Manuruik ambo tagantuang jo 'caro pengamalan' itu Pak Saaf. Kalau dibuek peraturan, misalnyo Perda, perda maksiat iko kan alah ado hampir di seluruh daerah di Sumbar, tamasuak provinsi. Apokah efektif menyelesaikan perosoalan? Labiah tapek kini perda tinggal perda. Bahkan perda nan dibuek ado pulo kecenderungan salah sasaran.
Misalnya 2004 dulu ketiko ramai-ramai ditentang pengesahan perda maksiat di DPRD Sumbar yang ado pasal melarang perempuan kalua di ateh jam 9 malam, kecuali dengan muhrim. Mukasuik perda ko bia bisa dilarang padusi kalua malam sahinggo Satpol PP bisa manangkok pelacur secara hukum. Masalahnyo, perda iko bisa pulo manangkok mahasiswi pulang baraja, pekerja swalayan atau hotel, jo amak-amak ka pasa pagi nan tibo jam 2 atau 3, atau juo padusi nan datang dari Jakarta jo bus transport. Iko namonyo 'peraturan mariam' untuak manembak 'ramo-ramo'. Kalau ambo lebih cenderung kasus sosial bantuan ko dicari akar persoalannyo dulu dengan penelitian nan komprehensif. Kalau bisa juo mengkaji keefektifan "penangkapan ala Satpol PP" dan panti rehabilitasi Andam Dewi (iko namo lembaga ko menghina adat!). Sebab urang nan ditangkok hampir itu ke itu. Jadi seperti main randai, baputa-puta di situ pitih abih. Penelitian tentu akan bisa menjawab akar persoalan: dari ma asa nyo dan solusinyo. Sebab kabanyo pelacur ko kebanyakan awal mulonyo masalah ekonomi. Kalau indak masalah ekonomi biasonyo mereka indak mancari supir truk doh. ABS-SBK? Bukankah salamo ko ABS-SBK subananyo alah menjadi filosofi adat (budaya) di nagari awak ko? Artinyo kehidupan masyarakat diukur dengan 'adat' dan 'agama Islam'. Sadonyo urang pasti setuju pelacuran ko bertentangan dengan 'adat Minang' jo 'agamo Islam'. Bahkan juo hukum positif Indonesia. Kalau ditanyo ka pelaku di TKP ambo raso mereka juo tahu (kecuali urang lua daerah). Iko miriplah jo pencurian, korupsi, marampok, mancilok tanah kaum, dan seterusnya. Kalau urang mengamalkan ajaran adat (minang) tidak akan ada pelacuran. Kalau urang mengamalkan agama Islam (juga agama lain) tidak akan ada pelacuran. Kalau urang mengamalkan Pancasila, Indonesia ko Adil, Sejahtera, Merata, semua agama saling menghormati: pelacuran pasti juo indak ado. Apakah pengamalan ABS SBK yang akan diusung dek KKM ko bisa mahambek? Ambo sangaik pesimis kalau bergerak di tataran konsep, aturan (misalnya yang paling radikal menerapkan ajaran syariah seperti di Aceh), atau jargon baru. Konsep: ABS-SBK iko subananyo alah sebuah konsep. Aturan: aturan ABS-SBK iko subanayo alah masuk ka hukum positif Indonesia, lagi sebagai aturan nonformal tetap berjalan di tengah masyarakat, penguatannya tergantung kegiatan di lapangan). Jargon: iko alah dipakai hampir sadonyo daerah dan kepala daerah di Sumbar (silakan cek di perda atau perogram menyangkut agama). Yang pasti kalau iko menjadi program pemerintah, dana APBD akan tapakai untuak hal nan (manuruik ambo) kurang efektif. Iko juo mancaliak kinerja pemerintah daerah awak ko nan indak barubah (molah kasalai sajo mahabiahan pitih). Apo lagi dana ko masih pinjaman negara ka negara nan kemungkinan dari urang, lembaga, negara, nan dilabeli kapie jo yahudi tu. Wassalam, Syofiardi (40/Padang) ________________________________ From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> To: Rantau Net <[email protected]> Sent: Sunday, October 3, 2010 13:40:19 Subject: Re: [...@ntau-net] Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru Lai katahambek dek pengamalan ABS SBK nan sadang diusuang dek KKM akhir bulan ko ? ( Itu kok KKM luput dari 'bombardemen' jajaran GM KKM). Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. ________________________________ From: Syofiardi BachyulJb <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 2 Oct 2010 23:29:49 -0700 (PDT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru Pak Saaf, Penanganan AIDS dan hubungannyo jo kondom ko memang dilematis juo. Kondom salah satu antisipasi meluasnyo menyebaran AIDS dari LB (Lakilaki Bejat) atau dari Pelacur (Pl), karano sangat potensi antar inyo, lalu ke keluarga (yg punya keluarga). Dilematis karena jalan keluar seperti ini hanya menghambat (tidak memberantas), tapi sekaligus seakan melegitimasi AMORAL. Padahal AIDS bisa mengenai orang tak bersalah melalui kontak darah (misalnya pisau cukur) dan kelahiran, selain seks (meski melalui jalur sah secara agama). Dilema lain adalah kondom itu tidak nikmat dan tidak menjamin hambatan 100 persen. Tapi manuruik ambo dalam kasus ko masalah krusial adalah seakan kehidupan seperti iko dilegitimasi negara karena menyediakan kondom secara legal. Lebih rumit lagi kalau hal semacam ini dilakukan di Sumatera Barat, misalnya di Jalan Diponegoro (Padang), pangkalan truk di Lubuk Sikaping dll, ini pasti dinilai para LB dan Pl sebagai sikap permisif pemerintah dan (lama-kelamaan) sikap permisif masyarakat. Kiro-kiro ado nan tahu apokah sudah ada penelitian tentang persoalan Pelacuran di Sumatera Barat. Misalnya lokasi, jumlah, asal pelaku, sebab, dan mungkin saja jalan keluar mengatasi. Wassalam, Syofiardi (40/Padang) ________________________________ From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> To: Rantau Net <[email protected]> Sent: Sunday, October 3, 2010 12:23:46 Subject: Re: [...@ntau-net] Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru Wadduh, sebentar lagi Padang dan Bukit Tinggi ? Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -----Original Message----- From: andiko <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 3 Oct 2010 12:08:05 To: rantaunet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru Maaf kalau indak berkenan Salam Andiko Ada 35 Gerai Kondom Gratis di Pekanbaru PEKANBARU, KOMPAS.com - Saat ini terdapat sedikitnya 35 gerai (outlet) kondom yang beroperasi tersebar di beberapa tempat strategis di Pekanbaru. Hal ini diungkapkan staf Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru, Dede Hermania, di Pekanbaru, Kamis (27/5/2010). "Outlet tersebut terlebih dahulu di survei oleh sejumlah LSM mengenai potensi penyebaran AIDS. Baru kemudian ditetapkan daerah tersebut sebagai outlet kondom," jelas perempuan yang akrab disapa Dede ini. Dede menyebutkan beberapa tempat tersebut seperti penginapan, warung kopi maupun pangkalan truk dijadikan gerai kondom. "Pada tahun sebelumnya, hanya terdapat 22 outlet kondom, namun pada tahun ini meningkat menjadi 35. Hal ini berdasarkan tingginya potensi penyebaran HIV/AIDS di Pekanbaru," kata dia. Menurut dia, kondom tersebut tidak diperjualbelikan. Namun untuk warga yang mampu dikenaan biaya Rp500, itupun jika mereka ingin membelinya. Sasaran utamanya adalah PSK dan kaum lelaki "hidung belang". "Setiap pekan di Pekanbaru, setiap outlet rata-rata menghabiskan hingga mencapai 30 kondom. Jadi kira-kira dalam sebulan menghabiskan sekitar 4.200 kondom baik yang untuk perempuan dan laki-laki," kata dia. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yang sebulannya hanya menghabiskan sekitar 2.000 kondom. Kondom tersebut merupakan bantuan dari Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), yang diberikan pada KPA disetiak Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. "Meski demikian, masih banyak juga masyarakat yang malu menggunakan kondom dan akhirnya melakukan seks beresiko. Pihak KPA berupaya terus untuk menggalakkan sosialisasi penggunaan kondm ini," tutup dia. Data KPA menyebutkan hingga Maret 2010, terdapat 130 penderita AIDS yang terdeteksi di Pekanbaru. Jumlah ini merupakan terbesar di seluruh Riau. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
