Riri jo Fitr, BKMG mengumumkan potensi tsunami itu sudah berakhir sasuai jo nan ambo tau itu lah sasuai jo prosedur mereka dan internasional. Gampo berkekuatan diateh 7 reichter dan kedalaman kurang dari 60 KM(?) berpotensi tsunami, dengan jangka waktu nan alah ditentukan potensi sudah berakhir. Batas waktu ko dibuek berdasarkan perhitungan, simulasi dan kesepakatan para pakar sadunia dan dilengkapi dengan informasi2 dari pantai2 daerah nan kanai gampo. Dalam kasus Mentawai ko sabana no tsunami tu lah tajadi sebelum batas waktu berakhir tadi. Cuman permasalahan no saat itu komunikasi jo Mentawai (Pagai) ko terputus dan indak ado urang lua nan tau ado tsunami nan tajadi.
Wassalam Tan Ameh Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 26 Oct 2010 19:00:17 To: Milis RantauNet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Indonesia tsunami kills 23, leaves scores missing Fitr, Kalau begitu, harusnya posting yang tadi nak pakai kata "mungkin" kali ya. Riri 48/L/bekasi Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Fitr Tanjuang <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 26 Oct 2010 13:41:15 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Indonesia tsunami kills 23, leaves scores missing Pak Riri, mungkin bukan masalah pilih kasih, atau salah strategi atau salah kebijakan. Tapi memang realitanya alat tsb ada hanya di dekat pantai padang (sumatra), da tidak dipasang di barat mentawai. Minimal menurut berita di bawah ini... wassalam fitr tanjuang ---- http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/10/27/142695-ini-dia-pendorong-banyaknya-korban-di-mentawai Republika OnLine » Breaking News » Nasional Ini Dia Pendorong Banyaknya Korban di Mentawai Rabu, 27 Oktober 2010, 00:12 WIB REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Banyaknya korban akibat tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, disebabkan karena Kepulauan Mentawai tidak memiliki alat pemantau gelombang atau tide gauge. Alat tersebut hanya terpasang di Padang dan pantai-pantai sekitarnya. “Karena ketiadaan alat itu, tsunami Mentawai tidak terpantau. Kami saja baru tahu hari ini (26/10),” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, berdasarkan laporan Harian Singgalang, Selasa (26/10). Maka dari itu, tsunami yang terpantau hanya yang terjadi di Padang. Itu pun, lanjutnya, tsunami dengan skala kecil yakni 0,461 meter. “Pemerintah tidak salah jika mencabut status potensi tsunami, karena untuk di daratan Sumbar aman,” lanjutnya. "Sayangnya, alat pemantau gelombang di pesisir Padang, tidak meraung-raung seperti dalam latihan tsunami," ungkap Ipes Andesta Pessel, salah satu warga Kota Padang. Ia menuturkan, sirine di Taman Budaya dapat berbunyi saat peringatan setahun gempa pada 30 September lalu. “Saat gempa dan berpotensi tsunami pada Senin (25/10), malah tidak berbunyi,” ucapnya. Padahal, lanjutnya, masyarakat begitu mengandalkan alat tersebut sebagai bentuk kewaspadaan. Maka dari itu, saat terjadi gempa dan tidak ada bunyi sirine, masyarakat langsung panik. Seketika, warga langsung berlarian menuju ke daerah lebih tinggi. Selain di Taman Budaya, alat pemantau gelombang di Pasar Tiku dan Agam, juga tidak berbunyi. 2010/10/26 Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>: > Fitr, > > Mungkin ada baiknya kita berpikir agak netral (kalaupun tidak positif) > sedikit, dengan tidak serta merta menganggap adanya kesalahan sistem > pendeteksian dan penanggulangan bencana. > > Saya rasa pihak otoritas tidak sembrono untuk pilih kasih antara Sumbar > daratan dengan Kepulauan Mentawai. Otoritas di bidang itu kan Pemerintah > (pusat), jadi mereka tidak akan melihat pembatasan wilayah administratif. > > Masalah gempa di Sumbar itu kan isu yang menarik perhatian internasional, > jadi otoritas tidak akan gegabah. > > Juga, disitu ada civitas academica yang tentunya juga sangat concern thd itu. > Saya yakin Unand ga diam2 aja kok. > > Riri > 48/L/bekasi > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
