Sanak Ryan, terima kasih atas simpati Sanak kepada Panitya yg difitnah bung 
Darman Moenir ini. 
Kami harus mengelus dada dan menyabarkan diri terhadap sikap 'Budayawan Besar' 
ini.
Wassalam,

Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: Ryan Firdaus <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 05:36:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Darman Moenir : Titian Barakuak --> Bls: [...@ntau-net] TOKOH 
PIKIR SUMBAR

Dengan tak semena-mena, panitia penyelenggara KKM 2010, di fitnah...sengaja 
membuat titian barakuak untuk Gubernur Sumbar yang baru di lantik...sayang 
sekali, tersembul dari pena seorang Budayawan Besar....ka ba'a juo lai

salam,
Ryan 43 Ipoh


________________________________
From: Marindo Palar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, October 12, 2010 9:31:00 PM
Subject: Darman Moenir : Titian Barakuak --> Bls: [...@ntau-net] TOKOH PIKIR 
SUMBAR


Ini salah satu komentar Pak Darman Moenir, mengenai gonjang-ganjing Kongres 
Kebudayaan Minangkabau......


TITIAN BARAKUAK
Darman Moenir
 
GUBERNUR Sumbar yang belum dua bulan memerintah sengaja dibuatkan titian 
barakuak oleh panitia penyelenggara KKM 2010 dengan jalan mengadakan acara pra 
(suatu istilah yang aneh) Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 di Auditorium 
Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Selasa, 12 Oktober 2010. Sebagaimana bahaya 
laten titian barakuak, bila tetap lanjut melangkah, bisa-bisa Pak Gubernur 
terjerembab ke bandar atau sungai yang dalam, yang memungkinkan beliau patah 
riyuak. Lebih mengerikan lagi bila dalam sungai itu ada ular naga berbisa atau 
buaya putiah daguak. Metafora di atas hendak menjelaskan bagaimana panitia 
penyelenggara KKM 2010 (Gebu Minang) ingin, maaf, “memperalat” Gubernur Prof. 
Irwan Prayitno. Soalnya, untuk acara Selasa, panitia KKM “berhasil” melibatkan 
Pak Gub dengan status turut mengundang. Pertanyaan pertama, mengapa gubernur 
benar yang turut mengundang? Bukankah Gebu Minang itu hanya organisasi rantau? 
Jika logika ini diikuti, maka semua organisasi urang awak di rantau mana pun 
boleh memperalat gubernur? Perlu diingat, urang rantau, di mana pun mereka, 
tidak pernah dan memang tidak berhak (karena tak punya KTP Sumbar) untuk 
memilih 
(calon) gubernur. Dengan kata lain, Gebu Minang sama sekali tidak pernah 
menggolkan atau memenangkan Irwan Prayitno menjadi gubernur. Tiba-tiba, kini, 
demi Pra KKM, mengapa GM berani-berani menjebak gubernur? Berikut, bukankah 
sejak tersiar akan ada KKM, berturut-turut bahkan secara dahsyat mencuat 
penolakan agar KKM jangan diselenggarakan? Media-massa cetak di Padang bahkan 
Kompas memberitakan penolakan itu besar-besar. Pertama penolakan datang dari 
lembaga formal LKAAM, kemudian dari Bundo Kanduang, Dewan Kesenian Sumatra 
Barat, MUI Sumatra Barat, sejumlah tokoh penting dan utama (budayawan, seniman, 
wartawan, dan bahkan kalangan ilmuwan di perguruan tinggi) serta rakyat 
badarai. 
Bahkan di dunia maya malang-melintang penolakan dari urang awak seantero negari 
di jagad bumi. Ada situs Gerakan Menolak KKM 2010, dan 10.000.000 Urang Awak 
Menolak KKM 2010. Belum lagi penolakan dari mulut ke mulut, dari sms ke sms, 
dari fesbuk ke fesbuk. Gebu Minang (melalui OC dan SC KKM) beberapa kali 
menyebut, KKM yang telah bekali-kali tertunda dan sekarang berubah jadi Pra 
KKM, 
hendak dibuka oleh Presiden SBY. Kesan yang mengemuka amat hebat: KKM dibuka 
resmi oleh Presiden Republik Indonesia. Ternyata itu akal-akalan alias bohong. 
Disebut-sebut KKM dapat “persetujuan” dari Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MPR 
Taufiq Kiemas, Mendagri Gamawan Fauzi, Gubernur Irwan Prayitno. Ternyata itu 
hanya upaya mengapik kapalo harimau dan lagi-lagi pembohongan. Pada logo buklet 
edaran dijelaskan, KKM 2010 diselenggarakan juga oleh Pemda Sumbar, LKAAM, MUI, 
Unand. Adalah Rektor Unand, Prof. Musliar Kasim, dan Ketua LKAAM, M. Sayuti 
Datuak Rajo Pangulu, yang menyatakan, bahwa beliau-beliau itu tak tahu kalau 
logo institusi mereka digunakan. Bukankah ini tindak pembajakan sekaligus 
pembohongan terhadap publik? Tak kurang dari Pak Irwan Prayitno sendiri (duduk 
bersebelahan dengan saya dan beberapa sahabat sebelum buka puasa di rumah dinas 
Pak Irman Gusman, Jakarta, Ramadan lalu) yang menyatakan, soal KKM beliau lebih 
dulu hendak menerima masukan dari LKAAM, Bundo Kanduang, MUI dan tokoh-tokoh di 
Sumatra Barat. Institusi dan tokoh itu bahkan sudah menolak jauh sebelum Irwan 
Prayitno menjadi gubernur. Kini, Gubernur Irwan Prayitno digiring seolah 
“merestui” penyelenggaraan Pra KKM! Nah, sangat konkret, bukan, gubernur 
dibuatkan titian barakuak? Esensi dan substansi mengapa KKM dan Pra KKM ditolak 
sangat jelas: selain seurut trik dan pembohongan, bahkan bohong besar, ada 
upaya 
pengubahan pandangan hidup urang awak tanpa dimusyawarahkan dengan urang awak 
itu lebih dulu. Semua rumusan sudah jadi, tinggal ketuk palu, dengan kongres 
jadi “lokasi” legitimasi. Banyak, sangat banyak ninik-mamak, alim-ulama, 
cerdik-pandai, pemikir adat dan budaya serta bundo kanduang tidak dilibatkan 
menyangkut “rumusan yang sudah jadi” itu. Andai Pra KKM dan KKM tetap 
diselenggarakan, dikhawatirkan Minangkabau tercerai-berai. Padahal, sampai 
sakarang kini nang ko, Minangkabau sehat-walafiat. Tak ada yang mencemaskan. 
Tidak perlu pula diperhatikan slogan konyol di surat undangan Pra KKM itu: 
Satukan Visi, Persepsi & Langkah Untuk Menyukseskan Kebangkitan Kembali 
Minangkabau. Pertanyaan yang diantarkan slogan ini adalah visi, persepsi dan 
langkah apa? Dan apa selama ini Minangkabau tidur, tidak pernah bangkit? Juga 
sangat memasygulkan, surat undangan itu mengutip Quran Surat 13:11 dengan 
menggunakan diksi merubah (jelas dengan akar kata rubah) dan merobah (dengan 
akar kata robah). Padahal yang dimaksud adalah mengubah (dengan akar kata 
ubah), 
bukan? Menyedihkan penggunaan bahasa Indonesia Panitia Penyelenggara KKM 2010. 
Dan, tanpa maksud menghina, pada orang-orang sekualitas itu pula urang awak 
hendak memercayakan kongres? (*)


Salam,
Marindo Palar 

--- Pada Sel, 12/10/10, Dedi Nofersi <[email protected]> menulis:


>Dari: Dedi Nofersi <[email protected]>
>Judul: [...@ntau-net] TOKOH PIKIR SUMBAR
>Kepada: [email protected]
>Tanggal: Selasa, 12 Oktober, 2010, 1:02 PM
>
>
>Sastrawan
>Darman Moenir
> 
> 
>Lahir di Sawah Tengah, Pariangan, Batu sangkar, Sumatera Barat, 27 Juli 1952. 
>Berpendidikan Sekolah Seni Rupa Indonesia (tidak tamat), Jurusan Bahasa 
>Inggris 
>Sekolah Tinggi Bahasa Asing Prayoga, Padang (1974) dan tahun 1981 mengikuti 
>pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Bung  Hatta, 
>Padang.
> 
>Mulai menulis di usia 18 tahun. Karya-karyanya di muat di majalah Horison, 
>Titian, Panji Masyarakat, Pertiwi, Kartini, Ulumul Qur’an, Kalam, Kompas, 
>Pelita, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, Suara Karya, Media Indonesia, 
>Indonesia Raya, Republika, Berita Minggu (Singapura) dan surat kabar terbitan 
>Padang.
> 
>Beberapa sajaknya dimuat didalam Tonggak 4, Antologi Puisi Indonesia 
>Modern (edisi Linus Suryadi A.G), Dari Negeri Poci 2, Dari Negeri Poci 3. 
>Cerpen-cerpennya dimuat dalam sebuah antologi Cerpen-cerpen Nusantara 
>Mutakhir. 
>Karyanya berupa kumpulan sajak : Kenapa Hari Panas Sekali (1975), Tanpa 
>Makna (1977).
> 
>Karyanya dalam bentuk novel antara lain 
>: Gumam (1976), Bako (1983), Dendang (1988), Aku, Keluarga dan Tetangga(1993) 
>dan kumpulan cerpen: Jelaga Pusaka Tinggi (1997). Ia juga menulis novel 
>anak-anak : Surat dari Seorang Prajurit 45 kepada Cucunya, Di Lembah Situjuh 
>Batur, Tiga Cerita Anak-anak, Ingin Jadi Pak Habibie, Adik Bertanya Tentang 
>Laut 
>dan  Dongeng dan Kisah dari Minangkabau.
> 
>Pernah mengikuti Hari Sastra di Ipoh, Malaysia (1980), Asian Writers 
>Conference 
>di Manila, Filiphina (1981) dan pertemuan dunia melayu ’82 di Malaysia (1982). 
>Selain bekerja di Museum Negeri Provinsi Sumatera Barat,  Padang  ia juga 
>menjadi pengasuh dan Pemimpin Produksi di Bumi Teater. 
>
>
>http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/darman.html 
>
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib 
>mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke