Dunsanak di Palanta nan sangaik ambo hormati. Dek karano mangecekan Batang Baringin ambo ingek jo carito dalam Api Paderi halaman 11 sarupo iko:
Di kampung Nagari Paninjauan nan diapik Gunung Merapi dan Singgalang ini, tak ada taman, menara berkubah dan berbulan sabit. Taman di mana air mengalir untuk membasuh wajah-wajah manusia manusia bersorban atau berkopiah hitam. Bersarung bersajadah dan bermukena. Hanja menhir menjadi penyalak langit. Batu pipih tempat sajenan digeletakkan di bawah beringin tua, diselatan Paninjauan serta yang ada hanya manusia berbau kemenyan tempat syaitan. Perempuan memangkul bakul ketan. Laki-laki berbau amis darah ayam berwarna hitam jamuih. Ayam yang selalu disembelih untuk “manjalang” (Prosesi mengantar sesajenan ke cungkup keramat. Pada waktu tertentu, seperti ketika ada wabah atau sebagai cara dalam tolak bala) beringin yang dikeramatkan. Keyakinan dan ketakjuban akan alam, membuat masyarakat Paninjauan menganut sistem sub stratum kepercayaan animistik. Mereka tak mampu menamai itu kekuatan apa. Lalu mereka sebut dengan “semangat”. Tak tahu itu bersumber dan siapa? Atau untuk apa? Mereka hanya merasakan alam memberikan mereka sebuah kekuatan untuk tumbuh dan menjarah zaman. Hanya itu. Jadilah mereka sebagai kumpulan manusia yang memantik gunung. Memanah angin. Mematut-matut bintang dan meminang gunung. Hingga melahirkan sebuah momenidatur “alam takambang jadikan guru" Alam adalah guru mereka. Tempat di mana harapan digayutkan. Tempat merangkul rnimpi. Tempat menguas keinginan dan gerak hati. Tempat berlindung dari bala. Sebaiknya hati2 kalau maambiak Batang Baringin untuk jati diri sebuah Nagari, hampir dieluruh Nusantara ini Pohon Beringin adalah representasi Hal2 yang mistik. Mohon maaf kalau banyak nan salah. Darwin Chalidi, 61, Bintaro Jaya 2010/12/20 Abraham Ilyas <[email protected]> > > Dunsanak di palanta nan ambo hormati. > > [...@ntau-net] 22 Nopember 2010 oleh angku Taufiq Rasjid --->judul "Baringin > Gadang dan Bangkai Mobil Tua di Pakan Kaluang" dikaitkan dengan nasib bangkai > mobil tua yang berjasa pada perjuangan PDRI (tg. 19 Desember 2010 merupakan > Hari Bela Negara): > > Baringin Gadang di Pakan Kaluang > Ureknyo manjelo ka Bukareh > > Pantun ini barangkali dibuat untuak mengungkapkan kekaguman orang Panampuang > akan keberadaan sebatang pohon beringin yang sangat besar dan kokoh. > Bertahun-tahun pohon itu kokoh berdiri menjadi penjaga nagari Panampuang. > Sampai robohnya pohon beringin itu, bersamaan dengan rubuhnya rezim Orde Baru > yang didukung oleh partai Partai Golkar dengan lambangnya pohon beringin, > diperkirakan umur pohon beringin tersebut lebih dari 400 tahun. > > orang Panampuangpun jadi lupa, bahwa dibalik pohon beringin itu ada sebuah > bangkai truck. Bangkai truck itu tetap berada di sana, (mungkin) sampai > beringin itu akhirnya runtuh. Apakah di pakan Kaluang ditanam baliak beringin? > > [...@ntau-net] 6 Desember 2010 oleh Datuak Arifz---> "Baringin Gadang di > Pakan Kaluang" nan dihubungkan dengan Sekolah Pertama di Panampuang. > > -------- > Tanggal 14 Desember 2010 sehabis menghadiri SKM, ambo pulang ka kampuang di > nagari Tanjuang Sungayang dan kutiko manunggu ojeg baranti di dakek Baringin > Sati tadanga suaro buruang. > Baringin itu alah ambo liek sajak ketek karano lataknyo tapek di pusat kota > Batusangkar, di nagari Baringin dan ado pulo rumah pegadaian di sinan. > > Namun salamo iko ado nan kurang pareso dek ambo, yaitu di pucuak baringin > gadang itu ruponyo bersarang bermacam macam buruang terutamo bangau. > > Sungguh suatu pemandangan yang sangat langka kini, di tengah kota yang tengah > "dijajah" oleh galeh bangsa asing, masih ada warisan budaya (pohon baringin > sati) dari nenek moyang kita yang masih tertinggal dan dimanfaatkan oleh > makhluk Allah lainnya. > > Manuruik ambo, kita butuh lambang lambang budaya (dan baringin sati bagian > darinya!) untuak mencuci mata kita yang > > setiap hari dijejali oleh kodak para selebritis nan manjua ota ! > > Salam > > Abraham Ilyas > www.nagari.org > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
