Wadduh, sebentar lagi Padang dan Bukit Tinggi ?
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: andiko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 3 Oct 2010 12:08:05 
To: rantaunet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru

Maaf kalau indak berkenan

Salam

Andiko


Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru

PEKANBARU, KOMPAS.com - Saat ini terdapat sedikitnya 35 gerai (outlet) kondom 
yang beroperasi tersebar di beberapa tempat strategis di Pekanbaru. Hal ini 
diungkapkan staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Dede 
Hermania, di Pekanbaru, Kamis (27/5/2010).
"Outlet tersebut terlebih dahulu di survei oleh sejumlah LSM mengenai potensi 
penyebaran AIDS. Baru kemudian ditetapkan daerah tersebut sebagai outlet 
kondom," jelas perempuan yang akrab disapa Dede ini.
Dede menyebutkan beberapa tempat tersebut seperti penginapan, warung kopi 
maupun pangkalan truk dijadikan gerai kondom. "Pada tahun sebelumnya, hanya 
terdapat 22 outlet kondom, namun pada tahun ini meningkat menjadi 35. Hal ini 
berdasarkan tingginya potensi penyebaran HIV/AIDS di Pekanbaru," kata dia.
Menurut dia, kondom tersebut tidak diperjualbelikan. Namun untuk warga yang 
mampu dikenaan biaya Rp500, itupun jika mereka ingin membelinya. Sasaran 
utamanya adalah PSK dan kaum lelaki "hidung belang".
"Setiap pekan di Pekanbaru, setiap outlet rata-rata menghabiskan hingga 
mencapai 30 kondom. Jadi kira-kira dalam sebulan menghabiskan sekitar 4.200 
kondom baik yang untuk perempuan dan laki-laki," kata dia.
Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang sebulannya hanya 
menghabiskan sekitar 2.000 kondom. Kondom tersebut merupakan bantuan dari 
Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), yang diberikan pada KPA disetiak 
Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
"Meski demikian, masih banyak juga masyarakat yang malu menggunakan kondom dan 
akhirnya melakukan seks beresiko. Pihak KPA berupaya terus untuk menggalakkan 
sosialisasi penggunaan kondm ini," tutup dia.
Data KPA menyebutkan hingga Maret 2010, terdapat 130 penderita AIDS yang 
terdeteksi di Pekanbaru. Jumlah ini merupakan terbesar di seluruh Riau. 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke