Dunsanak di palanta nan terhormat,

juga ada laporan tentang hasil pertemuan "pra KKM" kemaren yang dibuat oleh 
Kantor Berita Antara, silakan membaca dan menilainya. 
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/130505/rencana-pelaksanaan-kongres-kebudayaan-minangkabau-diundur.html

--- On Wed, 10/13/10, Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> 
wrote:

From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter
To: "Rantau Net" <[email protected]>
Date: Wednesday, October 13, 2010, 5:29 AM

   Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Sekedar catatan, bung Fahrul Rasyid ini termasuk kelompok kontra KKM, jadi 
tulisannya ini subjektif. Lagi pula, beliau tidak menghadiri rapat pra-KKM 
sampai selesai, sehingga bahannya tidak lengkap.
 Jika ingin objektif, bacalah reportase tentang event yg sama pd harian Padang 
Ekspres. Nanti saya usahakan meng-upload.( Saya sedang dalam perjalanan.)
 Wassalam,Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan 
kita.From:  Edy Utama <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 13:04:12 +0800 (SGT)To: 
<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter
Dunsunak palanta Rantau net yang terhormat,
Saya kirimkan tulisan Sdr. Fachrul Rasyd di Harian Singgalang Padang hari ini, 
yang lebih merupakan laporan jalannya pertemuan "pra kongres" yang terjadi 
kemaren di Padang. Silakan dunsanak seluruhnya menilainya.

Salam
Edy Utama

Rabu, 13 Oktober 2010
KKM Kembali ke Nol MeterFACHRUL RASYID HF



Niat Gebu Minang Jakarta untuk menyelenggarakan Kongres Kebudayaan 
Minangkabau (KKM) di Bukittinggi 30-31 Oktober ini harus diurungkan lagi
 setelah sebelumnya diundur dari rencana semula  23 dan 24 September 
2010 lalu. Kenapa?  Jawaban yang tepat datang dari mantan gubernur yang 
juga mantan Ketua LKAAM Sumatra Barat H. Hasan Basri Durin Dt. Mulia Nan
 Kuniang. 

Didaulat berbicara saat pembukan pra kongres Selasa (12/10)) Hasan 
menyebutkan adanya kusut yang belum selelsai. Katanya, cobalah 
dipelajari lebih jauh. Jika kusut bulu ayam, cukup paruh yang 
menyelesaikannya. Atau kusut benang, carilah pangkalnya. Tapi kalau 
kusutnya kusut sarang tempua, tak ada cara lain, apilah yang bisa 
menyelesaikan. “Coba pelajari lagi, kalau perlu panitianya dibentuk 
baru,” ujar Hasan Basri Durin.

Gubernur Irwan juga bersikap serupa. Katanya, keberatan dari berbagai 
pihak yang disampaikan kepadanya pantas dipertimbangkan. Namun demikian 
ia tidak dalam posisi menolak atau mendukung KKM. “Saya cuma 
memfasilitasi dan memediasi antara dua pihak agar acara hari ini bisa 
mendapatkan titik temu,” ujar Irwan sebelum meningggalkan ruangan, untuk
 melepas calon haji kloter pertama Sumatra Barat.

Saya yang ikut berbicara dalam dialog yang berlangsung kemudian menilai,
 saran mantan Ketua LKAAM Hasan Basri Durin dan Gubernur Irwan merupakan
 isyarat agar rencana KKM dikembalikan ke nol kilometer. Artinya, 
kembali menelisik sosok jo jarami, kembali ke awal.

Tapi beberapa pembicara kemudian bersikukuh untuk meneruskan kongres, diikuti 
atau tidak oleh pihak-pihak yang menolak.

“Kalau mereka memang keberatan mestinya hadir dalam pertemuan ini. 
Nyatanya tidak. Lalu, buat apa segelintir orang itu harus 
dipertimbangkan,” kata mereka.

DR. Syaafroedin Bahar Ketua SC Kongres malah bicara lebih keras. 
Katanya, KKM mutlak diadakan. Sebab, kini rumah gadang telah condong. 
Adat dan agama sudah banyak ditinggalkan. Buktinya, ada 141 kasus HIV 
AID ditemukan Bukittinggi dan Pasaman, dan ditemukan pula kondom 
berserakan di kawasan Bukit Lampu Padang. 

“Mana pernah ada reaksi MUI dan LKAAM atas kejadian-kejadian itu,” katanya 
menyindir pihak-pihak yang dianggap menolak KKM.

Meski banyak yang ngotot ingin meneruskan kongres, namun penjelasan 
Suwirman, notulen diskusi, membuat hadirin terpurangah.  Katanya, 
organisasi yang menolak KKM adalah MUI, LKAAM, Bundo Kanduang, Dewan 
Kesenian Sumatra Barat, dan beberapa tokoh masyarakat. Sementara tata 
tertib persidangan KKM menyatakan,  peserta KKM adalah seluruh 
organisasi di Minang. Artinya, jika organisasi di atas tak ikut, tentu 
kongres tak memenuhi syarat untuk diteruskan.

Akhirnya, menjelang masuk waktu Shalat Ashar panitia menskor sidang 
untuk memberi kesempatan panitia memutuskan apakah kongres dilanjutkan 
atau ditunda. Ternyata, keputusannya memang menunda KKM sampai November 
mendatang. Itupun dengan syarat jika Gubernur Sumatra Barat berhasil 
menfasilitasi pertemuan antara pihak yang pro dan kontra.

Sebetulnya, alasan penundaan KKM dari 23 dan 24 September 2010, serupa 
dan dari organisasi yang sama. Upaya Irman Gusman mempertemukan panitia 
di rantau dan tokoh masyarakat dari kampung di kediaman Ketua DPD RI  
itu di Jakarta, akhir Agustus lalu, hanya mencapai kesepakatan untuk 
mamparambunkan sementara rencana KKM itu sembari melakukan upaya 
pendekatan pihak pro dan kontra.  Sayang, belum jelas hasil parambunan 
itu,  muncul acara pra kongres dengan konsep dan panitia yang sama.

Kenapa banyak pihak menolak KKM? Agaknya lebih karena persepsi yang 
melatarbelakangi KKM yang dinilai belum beraspirasikan realita 
masyarakat Minang hari ini. Hal itu setidaknya terbaca dari prinsip KKM 
yang dinyatakan sebagai lembaga tertinggi masyarakat Minang. Tak jelas 
apakah itu lembaga tertinggi dalam pemerintahan Sumatra Barat atau di 
atas lembaga masyarakat adat. Di samping itu ada keinginan untuk 
membentuk forum tungku sejarangan mengikuti hirarki pemerintahan. Jika 
demikian, di mana posisi LKAAM, MUI, termasuk KAN, BPN dan sebagainya 
yang ada di nagari. 

Dari konsep KKM, baik tertulis maupun yang disampaikan secara lisan 
sebelumnya, terkesan penggagas kongres menganggap Sumatra Barat seolah  
wilayah pemerintahan adat dan mengabaikan Sumatra Barat sebagai sebuah 
wilayah administrasi pemerintahan yang terdiri 19 daerah otonom. Satu 
hal lagi yang dicemaskan, kongres itu hanya akan menjadi pengadilan 
istitusi masyarakat yang ada oleh para pembicara yang tak pernah 
terlibat bagaimana bergelut dalam kehidupan nyata di kampung. Artinya, 
bicara Minangkabau tentulah di mana bumi dipijak di situ langit 
dijunjung, bukan? (*)



      



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.




-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.




      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke