Terima kasih sarannya, Sanak Ryan. Kami tidak punya banyak penulis kolom spt yg 
ada pada GM KKM. Juga tidak punya koran khusus di Sumbar yg mendukung kami, spt 
Singgalang, yg kelihatannya menjadi corong utama yang menyuarakan kampanye  
tokoh-tokoh GM KKM ini.
Para pendukung KKM di nagari-nagari juga belum terbiasa menulis di koran. 
Itulah sebabnya mengapa pendapat umum spt dikuasai penuh oleh kelompok GM KKM, 
baik di media cetak maupun di media elektronik, yang secara terus menerus 
menekan dan menghujat kami.
Kelihatannya aksi mereka ini cukup efektif. Para petinggi pemerintah  yg telah 
kami mohonkan perhatian dan dukungan thd KKM ini sekarang kelihatan ragu-ragu, 
walau mulanya bersedia mendukung. Apalagi oleh karena tokoh-tokoh GM KKM  ini 
juga menggunakan teknik 'political blackmail' misalnya dengan melancarkan 
kampanye: 'pilih rakyat atau KKM', yang tentu saja bikin takut pejabat yg 
dipilih melalui pemilihan umum.
 Yg konsisten mendukung kami adalah bung Armen Zulkarnain,32 th, bukan penulis 
kolom, tapi mantan aktivis mahasiswa yg skr berusaha secara kecil-kecilan, dan 
'nyambi' menjadi admin pituah adat Minangkabau di Facebook. Beliau juga jadi 
admin page Kongres Kebudayaan Minangkabau di Facebook. 
Silakan Sanak Ryan mengikuti postings beliau.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: Ryan Firdaus <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 04:24:20 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter

Ayahanda Saaf yang di hormati...

Kalau memang pengarang tulisan ini dari kubu GM KKM (atau mungkin Harian 
Singgalang juga)..saya usulkan ayahanda atau rekan2 yg lain juga up load 
berita/tulisan yg non kontra..sebagai perbandingan bagi kami yg jauh-jauh ini...

Walau pun kami mempunyai parameter sendiri untuk menilai mana yang benar2 
berjuang untuk menegakkan kebenaran, mana pula yang beria2 untuk menegakkan 
benang yang lembab..jangan lupa, media memegang peranan yang penting untuk 
mempengaruhi...

Selama ini kalau yang rajin meng-up load berita, hanyalah dari yg 
kontra..walaupun ada kata pengantarnya' sila kan menilai sendiri'...

Wassalam,

Ryan 43 Ipoh..Taqdir Tuhan yg menentukan, krn ngga di kasi tahu, mesti berusaha 
keras..Tawakkal



________________________________
From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
To: Rantau Net <[email protected]>
Sent: Wed, October 13, 2010 1:29:56 PM
Subject: Re: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter

Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Sekedar catatan, bung Fahrul Rasyid ini termasuk kelompok kontra KKM, jadi 
tulisannya ini subjektif. Lagi pula, beliau tidak menghadiri rapat pra-KKM 
sampai selesai, sehingga bahannya tidak lengkap.
Jika ingin objektif, bacalah reportase tentang event yg sama pd harian Padang 
Ekspres. Nanti saya usahakan meng-upload.( Saya sedang dalam perjalanan.)
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________

From:  Edy Utama <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Wed, 13 Oct 2010 13:04:12 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [...@ntau-net] KKM Kembali ke Nol Meter

Dunsunak palanta Rantau net yang terhormat,
Saya kirimkan tulisan Sdr. Fachrul Rasyd di Harian Singgalang Padang hari ini, 
yang lebih merupakan laporan jalannya pertemuan "pra kongres" yang terjadi 
kemaren di Padang. Silakan dunsanak seluruhnya menilainya.

Salam
Edy Utama


Rabu, 13 Oktober 2010 
 
KKM Kembali ke Nol Meter 
FACHRUL RASYID HF

Niat Gebu Minang Jakarta untuk menyelenggarakan Kongres Kebudayaan  Minangkabau 
(KKM) di Bukittinggi 30-31 Oktober ini harus diurungkan lagi  setelah 
sebelumnya 
diundur dari rencana semula  23 dan 24 September  2010 lalu. Kenapa?  Jawaban 
yang tepat datang dari mantan gubernur yang  juga mantan Ketua LKAAM Sumatra 
Barat H. Hasan Basri Durin Dt. Mulia Nan  Kuniang. 

Didaulat berbicara saat pembukan pra kongres Selasa (12/10)) Hasan  menyebutkan 
adanya kusut yang belum selelsai. Katanya, cobalah  dipelajari lebih jauh. Jika 
kusut bulu ayam, cukup paruh yang  menyelesaikannya. Atau kusut benang, carilah 
pangkalnya. Tapi kalau  kusutnya kusut sarang tempua, tak ada cara lain, apilah 
yang bisa  menyelesaikan. “Coba pelajari lagi, kalau perlu panitianya dibentuk  
baru,” ujar Hasan Basri Durin.
Gubernur Irwan juga bersikap serupa. Katanya, keberatan dari berbagai  pihak 
yang disampaikan kepadanya pantas dipertimbangkan. Namun demikian  ia tidak 
dalam posisi menolak atau mendukung KKM. “Saya cuma  memfasilitasi dan 
memediasi 
antara dua pihak agar acara hari ini bisa  mendapatkan titik temu,” ujar Irwan 
sebelum meningggalkan ruangan, untuk  melepas calon haji kloter pertama Sumatra 
Barat.
Saya yang ikut berbicara dalam dialog yang berlangsung kemudian menilai,  saran 
mantan Ketua LKAAM Hasan Basri Durin dan Gubernur Irwan merupakan  isyarat agar 
rencana KKM dikembalikan ke nol kilometer. Artinya,  kembali menelisik sosok jo 
jarami, kembali ke awal.
Tapi beberapa pembicara kemudian bersikukuh untuk meneruskan kongres, diikuti 
atau tidak oleh pihak-pihak yang menolak.
“Kalau mereka memang keberatan mestinya hadir dalam pertemuan ini.  Nyatanya 
tidak. Lalu, buat apa segelintir orang itu harus  dipertimbangkan,” kata mereka.
DR. Syaafroedin Bahar Ketua SC Kongres malah bicara lebih keras.  Katanya, KKM 
mutlak diadakan. Sebab, kini rumah gadang telah condong.  Adat dan agama sudah 
banyak ditinggalkan. Buktinya, ada 141 kasus HIV  AID ditemukan Bukittinggi dan 
Pasaman, dan ditemukan pula kondom  berserakan di kawasan Bukit Lampu Padang. 

“Mana pernah ada reaksi MUI dan LKAAM atas kejadian-kejadian itu,” katanya 
menyindir pihak-pihak yang dianggap menolak KKM.
Meski banyak yang ngotot ingin meneruskan kongres, namun penjelasan  Suwirman, 
notulen diskusi, membuat hadirin terpurangah.  Katanya,  organisasi yang 
menolak 
KKM adalah MUI, LKAAM, Bundo Kanduang, Dewan  Kesenian Sumatra Barat, dan 
beberapa tokoh masyarakat. Sementara tata  tertib persidangan KKM menyatakan,  
peserta KKM adalah seluruh  organisasi di Minang. Artinya, jika organisasi di 
atas tak ikut, tentu  kongres tak memenuhi syarat untuk diteruskan.
Akhirnya, menjelang masuk waktu Shalat Ashar panitia menskor sidang  untuk 
memberi kesempatan panitia memutuskan apakah kongres dilanjutkan  atau ditunda. 
Ternyata, keputusannya memang menunda KKM sampai November  mendatang. Itupun 
dengan syarat jika Gubernur Sumatra Barat berhasil  menfasilitasi pertemuan 
antara pihak yang pro dan kontra.
Sebetulnya, alasan penundaan KKM dari 23 dan 24 September 2010, serupa  dan 
dari 
organisasi yang sama. Upaya Irman Gusman mempertemukan panitia  di rantau dan 
tokoh masyarakat dari kampung di kediaman Ketua DPD RI   itu di Jakarta, akhir 
Agustus lalu, hanya mencapai kesepakatan untuk  mamparambunkan sementara 
rencana 
KKM itu sembari melakukan upaya  pendekatan pihak pro dan kontra.  Sayang, 
belum 
jelas hasil parambunan  itu,  muncul acara pra kongres dengan konsep dan 
panitia 
yang sama.
Kenapa banyak pihak menolak KKM? Agaknya lebih karena persepsi yang  
melatarbelakangi KKM yang dinilai belum beraspirasikan realita  masyarakat 
Minang hari ini. Hal itu setidaknya terbaca dari prinsip KKM  yang dinyatakan 
sebagai lembaga tertinggi masyarakat Minang. Tak jelas  apakah itu lembaga 
tertinggi dalam pemerintahan Sumatra Barat atau di  atas lembaga masyarakat 
adat. Di samping itu ada keinginan untuk  membentuk forum tungku sejarangan 
mengikuti hirarki pemerintahan. Jika  demikian, di mana posisi LKAAM, MUI, 
termasuk KAN, BPN dan sebagainya  yang ada di nagari. 

Dari konsep KKM, baik tertulis maupun yang disampaikan secara lisan  
sebelumnya, 
terkesan penggagas kongres menganggap Sumatra Barat seolah   wilayah 
pemerintahan adat dan mengabaikan Sumatra Barat sebagai sebuah  wilayah 
administrasi pemerintahan yang terdiri 19 daerah otonom. Satu  hal lagi yang 
dicemaskan, kongres itu hanya akan menjadi pengadilan  istitusi masyarakat yang 
ada oleh para pembicara yang tak pernah  terlibat bagaimana bergelut dalam 
kehidupan nyata di kampung. Artinya,  bicara Minangkabau tentulah di mana bumi 
dipijak di situ langit  dijunjung, bukan? (*) 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke