Dunsanak Sadonyo.

 

Nan ambo lewakan ko OOT, karano bukan baminang-minang, dan juga bukan
menyangkut Sumbar, tapi nagari jiran awak. Dan mungkin iko buliah juo jadi
referensi kok iyo jadi urang manggali minyak di kampuang awak.

 

Ambo ndak ba a tau ujuang carito ko nantiny. 

 

Tadi ini setidaknya bisa jadi pembelajaran juga bagi kita semua bahwa
kadang2 kito "maangguak-angguak kagum" jo kebaikan hati perusahaan2 gadang,
baik untuk lingkungan sekitarnya, maupun untuk pegawai2nya. Kadang2, untuak
perusahaan tertentu, itu sabananyo "pitih awak juo"

 

Riri

48/L/bekasi

 

http://www.detiknews.com/read/2010/11/15/223538/1495045/10/pakai-cost-recove
ry-poltek-caltex-sebaiknya-diambil-alih-pemprov-riau

 

Senin, 15/11/2010 22:35 WIB
Pakai Cost Recovery, Poltek Caltex Sebaiknya Diambil Alih Pemprov Riau  
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

 

Pekanbaru - Politeknik Caltex Riau (PCR) mulai diwacanakan untuk diambilalih
Pemprov Riau. Ini sehubungan dana pembangunannya PCR yang menelan dana
sekitar USD 5 Juta yang merupakan uang negara lewat dana cost recovery.

"Nama Caltex yang tertera itu seakan merupakan bentuk sumbangan utuh dari
perusahaan minyak asal Amerika itu. Padahal faktanya, pembangunan PCR
menggunakan dana cost recovery yang artinya tetap negara yang membayarnya.
Kalau begitu, sebaiknya nama Caltex dihapus saja atau diambil alih
pemerintah daerah," kata Anggota DPR RI asal Riau, Lukman Edy dalam
perbincangan dengan detikcom, Senin (15/11/2010) di Pekanbaru.

Menurut mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertingal (PDT) ini, di zaman
serba keterbukaan ini, sebaiknya pemerintah juga transparan soal pembangunan
PCR yang notabenenya menggunakan uang negara. Hanya saja memang, dana awal
pembangunan awalnya kampus yang berada di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru itu
menggunakan dana PT Caltex Pacific Indonesia yang kini berganti nama Chevron
Pacific Indonesia. Yang selanjutnya secara berangsur pemerintah menggantinya
kembali.

"Namun yang jelas dana pembangunan itu masuk dalam cost recovery, artinya
sumbangan Caltex untuk kampus itu paling banter hanya 10 persen. Selebihnya
uang rakyat. Penggantian nama PCR sebaiknya segara diwacanakan masyarakat
dan pemerintah di Riau," kata Lukman Edy.

Sementara itu, di tempat terpisah pengamat Migas, Luluk Harijanto kepada
detikcom menyebut, boleh saja PCR diambil pemerintah daerah. Karena memang
era pembangunan kampus tersebut dulunya dibangun lewat program community
development (CD) yang masuk dalam cost recovery. Dengan demikian maka 90
persen seluruh dana pembangunan kampus PCR merupakan uang negara alias uang
rayat.

"Yang menjadi persoalan, apakah Pemprov Riau memiliki dana untuk
kelangsungan jalannya kampus tersebut. Sebab, kalau dikelola Pemprov Riau,
secara otomatis PT Chevron Pacific Indonesia tidak lagi menanggung dana
kegiatan kampus tersebut," kata Luluk mantan Kepala BP Migas Sumbagut itu.

Selain soal dana pembangunannya, Luluk masih mempertanyakan soal pendanaan
kampus PCR tersebut. Karena selama ini segala keperluan dana kampus seperti,
gaji dosen serta dana operasional seluruhnya masih didanai PT Chevron.

"Maka timbul pertanyaan lagi, apakah dana pengelolaan kampus itu masih masuk
dalam program CD? Apabila pengelolaan PCR masih menggunakan program CD yang
notabenenya menjadi cost recovey, maka hal itu akan bertentangan dengan
aturan baru soal batasan cost recovey. Kalau memang menggunakan dana CD,
maka saluran dana untuk operasional PCR patut diaudit," kata Luluk
Harijanto.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke