Rancak juo kalau namuiah mambaco dan mancaliak link ko:
http://www.drgeorgepc.com/Tsunami2004Indonesia.html
-- MakNgah

On Nov 7, 4:25 pm, Arman Bahar <[email protected]> wrote:
> Alhamdulillah, trims Kisanak DN, walaupun harus menerobos ke puluhan ribu 
> tahun
> silam yang bagi ilmu geologi tidak merupakan waktu yang panjang, saya coba 
> juga
> untuk memahaminya, trims sekali lagi
>
> wasalaam
> abp58
>
> ________________________________
> Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Ming, 7 November, 2010 20:38:08
> Judul: Bls: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya 
> Tsunami
>
> Ass.WW.Sdr.AB Mudah2 an pertanyaan Sdr. sedikit bisa terjawab dengan hasil
> penelitian Sbb:
>
>  Samudera Sekarang Hasil Pembalikan di Masa Lalu
> Jumat,  5 November 2010 16:12 WIB | Warta Bumi | Pemanasan Global | Dibaca 744
> kali
>
> (ANTARA/Irwansyah Putra)Jakarta (ANTARA News) - Para ilmuwan dari Universitat
> Autònoma de Barcelona telah meneliti bagaimana Samudera Atlantik di masa kini
> dipengaruhi oleh perubahan iklim di masa lalu.
>
> Penelitian itu menunjukkan bahwa ada satu periode manakala aliran air bawah 
> laut
> di Atlantik terbalik.
>
> Hasilnya ternyata relevan untuk masa depan nanti mengingat perubahan serupa
> diperkirakan terjadi pada perubahan iklim dalam 100 tahun mendatang.
>
> Sirkulasi Samudera Atlantik (biasa dikenal dalam istilah 'meridional 
> overturning
> circulation' atau MOC) adalah komponen penting dalam sistem iklim.
>
> Iklim panas yang terjadi kini, seperti Arus Teluk, mengalirkan energi dari
> daerah tropis ke subkutub Atlantik Utara dan mempengaruhi pola cuaca serta 
> iklim
> kawasan.
>
> Begitu iklim panas itu tiba di dinginnya Atlantik Utara sekarang, perairannya
> amblas untuk kemudian mengalirkan karbon dari atmosfer ke dasar laut.
>
> Proses ini penting untuk iklim namun cara Atlantic MOC merespons perubahan 
> iklim
> belum begitu diketahui dengan baik.
>
> Satu tim peneliti internasional dibawah kepemimpinan dua peneliti UAB kini
> tengah menguji respons Atlantic MOC terhadap perubahan iklim di masa lalu.
>
> Hasil penelitian terbaru ini dipublikasikan 4 November 2010 pada jurnal
> "Nature."
>
> Proyek riset ini dipimpin Rainer Zahn (peneliti ICREA) dan Pere Masque, 
> keduanya
> dari Institut de Ciència i Tecnologia Ambientals (ICTA) dan Departemen Fisika.
>
> Bersama rekan-rekannya dari Universitas Seville, Oxford dan Cardiff, Inggris,
> mereka meneliti penyaluran isotop di Samudera Atlantik yang dihasilkan dari
> penguraian uranium secara alami di laut dan didistribusikan lewat aliran air
> bawah laut di sepanjang Atlantik.
>
> Peneliti muda Cesar Negre mempelajari isotop-isotop ini di sedimen-sedimen 
> dasar
> samudera yang dalamnya 2,5 km di Atlantik Selatan dan memperoleh gelar doktor
> dalam program Ilmu dan Teknologi Lingkungan, ICTA.
>
> Penelitiannya menunjukkan bahwa sirkulasi samudera sangat berbeda di masa lalu
> dan bahwa ada satu periode ketika aliran air bawah laut di Atlantik telah
> berbalik.
>
> Itu terjadi ketika iklim kawasan Atlantik Utara secara substansial lebih 
> dingin
> dan pancaran dalam melemah.
>
> Pada masa itu, keseimbangan berat jenis air laut di Atlantik Utara dan 
> Atlantik
> Selatan bergeser dalam cara di mana pancaran air bawah laut lebih kuat di
> Samudera Kutub Selatan.
>
> Model-model komputer terbaru mensimulasi pembalikan sirkulasi dasar Atlantik
> dalam kondisi-kondisi seperti itu, namun baru penelitian yang dilakukan para
> ilmuwan UAB yang berhasil menunjukkan rincian pembalikan sirkulasi dengan 
> jelas.
>
> Situasi ini terjadi selama zaman es 20.000 tahun lalu.
>
> Meski terjadi di masa lalu, namun hasilnya relevan dengan iklim sekarang dan
> dalam masa mendekat kemudian.
>
> Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Atlantic MOC di masa lalu sangat sensitif
> terhadap perubahan pada keseimbangan kadar garam Samudera Atlantik sekarang.
>
> Perubahan serupa pada konsentrasi kadar garam bawah laut diperkirakan terjadi 
> di
> Atlantik Utara selama perubahan iklim 100 tahun ke depan.
>
> Oleh karena itu, data yang dipublikasikan jurnal Nature itu menawarkan 
> pemodelan
> iklim untuk mengkalibrasi model-model tersebut dan meningkatkan kapasitasnya
> untuk memprediksi perubahan samudera dan iklim masa depan yang bida dipercaya.
>
> Riset ini dibiayai oleh Kementerian Sains dan Inovasi Spanyol. (*)
>
> Semoga bermanfaat dan dapat menjawab suatu tanda kejadian alam saat sekarang.
> Wass.WW
> Darius Nurdin
>
> ________________________________
> Dari: Arman Bahar <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Ming, 7 November, 2010 11:22:53
> Judul: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami
>
> Trims, sanak Darius Nurdin
> Tanyo ambo ciek lai, apo pernah ado penelitian bawah laut, memang ado terjadi
> rengkahan tersebut?
> wasalam
>
> ________________________________
> Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Ming, 7 November, 2010 10:17:37
> Judul: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami
>
> Ass.WW
> Analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah gempa adalah karena
> terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar laut sekitar 
> gempa
> hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut dalam jumlah 
> besar
> dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat dibibir pantai yang tiba2
> air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan terisi penuh semua
> tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih tinggi ditengah samudera
> terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan dahsyat hingga 
> luber
> kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah teori pengamat geologi
> (amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan juga yaa?
>
> Sebetulnya kalau kito perhatikan  teori pengamat pengamat bukan lah tidaklah
> amatiran:
> Teorinya sangat sederhana.
> Kalau kito kembali kapado pelajaran dasar kito sewakatu di Sekolah 
> Dasar.Tentang
> teori bejana yang berhubungan. Apobilo keduo bejana berhubugan salah satu kito
> diisi dengan air. Maka Air akan mencari tempat yang kosong pado tempat yang
> lebih rendah pado bejana  yang berhubungan.
>
> Kembali kapado perjalanan air tadi.
> Kecepatan air mengalir akan ditentukan oleh celah2 nan di lalui serta brapo
> besarnyo Volume air nan mandorong nan bersekutu dengan Grafitasi bumi.
> Sabalieknyo Kecepatan air nan mengalir kemudian dihentikan sacaro tibo2 dimano
> siso2 kekuatan dorongan air akan menimbulkan tekanan baliek yang bisa
> mengakibatkan tekan yang labieh dahsyat dari tekanan partamo.
> Ambo raso bisa kito praktekkan dengan menumpahkan air dari Suatu ember ke 
> ember
> yang lain.
> Barapo jauah dan  barapo banyak  tumpahan air baliek tantu tergantung 
> ketinggian
> air yang di tumpahkan kapado suatu lokasi (Ember) dimano sekeliliang Tampek
> penumpahan dibatasi oleh didiang2 bejana sekaligus dimano tekanan tumpahan 
> akan
> di akomulasikan dengan dindiang2 pembatas bejana.
>
> Katokan lah Retakan yang dikatokan akibat Gempa dilautan. dengan sendirinyo 
> Air2
> laut disekelilian retakan akan bergerak menuju retakan yang didorong oleh 
> Volume
> air laut yang amat besar. Dan akan kembali memberikan tanago baliek akibat air
> laut nan bersekutu sahinggo mandorong air laut kedaratan.
> Ambo raso prakteknyo amat gampang untuak di buktikan.
> Pailah kakolam ranang lakukanlah menekan air dengan duo telapak tangan 
> sekaligus
> denangan suatu kecepatan apokoh nan tarjadi...?
> Mudah2 an teori sederhana nanko dapek manjawab Koment Sdr.AB.
> Wasslam WW.
> Darius  Nurdin
>
> ________________________________
> Dari: Arman Bahar <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Ming, 7 November, 2010 09:04:48
> Judul: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami
>
> Alaikumussalaam ww
> Trims pak DN atas sharingnya
> Tapi ado ciek nan kurang taraso dek ambo, berdasarkan laporan saksi mata yang
> ditayang TV waktu Tsunami Aceh 2004 yang lalu ado gejala  ciek nan minta
> pengulasan pak DN yaitu beberapa saat setelah gempa sebelum kedatangan tsunami
> beberapa belas menit kemudian, terlihat air laut dibibir pantai tiba2 surut 
> jauh
> ketengah, dalam tayang TV juga diperlihatkan orang2 yang kebetulan berada
> dipinggir pantai melihat banyak ikan2 yang gelepar2 dan menarik sebagian dari
> mereka menangkap ikan2 tersebut, namun kemudian terdengar dari kejauhan suara
> gemuruh dan terlihat paras laut meninggi bergerak kedarat hingga orang banyak
> juga yang tidak sempat menjauh lagi kecuali yang kebetulan dengan kenderaan,
> mohon pencerahan gejala pra tsunami yang ini
>
> Kedua apa  benar, analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah 
> gempa
> adalah karena terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar 
> laut
> sekitar gempa hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut
> dalam jumlah besar dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat 
> dibibir
> pantai yang tiba2 air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan
> terisi penuh semua tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih 
> tinggi
> ditengah samudera terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan
> dahsyat hingga luber kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah
> teori pengamat geologi (amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan 
> juga
> yaa?
>
> wasalam
> abp58
>
> ________________________________
> Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Ming, 7 November, 2010 07:17:41
> Judul: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami
>
> Ass.WWKawan2 Dunsanak Rantau Net kasadonyo. Mungkin ado gunonyo Pelajaran
> Geologi dibawah nanko bermanfaat unak kito2 dalam Si Kon sekarang.
>
> Waspadailah Tanda-Tanda Datangnya Tsunami! Gelombang tsunami memiliki beragam
> tanda atau fenomena alamiah. Semua itu berdasarkan hasil yang dikumpulkan
> ilmuwan dari berbagai hasil penelitian dan dokumentasi mengenai bencana itu
> khususnya yang berasal dari negara rawan tsunami seperti Jepang.
>
> "Dari hasil laporan dokumen lama serta prasasti yang ada di Jepang, serta
> pengalaman dari hasil survei lapangan memperlihatkan beberapa tanda alami
> sebelum datangnya tsunami," kata Ketua Kelompok Riset Tsunami Institut 
> Teknologi
> Bandung (ITB), Dr Eng Hamzah Latief.
>
> Eng Hamzah Latief memaparkan, tanda-tanda tersebut adalah gerakan tanah, 
> tsunami
> forerunners atau riakan air laut, tarik surutnya muka air laut, tsunami bore
> atau pembentukan dinding muka air di tengah laut, timbulnya suara abnormal,
> pengamatan visual ke arah lepas pantai, serta pengamatan melalui indera
> penciuman dan perasa.
>
> Gerakan tanah, ujar dia, timbul karena penjalaran gelombang di lapisan bumi
> padat akibat gempa, sedangkan tsunami forerunners adalah deretan riak muka 
> laut
> yang mendahului kedatangan tsunami utama.
>
> Hamzah menuturkan, menurut sejumlah pakar dari Jepang, tsunami forerunners 
> tidak
> selamanya muncul. Seperti di pantai utara dan selatan benua Amerika, fenomena
> tersebut tidak hadir karena kemiringan alami dan inisial tsunami terhadap
> pantai.
>
> "Sedangkan kehadiran forerunners di tempat lain seperti di Jepang adalah 
> akibat
> terjadinya resonansi atau gelombang ikutan tsunami awal di teluk dan di 
> paparan
> benua sebelum tsunami utama datang," kata peraih gelar doktor spesialisasi
> tsunami dari Universitas Tohoku, Jepang itu.
>
> Mengenai tsunami bore atau dinding muka air di laut, Hamzah menjelaskan bahwa
> untuk daerah landai yang sedimennya tergerus tsunami maka dinding air tersebut
> akan berwarna hitam atau kelabu, sedangkan untuk daerah berkarang maka dinding
> itu berwarna putih yang dipenuhi oleh busa air laut.
>
> Sementara itu, lanjutnya, banyak dokumen lama di Jepang yang melaporkan
> timbulnya suara abnormal sebelum kedatangan tsunami seperti yang terukir pada
> Monumen Tsunami di Prefektur Aomori yang berbunyi "Gempa, suara menderu,
> kemudian tsunami".
>
> "Ini menganjurkan agar melakukan evakuasi jika terdengar suara abnormal 
> setelah
> terjadinya gempa," katanya.
>
> Hamzah mengungkapkan, suara aneh juga diceritakan oleh saksi mata di Biak
> (1996), Banyuwangi (1994), dan Flores (1992) di mana suara itu dideskripsikan
> antara lain seperti bunyi helikopter, suara drum band, serta desingan roket.
> Dengan fakta ini maka jika terdengar suara drum band apalagi yang misterius
> setelah gempa, kita tidak bisa keburu bergoyang senang dulu menganggap hiburan
> telah datang, hal ini malah menandakan bencana datang.
>
> Ia menjelaskan lebih lanjut, suara tersebut berhubungan dengan posisi tsunami
> saat menjalar atau saat menghantam tebing batu dan pantai yang landai.
>
> "Terdapat pula saksi mata yang berkata, sesaat sebelum tsunami datang terjadi
> angin dengan hawa agak dingin bercampur dengan bau garam laut yang cukup kuat,
> yang kemungkinan besar akibat tolakan air laut di lepas pantai," kata Hamzah.
>
> Ini semua yang patut kita waspadai terutama di saat bencana gempa berkekuatan
> besar terus mendera negara kita ini. (kapanlagi}
> Wassalam WW.
> Darius Nurdin

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke