Nakan Tan Mancayo sarato Sanak sa Palanta
Sekarang tentunya Tan Mancayo sudah berada di Gorontalo, dan jika pada penerbangan Manado - Gorontalo duduk dekat jendela, maka sebelum pesawat mendarat di bandara Jalaludin akan melihat hamparan danau Limboto, dan nun jauh di ujung Selatan samar-samar tampak Kota Gorontalo di pinggir laut yang berteluk kecil. Dulu ketika bertugas di IBRD North and South Sulawesi Water Supply Project di paruh kedua tahun delapanpuluhan, saya beberapa kali ke sana dan pernah menyusur pantai barat danau yang tidak terlalu besar itu. Kemudian saya mendengar danau tersebut mengalaman pendangkalan. Ingatan saya ke danau ini mencuat kembali tatkala membaca berita Kompas Rabu, 28 Juli 2010, "Margaretha, Menghidupkan Danau Limboto" *], yang mengisahkan keberhasilan Margaretha Solang, dosen pada Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo dalam memulihkan budidaya ikan nila lewat teknik pemotongan sirip ekor yang ditemukannya pada 2003. Keberhasilannya itu berawal dari keprihatinnya saat melihat banyak nelayan meninggalkan budidaya ikan nila di Danau Limboto. Menurut Harun (52), nelayan di Desa Dembe, teknik yang diajarkan Margaretha mengembalikan semangatnya berbudidaya ikan nila. Dari satu jaring apung ukuran 6 meter x 6 meter dengan 1.500 ikan nila yang dikelolanya, Harun bisa menghasilkan Rp 6.250.000 atau naik dua kali lipat dibandingkan sebelum menerapkan teknik pemotongan sirip ekor. Keberhasilannya "menghidupkan" kembali Danau Limboto mendapat apresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pada 2007, Gubernur Gorontalo (saat itu) Fadel Muhammad memberinya penghargaan dalam Kongres Inovasi Gorontalo untuk Indonesia. Inovasi Margaretha yang sederhana, tetapi aplikatif ini, mengalahkan 52 karya inovatif lainnya. /// Yang terpikir oleh saya ketika itu adalah kapan ada seorang Margaretha untuk danau Singkarak, karena saya beberapa kali terbeli dan termakan 'bilis yang teri Medan', sehingga nelayan penjaring/pembudi daya bilis bisa hidup sejahtera---sesuatu yang menjadi hak semua orang tanpa kecuali ---tanpa 'mangicuah tagak' para konsumen 'bloon' seperti saya ini. Pertanyaan saya sekarang, apakah para petani keramba---tertuduh utama tercemar beratnya badan air Danau Maninjau waktu ini di samping Pemkab Agam---tidak akan mengubah cara mereka berbudi daya ikan dengan cara yang ramah lingkungan kalau ada innovator dan motivator seperti Margaretha Solang? Tapi siapa pula lah awak ini Eniwe, selamat melanglang Nusantara Tan Mancayo, menunggu kisah-kisah eksklusifnya. Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+) Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat <http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/131730;_ylc=X3oDMTJzajhubHE wBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzEzMTc zMARzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjkwOTI3NzI1> Re: [...@ntau-net] Gorontalo Posted by: "andi ko" <mailto:[email protected]?subject=%20re%3a%20%5br%40ntau-net%5d%20goronta lo> [email protected] Sat Nov 27, 2010 7:08 pm (PST) Tarimo kasih infonyo mak, kini sadang transit beberapa jam di Manado. Salam andiko -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
