Alhamdulillah, trims Kisanak DN, walaupun harus menerobos ke puluhan ribu tahun silam yang bagi ilmu geologi tidak merupakan waktu yang panjang, saya coba juga untuk memahaminya, trims sekali lagi
wasalaam abp58 ________________________________ Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 7 November, 2010 20:38:08 Judul: Bls: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Ass.WW.Sdr.AB Mudah2 an pertanyaan Sdr. sedikit bisa terjawab dengan hasil penelitian Sbb: Samudera Sekarang Hasil Pembalikan di Masa Lalu Jumat, 5 November 2010 16:12 WIB | Warta Bumi | Pemanasan Global | Dibaca 744 kali (ANTARA/Irwansyah Putra)Jakarta (ANTARA News) - Para ilmuwan dari Universitat Autònoma de Barcelona telah meneliti bagaimana Samudera Atlantik di masa kini dipengaruhi oleh perubahan iklim di masa lalu. Penelitian itu menunjukkan bahwa ada satu periode manakala aliran air bawah laut di Atlantik terbalik. Hasilnya ternyata relevan untuk masa depan nanti mengingat perubahan serupa diperkirakan terjadi pada perubahan iklim dalam 100 tahun mendatang. Sirkulasi Samudera Atlantik (biasa dikenal dalam istilah 'meridional overturning circulation' atau MOC) adalah komponen penting dalam sistem iklim. Iklim panas yang terjadi kini, seperti Arus Teluk, mengalirkan energi dari daerah tropis ke subkutub Atlantik Utara dan mempengaruhi pola cuaca serta iklim kawasan. Begitu iklim panas itu tiba di dinginnya Atlantik Utara sekarang, perairannya amblas untuk kemudian mengalirkan karbon dari atmosfer ke dasar laut. Proses ini penting untuk iklim namun cara Atlantic MOC merespons perubahan iklim belum begitu diketahui dengan baik. Satu tim peneliti internasional dibawah kepemimpinan dua peneliti UAB kini tengah menguji respons Atlantic MOC terhadap perubahan iklim di masa lalu. Hasil penelitian terbaru ini dipublikasikan 4 November 2010 pada jurnal "Nature." Proyek riset ini dipimpin Rainer Zahn (peneliti ICREA) dan Pere Masque, keduanya dari Institut de Ciència i Tecnologia Ambientals (ICTA) dan Departemen Fisika. Bersama rekan-rekannya dari Universitas Seville, Oxford dan Cardiff, Inggris, mereka meneliti penyaluran isotop di Samudera Atlantik yang dihasilkan dari penguraian uranium secara alami di laut dan didistribusikan lewat aliran air bawah laut di sepanjang Atlantik. Peneliti muda Cesar Negre mempelajari isotop-isotop ini di sedimen-sedimen dasar samudera yang dalamnya 2,5 km di Atlantik Selatan dan memperoleh gelar doktor dalam program Ilmu dan Teknologi Lingkungan, ICTA. Penelitiannya menunjukkan bahwa sirkulasi samudera sangat berbeda di masa lalu dan bahwa ada satu periode ketika aliran air bawah laut di Atlantik telah berbalik. Itu terjadi ketika iklim kawasan Atlantik Utara secara substansial lebih dingin dan pancaran dalam melemah. Pada masa itu, keseimbangan berat jenis air laut di Atlantik Utara dan Atlantik Selatan bergeser dalam cara di mana pancaran air bawah laut lebih kuat di Samudera Kutub Selatan. Model-model komputer terbaru mensimulasi pembalikan sirkulasi dasar Atlantik dalam kondisi-kondisi seperti itu, namun baru penelitian yang dilakukan para ilmuwan UAB yang berhasil menunjukkan rincian pembalikan sirkulasi dengan jelas. Situasi ini terjadi selama zaman es 20.000 tahun lalu. Meski terjadi di masa lalu, namun hasilnya relevan dengan iklim sekarang dan dalam masa mendekat kemudian. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Atlantic MOC di masa lalu sangat sensitif terhadap perubahan pada keseimbangan kadar garam Samudera Atlantik sekarang. Perubahan serupa pada konsentrasi kadar garam bawah laut diperkirakan terjadi di Atlantik Utara selama perubahan iklim 100 tahun ke depan. Oleh karena itu, data yang dipublikasikan jurnal Nature itu menawarkan pemodelan iklim untuk mengkalibrasi model-model tersebut dan meningkatkan kapasitasnya untuk memprediksi perubahan samudera dan iklim masa depan yang bida dipercaya. Riset ini dibiayai oleh Kementerian Sains dan Inovasi Spanyol. (*) Semoga bermanfaat dan dapat menjawab suatu tanda kejadian alam saat sekarang. Wass.WW Darius Nurdin ________________________________ Dari: Arman Bahar <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 7 November, 2010 11:22:53 Judul: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Trims, sanak Darius Nurdin Tanyo ambo ciek lai, apo pernah ado penelitian bawah laut, memang ado terjadi rengkahan tersebut? wasalam ________________________________ Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 7 November, 2010 10:17:37 Judul: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Ass.WW Analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah gempa adalah karena terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar laut sekitar gempa hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut dalam jumlah besar dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat dibibir pantai yang tiba2 air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan terisi penuh semua tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih tinggi ditengah samudera terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan dahsyat hingga luber kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah teori pengamat geologi (amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan juga yaa? Sebetulnya kalau kito perhatikan teori pengamat pengamat bukan lah tidaklah amatiran: Teorinya sangat sederhana. Kalau kito kembali kapado pelajaran dasar kito sewakatu di Sekolah Dasar.Tentang teori bejana yang berhubungan. Apobilo keduo bejana berhubugan salah satu kito diisi dengan air. Maka Air akan mencari tempat yang kosong pado tempat yang lebih rendah pado bejana yang berhubungan. Kembali kapado perjalanan air tadi. Kecepatan air mengalir akan ditentukan oleh celah2 nan di lalui serta brapo besarnyo Volume air nan mandorong nan bersekutu dengan Grafitasi bumi. Sabalieknyo Kecepatan air nan mengalir kemudian dihentikan sacaro tibo2 dimano siso2 kekuatan dorongan air akan menimbulkan tekanan baliek yang bisa mengakibatkan tekan yang labieh dahsyat dari tekanan partamo. Ambo raso bisa kito praktekkan dengan menumpahkan air dari Suatu ember ke ember yang lain. Barapo jauah dan barapo banyak tumpahan air baliek tantu tergantung ketinggian air yang di tumpahkan kapado suatu lokasi (Ember) dimano sekeliliang Tampek penumpahan dibatasi oleh didiang2 bejana sekaligus dimano tekanan tumpahan akan di akomulasikan dengan dindiang2 pembatas bejana. Katokan lah Retakan yang dikatokan akibat Gempa dilautan. dengan sendirinyo Air2 laut disekelilian retakan akan bergerak menuju retakan yang didorong oleh Volume air laut yang amat besar. Dan akan kembali memberikan tanago baliek akibat air laut nan bersekutu sahinggo mandorong air laut kedaratan. Ambo raso prakteknyo amat gampang untuak di buktikan. Pailah kakolam ranang lakukanlah menekan air dengan duo telapak tangan sekaligus denangan suatu kecepatan apokoh nan tarjadi...? Mudah2 an teori sederhana nanko dapek manjawab Koment Sdr.AB. Wasslam WW. Darius Nurdin ________________________________ Dari: Arman Bahar <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 7 November, 2010 09:04:48 Judul: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Alaikumussalaam ww Trims pak DN atas sharingnya Tapi ado ciek nan kurang taraso dek ambo, berdasarkan laporan saksi mata yang ditayang TV waktu Tsunami Aceh 2004 yang lalu ado gejala ciek nan minta pengulasan pak DN yaitu beberapa saat setelah gempa sebelum kedatangan tsunami beberapa belas menit kemudian, terlihat air laut dibibir pantai tiba2 surut jauh ketengah, dalam tayang TV juga diperlihatkan orang2 yang kebetulan berada dipinggir pantai melihat banyak ikan2 yang gelepar2 dan menarik sebagian dari mereka menangkap ikan2 tersebut, namun kemudian terdengar dari kejauhan suara gemuruh dan terlihat paras laut meninggi bergerak kedarat hingga orang banyak juga yang tidak sempat menjauh lagi kecuali yang kebetulan dengan kenderaan, mohon pencerahan gejala pra tsunami yang ini Kedua apa benar, analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah gempa adalah karena terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar laut sekitar gempa hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut dalam jumlah besar dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat dibibir pantai yang tiba2 air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan terisi penuh semua tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih tinggi ditengah samudera terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan dahsyat hingga luber kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah teori pengamat geologi (amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan juga yaa? wasalam abp58 ________________________________ Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 7 November, 2010 07:17:41 Judul: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Ass.WWKawan2 Dunsanak Rantau Net kasadonyo. Mungkin ado gunonyo Pelajaran Geologi dibawah nanko bermanfaat unak kito2 dalam Si Kon sekarang. Waspadailah Tanda-Tanda Datangnya Tsunami! Gelombang tsunami memiliki beragam tanda atau fenomena alamiah. Semua itu berdasarkan hasil yang dikumpulkan ilmuwan dari berbagai hasil penelitian dan dokumentasi mengenai bencana itu khususnya yang berasal dari negara rawan tsunami seperti Jepang. "Dari hasil laporan dokumen lama serta prasasti yang ada di Jepang, serta pengalaman dari hasil survei lapangan memperlihatkan beberapa tanda alami sebelum datangnya tsunami," kata Ketua Kelompok Riset Tsunami Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Hamzah Latief. Eng Hamzah Latief memaparkan, tanda-tanda tersebut adalah gerakan tanah, tsunami forerunners atau riakan air laut, tarik surutnya muka air laut, tsunami bore atau pembentukan dinding muka air di tengah laut, timbulnya suara abnormal, pengamatan visual ke arah lepas pantai, serta pengamatan melalui indera penciuman dan perasa. Gerakan tanah, ujar dia, timbul karena penjalaran gelombang di lapisan bumi padat akibat gempa, sedangkan tsunami forerunners adalah deretan riak muka laut yang mendahului kedatangan tsunami utama. Hamzah menuturkan, menurut sejumlah pakar dari Jepang, tsunami forerunners tidak selamanya muncul. Seperti di pantai utara dan selatan benua Amerika, fenomena tersebut tidak hadir karena kemiringan alami dan inisial tsunami terhadap pantai. "Sedangkan kehadiran forerunners di tempat lain seperti di Jepang adalah akibat terjadinya resonansi atau gelombang ikutan tsunami awal di teluk dan di paparan benua sebelum tsunami utama datang," kata peraih gelar doktor spesialisasi tsunami dari Universitas Tohoku, Jepang itu. Mengenai tsunami bore atau dinding muka air di laut, Hamzah menjelaskan bahwa untuk daerah landai yang sedimennya tergerus tsunami maka dinding air tersebut akan berwarna hitam atau kelabu, sedangkan untuk daerah berkarang maka dinding itu berwarna putih yang dipenuhi oleh busa air laut. Sementara itu, lanjutnya, banyak dokumen lama di Jepang yang melaporkan timbulnya suara abnormal sebelum kedatangan tsunami seperti yang terukir pada Monumen Tsunami di Prefektur Aomori yang berbunyi "Gempa, suara menderu, kemudian tsunami". "Ini menganjurkan agar melakukan evakuasi jika terdengar suara abnormal setelah terjadinya gempa," katanya. Hamzah mengungkapkan, suara aneh juga diceritakan oleh saksi mata di Biak (1996), Banyuwangi (1994), dan Flores (1992) di mana suara itu dideskripsikan antara lain seperti bunyi helikopter, suara drum band, serta desingan roket. Dengan fakta ini maka jika terdengar suara drum band apalagi yang misterius setelah gempa, kita tidak bisa keburu bergoyang senang dulu menganggap hiburan telah datang, hal ini malah menandakan bencana datang. Ia menjelaskan lebih lanjut, suara tersebut berhubungan dengan posisi tsunami saat menjalar atau saat menghantam tebing batu dan pantai yang landai. "Terdapat pula saksi mata yang berkata, sesaat sebelum tsunami datang terjadi angin dengan hawa agak dingin bercampur dengan bau garam laut yang cukup kuat, yang kemungkinan besar akibat tolakan air laut di lepas pantai," kata Hamzah. Ini semua yang patut kita waspadai terutama di saat bencana gempa berkekuatan besar terus mendera negara kita ini. (kapanlagi} Wassalam WW. Darius Nurdin -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
