Assalamualaikum ww

Sabalun urang Minang diperkenalkan kepada Rasulullah SAW sebagai Guru Besar dan 
Teladan Kita, alam takabanglah yang dijadikan nenek moyang kita sebagai guru

Dahulu nenek moyang kita mamakai baju kulik kayu bantuak urang Sakai atau Kubu 
sekarang dipedalaman Sumatera Tengah, masih mau jugakah kita memakai baju dari 
kulit kayu itu?

Jawabnya tentu mau, untuk dipakai sekali2 waktu acara Parade Budaya Nusantara 
atau acara2 yang ditaja dalam rangka perayaan HUTRI dan pelengkap isi musium 
kebudayaan yang sengaja dipajang untuk di-lihat2 atau tugas paper anak2 SMU

Dalam petatah petitih pasambahan sekali2 kata2 ini masih kita pakai juga misal 
dalam "Niniak mamak nan gadang basa batuah, bak BARINGIN ditangah koto, 
batangnyo tampek basanda, ureknyo tampek baselo, daun rimbunnyo tampek bataduah 
dari kapanehan atau kahujanan, ka pai tampek tampek batanyo, ka pulang tamek ba 
barito, dst .....

Kekeramatan niniak mamak memang di ibaratkan seperti BERINGIN tersebut 

Ketika da'wah belum menyentuh perkampungan diranah Minang, pohon ini memang 
tempat tinggal berbagai hewan terutama burung2 bersuara merdu dan tentu saja 
pohon ini nyman banget buat bangsa jin dan genderowo buat nakut2in wong ndeso 
yang belum tersentuh da'wah Islamiyah

Ndak tau dengan kita2 yang telah tersentuh da'wah masih juga mau mengkramatkan 
pohon ini, apakah tidak ;ebih baik pohon itu kita anggap sebagai pohon apa 
adanya dan menjadi habitat hewan2 yang dilindungi?

wasalam
abp58    




________________________________
Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 20 Desember, 2010 09:49:41
Judul: Re: [...@ntau-net] pohon Baringin Sati lambang budaya di Batusangkar

Dunsanak di Palanta nan sangaik ambo hormati.

Dek karano mangecekan Batang Baringin ambo ingek jo carito dalam Api
Paderi halaman 11 sarupo iko:

Di kampung Nagari Paninjauan nan diapik Gunung Merapi dan Singgalang
ini, tak ada taman, menara berkubah dan berbulan sabit.
Taman di mana air mengalir untuk membasuh wajah-wajah manusia manusia
bersorban atau berkopiah hitam.
Bersarung bersajadah dan bermukena.
Hanja menhir menjadi penyalak langit. Batu pipih tempat sajenan
digeletakkan di bawah beringin tua, diselatan Paninjauan serta yang
ada hanya manusia berbau kemenyan tempat syaitan.
Perempuan memangkul bakul ketan.
Laki-laki berbau amis darah ayam berwarna hitam jamuih.
Ayam yang selalu disembelih untuk “manjalang” (Prosesi mengantar
sesajenan ke cungkup keramat.
Pada waktu tertentu, seperti ketika ada wabah atau sebagai cara dalam
tolak bala) beringin yang dikeramatkan.
Keyakinan dan ketakjuban akan alam, membuat masyarakat Paninjauan
menganut sistem sub stratum kepercayaan animistik.
Mereka tak mampu menamai itu kekuatan apa. Lalu mereka sebut dengan
“semangat”. Tak tahu itu bersumber dan siapa?
Atau untuk apa? Mereka hanya merasakan alam memberikan mereka sebuah
kekuatan untuk tumbuh dan menjarah zaman.
Hanya itu. Jadilah mereka sebagai kumpulan manusia yang memantik gunung.
Memanah angin. Mematut-matut bintang dan meminang gunung. Hingga
melahirkan sebuah momenidatur “alam takambang jadikan guru"
Alam adalah guru mereka. Tempat di mana harapan digayutkan. Tempat
merangkul rnimpi.
Tempat menguas keinginan dan gerak hati. Tempat berlindung dari bala.

Sebaiknya hati2 kalau maambiak Batang Baringin untuk jati diri sebuah
Nagari, hampir dieluruh Nusantara ini Pohon Beringin adalah
representasi Hal2 yang mistik.

Mohon maaf kalau banyak nan salah.
Darwin Chalidi, 61, Bintaro Jaya

2010/12/20 Abraham Ilyas <[email protected]>
>
> Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
>
> [...@ntau-net] 22 Nopember 2010 oleh angku Taufiq Rasjid --->judul "Baringin 
>Gadang dan Bangkai Mobil Tua di Pakan Kaluang" dikaitkan dengan nasib bangkai 
>mobil tua yang berjasa pada perjuangan PDRI (tg. 19 Desember 2010 merupakan 
>Hari 
>Bela Negara):
>
> Baringin Gadang di Pakan Kaluang
> Ureknyo manjelo ka Bukareh
>
> Pantun ini barangkali dibuat untuak mengungkapkan kekaguman orang Panampuang 
>akan keberadaan sebatang pohon beringin yang sangat besar dan kokoh. 
>Bertahun-tahun pohon itu kokoh berdiri menjadi penjaga nagari Panampuang. 
>Sampai 
>robohnya pohon beringin itu, bersamaan dengan rubuhnya rezim Orde Baru yang 
>didukung oleh partai Partai Golkar dengan lambangnya pohon beringin, 
>diperkirakan umur pohon beringin tersebut lebih dari 400 tahun.
>
> orang Panampuangpun jadi lupa, bahwa dibalik pohon beringin itu ada sebuah 
>bangkai truck. Bangkai truck itu tetap berada di sana, (mungkin) sampai 
>beringin 
>itu akhirnya runtuh. Apakah di pakan Kaluang ditanam baliak beringin?
>
> [...@ntau-net] 6 Desember 2010 oleh Datuak Arifz---> "Baringin Gadang di 
> Pakan 
>Kaluang" nan dihubungkan dengan Sekolah Pertama di Panampuang.
>
> --------
> Tanggal 14 Desember 2010 sehabis menghadiri SKM, ambo pulang ka kampuang di 
>nagari Tanjuang Sungayang dan kutiko manunggu ojeg baranti di dakek Baringin 
>Sati tadanga suaro buruang.
> Baringin itu alah ambo liek sajak ketek karano lataknyo tapek di pusat kota 
>Batusangkar, di nagari Baringin dan ado pulo rumah pegadaian di sinan.
>
> Namun salamo iko ado nan kurang pareso dek ambo, yaitu di pucuak baringin 
>gadang itu ruponyo bersarang bermacam macam buruang terutamo bangau.
>
> Sungguh suatu pemandangan yang sangat langka kini, di tengah kota yang tengah 
>"dijajah" oleh galeh bangsa asing, masih ada warisan budaya (pohon baringin 
>sati) dari nenek moyang kita yang masih tertinggal dan dimanfaatkan oleh 
>makhluk 
>Allah lainnya.
>
> Manuruik ambo, kita butuh lambang lambang budaya (dan baringin sati bagian 
>darinya!) untuak mencuci mata kita yang
>
> setiap hari dijejali oleh kodak para selebritis nan manjua ota !
>
> Salam
>
> Abraham Ilyas
> www.nagari.org

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke