Surat Untuk YTH Bapak Marzuki Ali, Semoga Bapak Diberi RidhoNYAoleh Denni 
Risman pada 28 Oktober 2010 jam 11:50Yth Bapak Marzuki Ali, Ketua DPR RI dari 
fraksi Partai Demokrat. Semoga Bapak selalu diberi petunjuk dan ridhoNYA dalam 
menjalankan tugas sehari-hari.Komentar
 Bapak dalam kondisi kami di Sumatra Barat yang sedang berduka dengan 
musibah menimpa saudara kami di Kepulauan Mentawai, seperti sebuah 
peluru tajam menohok kami di belakang.Saya kutip kembali kalimat 
bapak; Marzuki: Tsunami Itu Konsekuensi Warga yang Hidup di PulauMenurut
 politisi Partai Demokrat ini, seharusnya warga yang takut  ombak jangan
 tinggal di daerah pantai. Alasannya, jika ada bencana  seperti tsunami,
 maka proses evakuasinya menjadi sulit.  "Siapa  pun 
yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir pantai. Sekarang  kalau 
tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam sebelumnya, sempat  
nggak meninggalkan pulau?" tanya Marzuki.  Bahkan dia 
menyarankan  agar warga Mentawai dipindahkan saja. Hal ini bertujuan 
agar bencana  serupa tidak lagi terjadi di Mentawai.  "Kalau
 tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan  tsunami 
dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan," sambungnya Bapakku yang 
terhormat;pepatah Minang mengatakan; "jika takut dilamun ombak, jangan berumah 
di tepi pantai"Dan
 kami warga pesisir dan warga kepulauan, memang sudah takdirnya untuk 
tinggal disini. Sama juga dengan takdir Bapak yang tinggal di Jakarta 
dan menjadi orang nomor satu di DPR. Takdir tidak bisa dilawan. Karena 
itu adalah misteriNYA. Semoga Bapak juga paham, kalau Bapak termasuk 
orang yang beriman. Sebagai orang pesisir, seperti pepatah
 tadi, kami paham dengan pasang surut laut, kami paham dengan ganasnya 
gelombang. Sebagai orang beriman, kami sangat mengerti, kami akan selalu
 diuji oleh Allah SWT. Sesuai janjiNYA, ujian yang kami terima, sesuai 
dengan batas kemampuan kami. Begitu juga soal kematian, Allah sudah 
menyebutkan semua makhluk PASTI akan mati. Cuman cara kematian itu 
berbeda-beda, sesuai dengan keinginan Sang Pencipta. Semoga Bapak juga 
paham itu. Sekarang, Pak, ratusan orang di Kepulauan 
Mentawai menemui ajalnya karena gelombang pasang atau sekarang disebut 
tsunami. Sebagian ustad mengatakan, mereka yang mati karena bencana ini,
 mati syahid. (Semoga saja) Mereka mati bukan karena kebodohannya atau 
karena resiko tinggal di pesisir, tapi kematian itu sudah suratan dari 
Sang Pencipta. Lalu soal yang luka dan rumah yang hancur, bukan juga 
karena kebodohan dan resiko tinggal di pesisir. Tapi karena ujian dari 
Sang Maha Pencipta. Tinggal kami saudaranya memaknai bencana itu. Bapakku yang 
terhormat,Soal
 tempat tinggal dan resiko bencana, tidaklah tergantung dimana berada. 
Kalau Allah Maha Berkehendak, tinggal di menara emas berbenteng tembok 
berlapis pun bapak disana, kalau ALLAH SWT mengatakan Kun Fa Yakun, maka
 terjadilah. Mestinya sebagai orang yang terhormat, Bapak lebih bijak 
bicara ke publik. Akhirul kalam, semoga Allah SWT memberi ampunan kepada Bapak, 
Keluarga, Anak dan cucu Bapak. Pekanbaru, 28 Oktober 2010H. Denni Risman



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke