruih ko jarang terjadi. cenderung mendahulukan sesama mereka dalam menerima pekerja atau karyawan tak segan " memberi" untuk memuluskan usahanya persaingan antar keluarga kecil mereka hanya terjadi dalam hal keahlian masak (dak tau kini apo masih takah iko), karena keahlian memasak merupakan kebanggaan diantara mereka BATAK suka tampil sangat kompak sesama mereka. seperti kato uda sebelumnya jika mereka punya posisi mereka cenderung mendahulukan sesama mereka untuk diterima karyawan baru karena bagi mereka " kalo ada sodara sendiri kenapa cari orang lain" kemajuan mereka salah satunya karena hilangnya 1 generasi minang dalam perang ppri dan dukungan kompeni zaman dulu dimana mereka diberi posisi di perkebunan oleh kompeni dan didukung perkembangannya MINANGKABAU mandiri pupulasi awak diindonesia kecil tak sampai 1/10 rakyat indonesia cenderung individual makanya tidak kompak sasamo awak walaupun membaur dengan warga daerah rantaunya tapi sebenarnya mereka tidak benar2 membaur karena tetap teguh memegang adat merasa hina jika dikatakan tak beradat cenderung menghindari perselisihan ataupun konflik ( yang menyebabkan tidak total dan kompak pada saat prri) salah satu penyebab merantau adalah karena menghindari kekangan adat dikampung, namun sebaliknya dirantau pun tak mau melepaskan adat budayanya tidak suka tampil dan menerima jadi yang kedua walaupun sebenarnya lebih mampu dari yang lain ( contohnya bung hatta) itu nan takana dek awak dulu, maaf talalu panjang wassalam trisna/koto/28th/jkt ________________________________ Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> Kepada: Rantau Net <[email protected]> Terkirim: Jum, 24 September, 2010 18:48:59 Judul: Re: [...@ntau-net] Analisa dangka ambo tentang fenomena Etnis Batak Masalah yg Rina risaukan itu sudah lama jadi perhatian dan pemikiran saya, sambil bertanya pd diri saya sendiri; mengapa orang Batak sbg suatu suku bisa maju lebih cepat dari kita orang Minang? Sudah barang tentu kita bisa menyampaikan kesan pribadi kita masing-masing mengenai masalah ini, baik setuju maupun tidak setuju. Namun, jawaban yg paling obyektif tentunya kita peroleh melalui penelitian secara berlanjut ttg masalah ini. Sehubungan dengan itu, saya berharap masalah ketertinggalan kita ini dapat menjadi salah satu agenda dari Pusat Kajian Sosial Budaya (?) yg akan dibentuk oleh Universitas Andalas. Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -----Original Message----- From: "rinapermadi" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 24 Sep 2010 16:28:52 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: RE: [...@ntau-net] Analisa dangka ambo tentang fenomena Etnis Batak Pak Saaf, Ini memang ada betulnya, sebab pengalaman saya sendiri dan kawan-kawan personalia di batam ini, kami lebih sering menerima map lamaran kerja dari warga Sumut ini dibandingkan dari daerah lain jika ada pembukaan penerimaan pekerja. Pernah sekali saya didatangi seorang yang mengaku dari Disnaker Kota Solok, Bapak ini membawa beberapa orang tenaga skill sebab sudah dapat pelatihan dari Dinas disana. Tetapi dua orang yang dibawa ke tempat saya tidak berhasil untuk masuk bekerja sebab gagal ketika interview. Ketika saya tanya pada yang nginterview, dia bilang, duh Buk..sepertinya bukan mereka yang ingin kerja tp saya yang harus membujuk mereka untuk kerja, ga ada semangatnya. Olala.... sungguh saya sangat malu, sebab boleh dibilang, orang kampung saya dibilang begitu. Selain pencaker dari Sumut sebagai yang terbanyak, keduanya dari tanah Jawa, ketiganya dari daerah Palembang selebihnya dari kita dan daerah lain. Wassalam Rina -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
