Mungkin bukan komplain. Kita hanya menyayangkan skln berbagi bahwa cara 
penyampaian seperti itu kurang tepat. Dg berbalas pantun seperti ini, kan juga 
pelatihan buat adik-adik kita yang masih muda-muda yang siapa tahu jg bakal 
duduk di ruang Dewan tsb nanti. Kalau langsung dikarbit, sudah sama2 kita lihat 
hasilnya. Stlh dpt alasan itu, barulah knp hari ini kito gak tahan utk tidak 
sharing akhirnyo disiko. 
 
Kito kurang pandai badebat panjang-panjang soalnyo. Bisanyo cuman mamatiak 
kodak sajo nyo. Tp masih juo tapikia misalnyo dalam konteks bencana Merapi 
dan caro bapikia yg samo jo paja itu, baa kiro2 kalau kalua pulo kecek (bukan 
dari paja itu) sarupo iko ke publik: "Salah sendiri, kenapa milih hidup di 
gunung. Kalau takut, jangan hidup disana. Sudah resikolah kalau akhirnya kena 
letusan gunung berapi...". 

Utk Pak Saaf, ambo indak bisa menilai pantas dan tidak. Kito masih punyo nurani 
dan nurani biasonyo indak pernah bohong...! Iko ambo sharing disiko dek krn 
indak tahan ambo makan surang sajo... Dari pado "makan kadalam" beko...:)
 
Tarimo kasih atas tanggapan dunsanak kasadonyo. Semoga kapalo kito tatap dingin 
dan kito menjadi makin arif. Sasuai pasan dari Buya HMA lewat SMS tadi malam 
ttg isu iko: "Piliahlah Pemimpin yg peduli nan mangarati local wisdom... Yg tak 
punya kepedulian, tak usah dulu jadi pemimpin nusantara ini yg memiliki ratusan 
adat budaya luhur, bukan permissiveness..". Silahkan diskusi langsuang jo Buya, 
jaan jo ambo...:)
 
Maaf, baliak lah ambo kasawah dulu... Mokasih...
 
Wass,
Nofrins

--- Pada Kam, 28/10/10, Riri Chaidir <[email protected]> menulis:


Dari: Riri Chaidir <[email protected]>
Judul: Re: [...@ntau-net] Marzuki: Tsunami Itu Konsekuensi Warga yang Hidup di 
Pulau
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 28 Oktober, 2010, 9:17 AM


Dunsanak Sadonyo,


Begitu pernyataan Marzuki ini muncul di detik.com kemaren siang/ sore, ini 
langsung menyebar di FB, Twitter, milis, bbm groups. berbagai koran online. DI 
kaskus ada beberapa threads mengomentari ini. Di Detik.com sampai pagi ini saya 
lihat lebih dari 530 komentar (termasuk saya). Di Twitter nya detik.com juga 
lebih dari 100 komentar.


Sesanggup saya membaca, tidak ada satupun yang membela atau mendukung 
pernyataan Marzuki ini.


Tapi begitu sabantako ambo baco pulo di Palanta ko, timbua pertanyaan di diri 
ambo. 


Sebagai orang Sumbar, apakah yang harus ambo lakukan? Mengulang "umpatan" di 
detik.com sehingga menjadi orang ke 540 yang komplain, ikut mengeluh di kaskus, 
atau berdiskusi panjang lebar di Palanta ko?


Atau ada yang lain yang lebih "worth" dibandingkan "mengumpat" Si Juki tu?


Riri
48/L/bekasi













2010/10/28 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>












Pak Nof dan para sanak sapalanta,Patut kita bertanya: pantaskah beliau ini 
menjadi Ketua DPR RI?




Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.



--- On Thu, 10/28/10, Y. Napilus <[email protected]> wrote:


From: Y. Napilus <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Marzuki: Tsunami Itu Konsekuensi Warga yang Hidup di 
Pulau
To: "RantauNet2 Milis" <[email protected]>, "Milis SMA1Bkt" 
<[email protected]>
Date: Thursday, October 28, 2010, 8:52 AM










Pernyataan ini amat disayangkan banyak pihak...
 
Rabu, 27/10/2010 15:43 WIB
Marzuki: Tsunami Itu Konsekuensi Warga yang Hidup di Pulau  
Rachmadin Ismail - detikNews


Your browser does not support iframes.




Jakarta - Bencana gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, sudah 
merenggut ratusan korban jiwa. Bagi Ketua DPR Marzuki Alie, musibah tersebut 
adalah risiko penduduk yang hidup di wilayah pantai.

"Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di 
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut ombak jangan 
tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana seperti tsunami, maka 
proses evakuasinya menjadi sulit.

"Siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang 
kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat nggak 
meninggalkan pulau?" tanya Marzuki.

Bahkan dia menyarankan agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini bertujuan 
agar bencana serupa tidak lagi terjadi di Mentawai.

"Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan tsunami 
dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya.

Terakhir, Marzuki mengimbau agar bantuan terhadap korban Mentawai terus 
diberikan. Selain itu, kerusakan alat BMKG soal peringatan tsunami juga perlu 
diperbaiki.

"Kalau rusak diperbaiki. Kalau hilang dibeli lagi," tutupnya.

Bencana Mentawai telah merenggut 113 jiwa dan ratusan lain masih hilang. Cuaca 
buruk dan medan yang sulit membuat proses evakuasi korban. Sedikitnya ada 6 
ribu penduduk yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut.

(mad/lrn) 
 
Sumber: 
http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/154326/1476728/10/marzuki-tsunami-itu-konsekuensi-warga-yang-hidup-di-pulau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.





-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke