2010/10/25 <[email protected]>

> Hebat kan urang nan sadang malakukan ibadah haji pun amuah pulo mambaia suap 
> untuak mancium batu nan samo sakali
> indak ado hukum wajib atau pun sunah dalam ibadah haji
>

Pak Tasril, setahu saya mencium Hajar Aswad termasuk sunnah thawaf
(yang merupakan bagian dari ibadah haji).

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu mengisahkan: “Aku melihat Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala beliau tiba di Mekkah, dan
menjalankan thawaf pertama kali, beliau menyentuh Hajar Aswad, lalu
berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran.” (HR. al-Bukhari dan
Muslim)

Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu mencium Hajar Aswad dan berkata:
“Sungguh demi Allah aku menyadari bahwa engkau adalah sebuah batu yang
tidak bisa memberi manfaat atau madharat, dan seandainya aku tidak
melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, niscaya
aku tidak akan menciummu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Allahu Ta'ala a'lam.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke