Apakah WH ko alah mambaco draft KKM?

On 10/16/10, Marindo Palar <[email protected]> wrote:
> Assalamu'alaikum ,  Dunsanak sadonyo di palanta, nan ambo hormati....
>
> Sabanyak urang nan indak sanang jo Wisran Hadi, mungkin ado juo nan sanang
> jo beliau ko....
>
> Sabtu ini, ada tulisanWisran Hadi di Singgalang, dengan judul "menggelegar"
> : KKM Wajib Ditolak.
>
> Silahkan dimanuang inok kan dengan pikiran jernih.....
>
>
>
> Sabtu, 16 Oktober 2010
> KKM Wajib DitolakWisran Hadi
>
>
>
> Sistem matrilineal yang menyebabkan harta pusaka tinggi (sawah, ladang,
> hutan, rumah gadang, gelar kepenghuluan) terlindung sehingga sulit
> ditembus pihak lain untuk menguasainya, (termasuk pemerintah Belanda
> juga kewalahan mengambil tanah pusaka tinggi untuk perkebunan yang akan
> mereka adakan secara lebih luas).
>
> Maka, usaha untuk meniadakan, mengubah dan menggugat sistem matrilineal
> tersebut dilakukan sedemikian gencar dengan tujuan agar tanah pusaka
> tinggi milik suatu kaum dapat diubah stastusnya menjadi “tanah hibah”
> yang pada akhirnya dapat dihibahkan atau dikuasai pihak pemerintah.
>
> Dari pemerintah, kemudian tanah tersebut “dialih pakaikan” kepada pihak
> lain atau kepada perusahaan-perusahaan besar atau pihak asing.
>
> Tanah di Sumatra Barat mengandung banyak bahan mineral, termasuk juga
> uranium. Tetapi selagi tanah tersebut dikuasai oleh sebuah atau suatu
> kaum, sulit bahan mineral itu dikuasai sepenuhnya.
>
> Satu-satunya jalan adalah, mengubah sistem tersebut menjadi sistem
> patrilineal atau sistem parenal plus. Jika hal itu dapat dilakukan,
> maka semua tanah kaum akan berguguran, tidak lagi menjadi milik kaum.
> Tetapi menjadi milik pribadi pribadi, yang pada akhirnya mudah
> diperjual belikan.
>
> Jadi, usaha mengubah sistem matrlineal kepada suatu sistem yang lain
> mempunyai tujuan yang besar, menghancurkan hak kepemilikan kaum
> terhadap tanah ulayatnya.
>
> Karena tanah ulayat tersebut menyimpan berbagai bahan mineral yang
> sangat tinggi nilai ekonominya, sangat strategis kegunaannya dan sangat
> politis untuk perebuan sebuah kekuasaan Indonesia masa datang. Maka
> tanah demikian harus segera direbut dari perkauman orang Minang ini.
>
> Sedangkan isu untuk menjalankan “adat basandi syara’, syara’ basandi
> kitabullah” sepenuhnya yang dicanangkan oleh segelitir orang rantau
> sebagai tema Kongres Kebudayaan Minangkabau, hanyalah merupakan sebuah
> label atau peti kemas yang cantik pembungkus niat untuk merombak sistem
> matrilineal yang telah terbukti tanguh dapat melindungi harta pusaka
> sebagian besar orang Minangkabau. Ibarat sebuah botol bewarna gelap
> yang kita tidak tahu apakah isinya racun atau obat dengan lebel “atas
> izin dokter”.
>
> Sayang sekali, para pendukung KKM (baik mereka yang mendukung sejak
> mula, mereka yang hanya mendukung separo jalan maupun mereka yang “naik
> di jalan”) ditambah dengan segelintir akademisi, karena mereka tidak
> membaca draft kongres yang telah disebar luaskan itu secara teliti,
> mereka hanya percaya pada label yang indah itu saja; mengamalkan
> ABS-SBK bagi orang Minang di kampung.
>
> Akan tetapi ABS-SBK bagi orang Minang di rantau tidak pernah disentuh
> atau disebut-sebut, karena tidak ada tanah pusaka yang akan
> diperebutkan di rantau.
>
> Jadi, jika ada sebagian orang menganggap bahwa Limbago Pucuak Adat Alam
> Minangkabau, LKAAM, MUI, Bundo Kanduang, sebagian besar budayawan,
> seniman dan wartawan menolak dengan keras KKM tersebut sebagai
> orang-orang yang tidak mau menjalankan ABS-SBK secara benar, maka
> mereka yang punya anggapan demikian sebaiknya meneliti sepenuhnya dan
> hal-hal yang tersirat lainnya dari draft KKM yang diedarkan tersebut.
>
> Rencana mengadakan KKM sudah mengalami pengunduran berkali-kali.
> Mula-mula direncanakan bulan Juli, kemudian diundur Agustus, diundur
> lagi September dan sekarang diundur lagi sampai pertengahan November.
> Sebodoh-bodoh ummat, tentulah mereka bertanya; kenapa ngotot sekali
> pihak Gebu Minang mau melaksanakan kongres tersebut? Dan kenapa pra-KKM
> dengan menyerobot datang harus dibarengi dengan mencaci-maki orang
> kampung sendiri, mencaci-maki wartawan, institusi yang sah,
> membelakangi anjuran Gubernur Sumatra Barat supaya KKM ditiadakan?
>
> Konon, mereka yang dari rantau, yang menggagas KKM ini adalah
> orang-orang Minang yang hebat, pintar dan berpengalaman. Dengan
> caci-maki, dengan penyerobotan dan dusta-dusta, apakah mereka masih
> bisa dianggap hebat, pintar dan berpengalaman? Masih pantaskah mereka
> para pendusta dan pencaci-maki itu untuk dihormati?
>
> KKM wajib ditolak. Kalau tidak ditolak, maka orang Minang pada
> keturunan berikutnya akan sama nasibnya dengan saudara-saudara kita di
> Papua sana yang tanahnya diambil sedemikian luas untuk pertambangan
> emas, biji besi, dan entah apa lagi jenis mineral yang dikeruk dari
> perut bumi Irian Jaya oleh pemerintah asing. (*)
>
> http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=1273
>
>
> Salam,
> Marindo Palar
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau: Deli, Jakarta,
sekarang Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada
menjadi sebatang lidi"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke