Assallamualaikum wr wb pak Bakhtiar Muin, pak Taufiq Rasjid, pak Dedi Nofersi, pak Eri Bagindo Rajo, pak Edy Utama, pak Chairul Djamal, pak Ahmad Ridha, pak Madahar, pak Ryan Firdaus & pak Saaf nan ambo hormati.
Baitulah Minangkabau sajak dari dahulu & sampai kini. Sesuatu nan ka ta sumbua, biasonyo ado nan malampok, bilo diagiahkan karajo ka inyo, banyak pulo nan salah kakok, maurus urang Minangkabau ko, samo jo mangantang anak ayam, ampek nan dapek sambilan nan lapeh. Namun handaknyo sabantuak pulo mamandikan kudo, nan mamandikan sato pulo mandi deknyo. Baitupun nan pamimpin - nan ditinggikan sarantiang, di dahulukan salangkah - namun mufakaik dipakaikan juo. Takadang, dek banyak sindia manyindia, acok juo tapakai di awak "Anjiang mangongong nan kafillah lalu juo". Kalau santiang mahalangi, atau mangatokan konsep urang buruak, caliakkan konsep awak nan kamek, sahinggo tabuka sadonyo sumbek. Iko bana nan alun tacaliak di ambo, bisa managahkan tapi indak ado jalan kalua nan lain. Nan tabayang kini dek ambo, berkemungkinan pihak nan menentang KKM ko diadokan, indak akan namuah ka sato juo, sabab memang indak namuah menghadiri undangan pra KKM nan alah diusahokan oleh SC KKM melalui mediasi Pemprov Sumbar pak Irwan Prayitno berserta jajarannyo. Sadangkan upaya iko alah diusahokan sajak lamo (awal Juli 2010) nan sureknyo ambo jo pak Mochtar Naim maantakan ka Pemrov Sumbar. Permohonan Mediasi ke Pemrov Sumbar http://www.facebook.com/album.php?aid=19657&id=110166529028119 Surat Gebu Minang Permohonan Audiensi Gubernur Sumbar http://www.facebook.com/album.php?aid=28471&id=110166529028119 Namun baitu, memang terjadi klaim meng klaim antara kedua belah pihak, dimana pernyataan klaim GM KKM dirilis pada berita-berita di Harian Singgalang yang kita baca selama beberapa bulan terakhir ini. Termasuk pula klaim dari Gubernur Sumbar yang bertolak belakang realitanya dengan berita di Antara. Kongres Kebudayaan Minangkabau Diundur http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/130505/rencana-pelaksanaan-kongres-kebudayaan-minangkabau-diundur.html Sebagai salah satu dari panitia KKM di sekre Padang, yang juga sejak Mei merilis page/halaman KKM 2010 di situs jejaring sosial Facebook, saya kira klaim dari panitia KKM merujuk pada surat mandat yang dikirimkan ke sekretariat KKM di Padang dengan alamat Balai Penelitian Sejarah & Nilai Tradisional (BPSNT) yang dikepalai oleh pak Nurmatias Zakaria. Sedangkan klaim dari pihak GM KKM saya tidak mengetahui secara persis sumber-sumbernya, apakah otentik ataupun hanya berbentuk opini saja. Saya kira, dengan adanya perbedaan-perbedaan mengenai KKM ini bisa membuka "mata hati" kita memang ada permasalahan di minangkabau yang perlu diupayakan bersama-sama oleh seluruh stake holder. Namun, tentunya kebersamaan itu mungkin cukup sulit untuk dilakukan - semoga Pemrov Sumbar bisa mengupayakannya -, sehingga banyak alternatif-alternatif yang bisa ditempuh dengan niat baik yang kita miliki. Saya kira, apabila "istilah" memang Kongres tidak bisa digunakan, mungkin seminar ataupun lokakarya sudah cukup baik dipakai sebagai istilah pada kegiatan ini. Yang terpenting adalah tindakan langsung yang turun ke nagari-nagari, yang mana sudah pernah saya lewakan pada milist ini. Tentu saja apa yang pernah saya sampaikan hanyalah segelintir ide, apabila kita kumpulkan ide-ide dari dunsanak yang lain akan jauh lebih banyak & lebih bernas dibanding beberapa ide yang pernah saya utarakan, baik di RantauNet, kepada SC KKM & pada page Pituah Adat Minangkabau yang saya kelola dalam bentuk tulisan. Menurut hemat saya, sekecil apapun sebuah ide, akan banyak bermanfaat apabila realisasinya dilakukan secara kontinyu (terus menerus), oleh karena itu saya kira siapa saja, organisasi apa pun bisa melakukannya, untuk kemajuan ranah minang yang terdiri dari 625 Nagari & 64 KAN. Mungkin hal ini juga pernah dirasakan pak Rainal Rais terhadap pendapat masayarakat Sulik Aie nan lain ketika merintis rencana pembangunan "jonjang saribu" di bukit Merah Putih, alhamdulillah sudah banyak orang minang yang bukan berasal dari Nagari Sulik Aie yang menapakan kakinya disana. Saya sendiri, secara pribadi hanya memiliki tenaga, waktu dan sedikit pemikiran untuk itu, yang tentunya tidak akan cukup memiliki daya upaya untuk langsung terjun ke nagari-nagari, agar bisa berbasah-basah "Mamadikan Kudo". Ada saran yang lain? Mohon pencerahan, semoga dipahami, amin ya Rabbal alamin. Banyak maaf. wasalam. AZ - 32th Padang -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
