Assalamualikum wr wb
Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,
Tahun 2004 saya pernah menerima kontrak kerja pembuatan film dokumenter jenis
tutorial dari Japan International Coorporation Agency (JICA) yang bekerjasama
dengan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) di Sawahlunto. Film ini
bertujuan untuk publikasi & promosi BDTBT yang melatih tenaga ahli Underground
Mining seperti batu bara, emas, tembaga, dll dari seluruh perusahaan
penambangan
di Indonesia. Ada 5 expert asing dari Jepang sebagai rekan kerja saya waktu
itu,
meliputi mechanical, safety, environment, mining, electrical engineering serta
seorang 1 orang chief dari ke lima bidang tersebut.
Dari ke enam expert ini saya "berjibakutai" selama 6 bulan memahami teknologi
penambangan bawah tanah, mempelajari skema kerja, istilah-istilah tambang bawah
tanah hingga sejarah penambangan di Jepang & Indonesia (sebab untuk memproduksi
sebuah film dokumenter, kita harus memahami apa yang akan difilmkan). Dari
pertemanan selama 6 bulan, akhirnya saya memahami, mengapa orang Jepang saat
ini
mulai menahan diri melakukan eksplorasi dinegaranya sendiri, padahal data yang
saya pelajari berikut film dokumenter dari jepang yang jumlahnya ada 68 judul
film (masing-masing 2 keping cd per judul) memuat teknik, lokasi, dan pemetaan
potensi tambang bawah tanah di Jepang. Rata-rata film-film itu diproduksi tahun
1985 hingga 1997 dengan bahasa jepang dan subtille bahasa inggris.
Sebagaimana yang saya ketahui, sejak 1969 mereka sudah menambang batubara di
kedalaman 600 m dibawah permukaan laut, yang menghubungkan kedua pulau Ekeshima
& Hikishima. Pada kedalaman tanah 600 meter ini penuh dengan alat berat seperti
ratusan poweroof support (PRS), rangkaian belt conveyor yang panjangnya hingga
6.2 mill hingga lori yang hilir mudik mengangkut pekerja tambang.
"Deposit di Jepang masih banyak ne, tapi saya kira emen san setuju karena
mengimport dari indonesia masih jauh rebih murah. Ragi pura, seruruh
mesin-mesin
tambang diimport dari negara kami" seperti yang disebutkan Hisadomi san kepada
saya (orang Jepang memang sulit menyebutkan huruf "L" dengan lidahnya).
Bincang-bincang ini sering saya dapatkan ketika memenuhi undangan makan malam
yang selalu disertai minuman keras bagi ekspatriat Jepang dari JICA & JCOAL
(mereka semua dalam kondisi mabuk).
Saya kira, kita tidak perlu mengharapkan Sumbar (khususnya minangkabau)
buru-buru mengelola potensi mineral tambangnya. Oleh karena itu saya sering
menyebutkan dipalanta RN, perkuatlah ekonomi nagari dengan melakukan
pendampingan di sektor IT (website nagari), pertanian, perikanan, peternakan,
UKM & pariwisata. Semoga dipahami, amin ya Rabbal alamin.
wasalam
AZ - 32 th
Padang
asa nagari Kubang - 50 Koto
babako ka nagari Canduang Koto Laweh - Agam
________________________________
Dari: Bot S Piliang <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 20 Oktober, 2010 08:55:31
Judul: Re: Posting lamo.... Minyak di Singkarak Re: Bls: Bls: [...@ntau-net]
Re:
URANIUM.
Setuju Da Reza...
Sewaktu ambo dapek bonus dari kantua untuak Benchmarking ka Selandia Baru,
disitu masyarakatnya memaksimalkan potensi pertanian.Seluruh industri
berbasiskan pertanian, dan peternakan. Tak heran Susu dan Daging dari Selandia
Baru adalah salah satu produk dairy yang terbaik didunia.
Apakah mereka tidak punya bahan tambang? Tentu saja, mereka punya potensi batu
bara dan bahan mineral lainnya, namun mereka tidak mengeksplorasi. Kenapa?
Pertama karena biaya eksplorasi disana mahal, lebih murah kalau beli langsung
dari Indonesia. Kedua, bahan tambang dan bahan mineral memang mereka simpan
sebagai cadangan masa depan. Ketiga, buat mereka, kelestarian alam jauh lebih
berharga dan mereka membuktikan bahwa dengan pertanian dan peternakan saja,
negara di tengah laut lepas pun bisa mamkmur dan memiliki tingkat kesejahteraan
dan standar kualitas hidup yang tinggi.
Kondisi ini hampir sama dengan Sumbar, cuma karena kita kena euforia dan silau
dengan gemerlap minyak dari propisi tetangga dan kilap batubara dari selatan,
kita pun buru-buru ingin mengoyak perut bumi Ranah Minang tercinta. Padahal
kita
dikarunia tanah yang subur untuk pertanian dan holtikukltura, iklim yang bagus
untuk peternakan, alam yang indah, energi air melimpah, dan seni budaya yang
kaya.
Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300
--- On Tue, 10/19/10, muhammad syahreza <[email protected]> wrote:
>From: muhammad syahreza <[email protected]>
>Subject: Re: Posting lamo.... Minyak di Singkarak Re: Bls: Bls:
>[...@ntau-net]
>Re: URANIUM.
>To: [email protected]
>Date: Tuesday, October 19, 2010, 12:09 PM
>
>
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>Tuhan indak marubah nasib suatu kaum kecuali kaum tu nan marubah
>nasibnyo sorang...kito caliak lah ka negara yang miskin SDA sarupo
>Korea jo Japang, tapi inyo bisa jadi negara maju, itu karano
>masyarakatnyo semangat ingin survive dan marubah nasib. Kalau kito
>bandiangkan dari segi skill di level ASEAN se mungkin masyarakat kito
>indak kalah, tapi kalau kito bandiangkan dalam produktifitas misal
>dengan negara Myanmar...untuk level buruh spirit nyo urang Indonesia
>masih jauah di bawah, apolagi urang Minang nan populer dengan galia
>nyo. Ambo sapakaik jo Pak ZK, inyo salah satu contoh figur yang bisa
>mambaliakan keadaan dirinyo..dari Zero to Hero.
>SDA tu indak harus dalam bentuk bahan galian mineral, ado nan kadang
>talupokan misalnyo Minyak Atsiri, mungkin nan populer di Sumbar hanyo
>minyak Nilam, tapi masih banyak jenis lain nan alun dibudidayakan dan
>dikembangkan, potensi untuak itu ado, karano indak paralu dalam
>bantuak perkebunan besar, perkebunan rumah pun bisa. Disampiang tu ado
>lai kerajinan untuak handicraft, yang sangaik banyak pengembangan
>varian-nyo. Tagantuang kreatifitas dan spirit untuak marubah nasib lai
>bantuak pak ZK.
>
>Hormat saya
>
>Muhammad Syahreza
>
>HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
>
>Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.wordpress.com
>
>Setiap pengusaha
>sekecil apapun kita
>semuda apapun kita
>dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!
>
>Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
>maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!
>
>Kunjungi Sumbar online di :
>
>www.west-sumatra.com
>www.mentawaiislands.com
>www.newsikuaiisland.com
>www.visitminangkabau.com
>www.aloitaresort.com/diving
>www.cimbuak.net
>
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.