"Cimeeh/Kritik nan indak mambangun" adolah bahayo laten di Minangkabau ! bak kecek Mak Datuak Rajo Angek Garang, hehehehee
Marilah kito rubah jo Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba mambuek kebaikan nan nyata.. wassalam anwarjambak ________________________________ From: muchwardi muchtar <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, November 12, 2010 21:25:10 Subject: [...@ntau-net] Di ma Posisi Sanak Manilai BA-1? Sabtu, 06 November 2010 Kritik pada Irwan Prayitno Over Dosis Padang - Komentar tentang kunjungan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Jerman, dinilai sejumlah pihak sudah over dosis, karena itu obyektifvitasnya bias. “Latah dan over dosis, “ kata pengamat politik lokal Masful, kemarin. “Berlebihan, semacam pembantaian,” kata anggota DPR asal Sumbar Nudirman Munir. Over dosis Masful menilai, ibarat permainan bola volly, kepergian Irwan ke Jerman adalah bola cogok. Begitu muncul di depan net langsung dipukul orang. “Itulah yang terjadi, saya setuju Irwan dikritik, tapi saya lihat justru kini sangat berlebihan, tak suka saya,” kata dia. Bagi Nudirman Munir, ada tiga hal yang mesti dilihat, sisi angggaran, ketatanegaraan dan hubungan baik. “Jani sudah terbuat, tiket sudah terbeli hotel sudah terpesan, dibatalkan anggaran mubazir, hubungan baik rusak,” kata dia. Lagi pula kata Wagub Muslim Kasim, Irwan sudah tiga malam di Mentawai. “Pak Gubernur tiga malam di mentawai tak disebut-sebut,” kata dia. Arti penting Kunjungan Irwan Prayitno ke Jerman memiliki arti strategis bagi Sumbar. Momentum penting agar bisa menarik investasi, terutama di bidang energi untuk kemajuan daerah ini sangat sayang dilewatkan. Namun, ini tidak menghalangi perhatian terhadap penanganan bencana gempa dan tsunami di Mentawai. Anggota DPD, Riza Pahlevi, Jumat (5/11) menilai tampilnya gubernur sebagai pembicara dalam forum Indonesia Bussiness Day di Frankfurt Jerman akan memberi banyak manfaat bagi Sumbar. Dari banyak agenda gubernur di sana, seperti menggalang investasi, menghimpun bantuan gempa, ia melihat peluang penting dalam menggali potensi Sumbar di bidang energi. Dipilihnya Sumbar bersama beberapa provinsi lain di Indonesia dalam pertemuan itu tidak terlepas dari potensi energi terbarukan yang dimiliki Sumbar. Menurut Riza, Sumbar memiliki potensi besar di bidang energi terbarukan, terutama energi air dan panas bumi. “Kita bisa menghasilkan 5.000 megawatt listrik dari panas bumi. Itu setengah dari potensi energi panas bumi yang dimiliki Indonesia. Kita punya peluang menggali potensi itu karena Jerman dan negara Eropa secara umum konsen dengan pengembangan green energy,” ujar Riza. Saat ini potensi sumber air dan panas bumi Sumbar belum terkelola dengan baik. Padahal, ketika mampu menguasai sumber energi ini, Sumbar bisa bergerak lebih maju dan menjadi lirikan investasi. Energi inilah nantinya yang akan menjadi daya tarik dan menghidupkan industri dan kegiatan ekonomI. Riza mengaku punya pengalaman mendatangkan investasi untuk pabrik coklat ke Sumbar, namun kendala ketersediaan listrik kemudian menyurutkan minat investor. Realitasnya, listrik di daerah ini bermasalah, padahal itu sangat penting dalam menggerakkan ekonomi. “Kalau kita ingin bersaing, kita harus punya keunggulan. Kita bisa menjadi tempat investasi terbaik. Kita punya energi terbarukan. Ini hikmah daerah kita yang rawan gempa. Kunjungan gubernur ke Jerman menjadi momentum penting untuk menarik investasi di bidang energi terbarukan,” tambah Riza. Sumbar harus berlari cepat karena daerah ini masih terpuruk dengan tingginya angka kemiskinan. Untuk berlari cepat itu diperlukan langkah-langkah yang tak biasa, seperti dengan menggali potensi energi terbarukan yang dimiliki Sumbar. Semua ini tentunya tentang kemajuan Sumbar ke depan dan kebetulan momentum ada saat ini. Riza mengakui ada persoalan sensitif terkait dengan kepergian gubernur yang bertepatan dengan musibah gempa dan tsunami di Mentawai. Gubernur sendiri memiliki agenda untuk mepresentasikan masalah bencana, sehingga bisa menarik bantuan internasional. Penanganan gempa dan tsunami sendiri menurut Riza tetap menjadi perhatian khusus gubernur. Komitmen gubernur dalam mengatasi bencana tegas Riza seharusnya tidak disangsikan lagi. Ketika tsunami Mentawai, gu bernur tiga hari berada di lokasi bencana. Ia tidur bersama korban, mempertaruhkan nyawa dengan kondisi cuaca yang tidak ber sahabat. Demikian pun dalam penanganan gempa 2007 dan 2009. Sekian lama persoalan bantuan gempa 2007 dan 2009 terkatung-katung, namun dalam dua bulan kepemimpinannya, gubernur mampu merealisasikan bantuan tersebut. “Saya paham ada persoalan sensitivitas dengan korban gempa. Namun, masyarakat bisa melihat sendiri apa yang telah dilakukan gubernur. Kita serahkan saja masyarakat yang menilai,” ujar Riza lagi. Penanganan gempa dan tsunami Mentawai terus berjalan. Di mana pun berada, gubernur tetap melakukan koordinasi dengan pejabat terkait. Apalagi terang Riza, wakil gubernur sendiri turun langsung melakukan koordinasi. Kontroversi Menurut Budiman Sudjatmiko dari Komisi II DPR tidak pas seorang kepala daerah meninggalkan daerahnya yang sedang dilanda bencana. Karenanya Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri perlu mengklarifikasi kepergian Irwan ke Jerman. Sebab, dia mendengar informasi kepergiannya tidak mendapat izin Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. “Saya akan usulkan begitu reses selesai, panggil Mendagri dan Gubernur Sumbar. Apakah sudah ada izin atau belum. Seandainya tidak ada izin, ada pelanggaran kewenangan di sana,” kata Budiman. Sementara Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi Partai Keadilan Sejahtera (PK) yang juga anggota Komisi II DPR dari FPKS, Aus Hidayat Nur berjanji dari partai akan meminta klarifikasi kepada Irwan mengenai maksud dan tujuan dari kepergiannya ke Jerman. “Namun sebelum ada klarifikasi lebih lanjut, kita tidak bisa memberikan sanksi apapun. Saya juga sudah berusaha menghubungi beliau tapi sampai sekarang belum bisa,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar, Boy Lestari Dt. Palindih menilai pula kunjungan gubernur ke Jerman tidak perlu diperdebatkan panjang lebar. Gubernur memenuhi undangan resmi, tidak hanya membawa kepentingan daerah bahkan kepentingan nasional. Tampil di forum resmi di negara lain seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumbar. “ Kita berpikir positif saja. Gubernur juga pergi bukan untuk kepentingan Irwan sebagai pribadi. Ini kepentingan daerah bahkan nasional. Seharusnya kita bangga mendapat perhatian dari Jerman,” ujar Boy. (014) Untuak barita nan ambo fotokopi dari Harian Singgalang (Jumat 12/11/2010) ko, ambo hanyo dapek malontarkan komentar apo adonyo : Nan jaleh dari suduik ilmu komunikasi, visi sasaurang dalam mancibuak urang lain tagantuang pado pangatauannyo bake urang itu dan di pihak ma inyo tagak? Pandapaik Dunsanak nan lain? Salam............................., mm*** -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
