Perspektifnyo di DKI Nasi warteg 7000 sapiriang Minum 1000 Jadi kalau nan makan sahari labiah dari 20 urang, alah kanai tuu. PTKP nyo dari pendapatan adolah 165rb perhari.
On 12/3/10, Aryandi Ilyas <[email protected]> wrote: > Dalam berita diateh, disabuik'an diateh 60 juta... padahal sbelumnya > berita ini sampai ke mass media katagorinyo diateh 300 juta, tapi yang > dalam RRI Pro 2 pagi tadi disabuikan diateh 30 juta.... > > Antah ma nan batua. Nan jaleh dr media cetak kompas hari ko, DPRD DKI > akan menentang kebijakan ini.. > > Jiko iyo berlaku, tantu makin terjepit juo dunsanak awak nan mangaleh > nasi padang di saantero DKI,,, > Lah makin katuju dek urang pajak mang-klonning si GAYUS nampaknyo > kini... :) Makin banyak karajo, makin banyak nan ka digarap, makin > menderita juo rakyat badarai... > > > > Pada tanggal 03/12/10, [email protected] > <[email protected]> menulis: >> >> Di Pakanbaru alah ka dimulai pak >> Tamasuak pajak rumah kos mahasiswa jo warnet >> >> Sementara pitih masuak dari parkir indak pernah mancapai target, antah >> kamano bocornyo >> >> --TR >> Sent from my BlackBerry® >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT >> >> -----Original Message----- >> From: Darwin Chalidi <[email protected]> >> Sender: [email protected] >> Date: Fri, 3 Dec 2010 08:33:50 >> To: <[email protected]> >> Reply-To: [email protected] >> Subject: [...@ntau-net] Pajak Warung Tegal Targetkan Rp 50 Miliar >> >> Jan sampai ditiru pulo dek kampuang awak ndak! >> >> Koran Tempo, 2 Desember 2010 >> >> JAKARTA -- Pemerintah DKI Jakarta akan memberlakukan pajak restoran >> dan rumah makan kepada jenis usaha warung Tegal yang ada di Jakarta. >> Pemberlakuan pajak sebesar 10 persen ini mulai diterapkan pada 1 >> Januari 2011. >> >> "Kami tidak melihat itu formal atau informal. Kategorinya, pendapatan >> di atas Rp 60 juta per tahun, termasuk warung Tegal, rumah makan >> Padang, dan rumah makan yang usahanya maju," kata Kepala Bidang >> Peraturan dan Penyuluhan Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta >> Arif Susilo kemarin. >> >> Pemerintah, kata Arif, menargetkan, pajak yang akan diperoleh dari >> sektor ini sebesar Rp 50 miliar per tahun. Dalam Undang-Undang 28 >> Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, tertera >> klasifikasi sebuah restoran, yaitu fasilitas penyedia makanan dan/atau >> minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup rumah makan, kafetaria, >> kantin, warung, bar, dan sejenisnya, termasuk jasa boga atau katering. >> >> Saat ini, usaha jenis rumah makan di Jakarta lebih dari 2.000 usaha. >> Dinas Pelayanan Pajak akan mengklarifikasi tempat usaha yang sudah >> berpenghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun dan usaha yang >> berpenghasilan lebih kecil dari itu. >> >> "Pertama yang akan kami lakukan adalah pendataan, lalu sosialisasi >> kepada asosiasi pengusaha rumah makan di Jakarta," ujar Arif. Ia >> berharap, kebijakan ini bisa terlaksana karena akan dikembalikan >> kepada masyarakat dalam bentuk prasarana publik. >> >> Rencananya, pemerintah akan menurunkan petugas ke beberapa usaha boga >> di Jakarta. Petugas itu nantinya mendata besaran omzet yang didapat >> dari usaha boga tersebut. Jika di atas Rp 60 juta per tahun, diminta >> untuk mendaftarkan diri ke Dinas Pelayanan Pajak. >> >> Arif menegaskan, Dinas Pelayanan Pajak akan memantau dan memonitor >> catatan keuangan usaha boga di Jakarta. Jika memenuhi syarat, akan >> diberikan nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan nantinya berkewajiban >> memberikan setoran pajak ke kantor badan pengelola keuangan daerah >> melalui unit kas daerah yang ada di setiap kecamatan. >> "Para pengusaha rumah makan harus ikut berkontribusi ke pembangunan >> daerah, karena mereka sudah diberikan peluang berusaha di Jakarta," >> tutur Arif. >> >> Adapun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI menyetujui rencana penerapan >> pajak restoran karena sesuai dengan amanat Undang-Undang 28 Tahun 2009 >> tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. >> >> "Tapi tidak spesifik untuk jenis usaha makan tertentu. Itu berlaku >> untuk usaha jasa boga apa pun yang beromzet Rp 60 juta per tahun," >> kata Ketua Komisi Keuangan DPRD DKI, Ridho Kamaludin, dalam kesempatan >> terpisah. >> >> Namun Ridho menyangsikan optimalisasi kebijakan tersebut. Pasalnya, >> kebijakan tersebut belum tersosialisasi dengan baik ke usaha boga yang >> berskala kecil. Apalagi Ridho menilai, keuntungan mereka belum tertata >> secara baik. "Untuk itu, jika ada usaha boga yang hendak melakukan >> protes atas kebijakan ini, dapat disampaikan kepada Dinas Pelayanan >> Pajak," kata Ridho. >> >> Sementara itu, pemilik usaha kantin di Kebon Sirih, Muhammad Nur, 50 >> tahun, mengungkapkan keberatannya jika kebijakan pemberlakuan pajak >> restoran harus dijalankan oleh usaha kecil. Menurut dia, kebijakan itu >> tetap akan merugikan pengusaha, karena harga makanan dan minuman >> menjadi lebih mahal. "Pembeli pun bisa kabur." >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. >> > > > -- > Wassalammu'alaikum wr. wb > Aryandi, 37th+, ciledug, tangerang > Tingkatkan Integritas Diri, Jalin Silahturrahim, Mari Bersinergi, Ayo > Jemput Rezeki, Bantu Anak Negeri > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
