Assalamualaikum ww.

Baringin (bhs. Minangkabau), Beringin (Indonesia), Nunu (bhs Kaili Sulawesi 
Tengah), Pohon yang berbahasa latin  Ficus benjamina L adalah satu jenis 
tumbuhan berbunga (flowering plant) atau Spermatophyta yang termasuk ke dalam 
tumbuhan berbiji tertutup dan berkeping dua (dikotiledon). Secara Taxonomy 
dikelompokan ke dalam familia MORACEAE, suatu Taksa yang memiliki anggota yang 
sangat besar.. Banyak sekali jenis Ficus misalnya Ficus deltoidea yang 
digunakan sebagai jamu sarirapet, Ficus elastica, Ficus bengalensis, Ficus 
hispida, Ficus calopilina, paling tidak terdapat lebih dari 400 jenis Ficus spp 
di Asia Tenggara (Cornelius Berg, per.com. 2008)

Perikehidupan tumbuhan beringin memiliki arti dan filsosofi kehidupan  sehingga 
tidaklah heran untuk membahas ekologi pohon ini banyak  diceritakan dari banyak 
aspek. Bagi seorang Ornithologist ataupun yang bergerak dalam bidang wildlife 
conservation pohon ini merupakan "key stone species" yang mempunyai arti 
penting untuk mendukung kehidupan berbagai jenis burung , misalnya : burung 
Rangkong sulawesi/hornbill bird (Riticeros cassidix)  yang memerlukan buah 
pohon ini sebagai sumber makanannya pada ekosistem hutan, disisi lain avifauna 
ini ikut membantu "seed dispersal" dari pohon ini. Selain itu berbagai jenis 
burung hidup pula pada ekosistem pohon beringin.

Bagi para botanist, pohon beringin juga merupakan salah satu jenis pohon yang 
unik penyusun ekosistem teresterial karena beberapa diantaranya bisa bersifat 
"Strangler" dan juga merupakan "host" untuk berbagai jenis tumbuhan efifit 
seperti puluhan jenis anggrek (orchidaceae) dan "effifit fern".

Tidaklah menmgherankan apabila  pohon ini juga ditanam dialun-alun kota di 
pulau jawa  seperti di depan Keraton Yogyakarta. Di Ranah Minangkabau jenis 
pohon beringin banyak sekali tumbuh dan ditanam. daerah yang pernah kami 
kunjungi dan memiliki pohon beringin besar adalah seperti di Pasa papan 
Batusangka, Kubu Radjo Pagaruyuang, Batu Batikam Batu Sangka, Desa Baringin, 
Permandian Batang tabik (Payokumbuah), Pasar Situjuah dan lain.

Banyak desa yang menggunakan nama pohon ini sebut saja : SUNGAI BARINGIN, 
BARINGIN, TANJUANG BARINGIN, NUNU (= Beringin, DI Kota Palu), Barangkali ada 
yang lain.........
Bahkan salah satu Partai Politik terbesar di Indonesia menggunakan Beringin 
sebagai lambangnya. Salah satu lambang dari Sila dari PANCASILA juga 
menggunakan pohon Baringin. Dan Universitas Andalas yang merupakan kebanggaan 
masyarakat Minangkabau  juga menggunakan pohon beringin dan sebuah lilin yang 
menyala sebagai Logonya.

Beringin......beringin...Hebat komyu...Torang suka.

Wassalam,

Ramadhanil Pitopang
46 thn.    

--- Pada Sen, 20/12/10, Arman Bahar <[email protected]> menulis:

Dari: Arman Bahar <[email protected]>
Judul: Bls: [...@ntau-net] pohon Baringin Sati lambang budaya di Batusangkar
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 20 Desember, 2010, 12:12 PM

Assalamualaikum ww

Sabalun urang Minang diperkenalkan kepada Rasulullah SAW sebagai Guru Besar dan 
Teladan Kita, alam takabanglah yang dijadikan nenek moyang kita sebagai guru

Dahulu nenek moyang kita mamakai baju kulik kayu bantuak urang Sakai atau Kubu 
sekarang dipedalaman Sumatera Tengah, masih mau jugakah kita memakai baju dari 
kulit kayu itu?

Jawabnya tentu mau, untuk dipakai sekali2 waktu acara Parade Budaya Nusantara 
atau acara2 yang ditaja dalam rangka perayaan HUTRI dan pelengkap isi musium 
kebudayaan yang sengaja dipajang untuk di-lihat2 atau tugas paper anak2 SMU

Dalam petatah petitih pasambahan sekali2 kata2 ini masih kita pakai juga misal 
dalam "Niniak mamak nan gadang basa batuah, bak BARINGIN ditangah koto, 
batangnyo tampek basanda, ureknyo tampek baselo, daun
 rimbunnyo tampek bataduah dari kapanehan atau kahujanan, ka pai tampek tampek 
batanyo, ka pulang tamek ba barito, dst .....

Kekeramatan niniak mamak memang di ibaratkan seperti BERINGIN tersebut 

Ketika da'wah belum menyentuh perkampungan diranah Minang, pohon ini memang 
tempat tinggal berbagai hewan terutama burung2 bersuara merdu dan tentu saja 
pohon ini nyman banget buat bangsa jin dan genderowo buat nakut2in wong ndeso 
yang belum tersentuh da'wah Islamiyah

Ndak tau dengan kita2 yang telah tersentuh da'wah masih juga mau mengkramatkan 
pohon ini, apakah tidak ;ebih baik pohon itu kita anggap sebagai pohon apa 
adanya dan menjadi habitat hewan2 yang dilindungi?

wasalam
abp58    

Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 20 Desember, 2010 09:49:41
Judul: Re: [...@ntau-net] pohon Baringin Sati lambang budaya di Batusangkar

Dunsanak di Palanta nan sangaik ambo hormati.

Dek karano mangecekan Batang Baringin ambo ingek jo carito dalam Api
Paderi halaman 11 sarupo iko:

Di kampung Nagari Paninjauan nan diapik Gunung Merapi dan Singgalang
ini, tak ada taman, menara berkubah dan berbulan sabit.
Taman di mana air mengalir untuk membasuh wajah-wajah manusia manusia
bersorban atau berkopiah hitam.
Bersarung bersajadah dan bermukena.
Hanja menhir menjadi penyalak langit. Batu pipih tempat sajenan
digeletakkan di bawah beringin tua, diselatan Paninjauan serta yang
ada
 hanya manusia berbau kemenyan tempat syaitan.
Perempuan memangkul bakul ketan.
Laki-laki berbau amis darah ayam berwarna hitam jamuih.
Ayam yang selalu disembelih untuk “manjalang” (Prosesi mengantar
sesajenan ke cungkup keramat.
Pada waktu tertentu, seperti ketika ada wabah atau sebagai cara dalam
tolak bala) beringin yang dikeramatkan.
Keyakinan dan ketakjuban akan alam, membuat masyarakat Paninjauan
menganut sistem sub stratum kepercayaan animistik.
Mereka tak mampu menamai itu kekuatan apa. Lalu mereka sebut dengan
“semangat”. Tak tahu itu bersumber dan siapa?
Atau untuk apa? Mereka hanya merasakan alam memberikan mereka sebuah
kekuatan untuk tumbuh dan menjarah zaman.
Hanya itu. Jadilah mereka sebagai kumpulan manusia yang memantik gunung.
Memanah angin. Mematut-matut bintang dan meminang gunung. Hingga
melahirkan sebuah momenidatur “alam takambang jadikan guru"
Alam adalah guru mereka.
 Tempat di mana harapan digayutkan. Tempat
merangkul rnimpi.
Tempat menguas keinginan dan gerak hati. Tempat berlindung dari bala.

Sebaiknya hati2 kalau maambiak Batang Baringin untuk jati diri sebuah
Nagari, hampir dieluruh Nusantara ini Pohon Beringin adalah
representasi Hal2 yang mistik.

Mohon maaf kalau banyak nan salah.
Darwin Chalidi, 61, Bintaro Jaya

2010/12/20 Abraham Ilyas <[email protected]>
>
> Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
>
> [...@ntau-net] 22 Nopember 2010 oleh angku Taufiq Rasjid --->judul "Baringin 
> Gadang dan Bangkai Mobil Tua di Pakan Kaluang" dikaitkan dengan nasib bangkai 
> mobil tua yang berjasa pada perjuangan PDRI (tg. 19 Desember 2010 merupakan 
> Hari Bela Negara):
>
> Baringin Gadang di Pakan Kaluang
> Ureknyo manjelo ka Bukareh
>
> Pantun ini
 barangkali dibuat untuak mengungkapkan kekaguman orang Panampuang akan 
keberadaan sebatang pohon beringin yang sangat besar dan kokoh. Bertahun-tahun 
pohon itu kokoh berdiri menjadi penjaga nagari Panampuang. Sampai robohnya 
pohon beringin itu, bersamaan dengan rubuhnya rezim Orde Baru yang didukung 
oleh partai Partai Golkar dengan lambangnya pohon beringin, diperkirakan umur 
pohon beringin tersebut lebih dari 400 tahun.
>
> orang Panampuangpun jadi lupa, bahwa dibalik pohon beringin itu ada sebuah 
> bangkai truck. Bangkai truck itu tetap berada di sana, (mungkin) sampai 
> beringin itu akhirnya runtuh. Apakah di pakan Kaluang ditanam baliak beringin?
>
> [...@ntau-net] 6 Desember 2010 oleh Datuak Arifz---> "Baringin Gadang di 
> Pakan Kaluang" nan dihubungkan dengan Sekolah Pertama di Panampuang.
>
> --------
> Tanggal 14 Desember 2010 sehabis menghadiri SKM, ambo pulang ka kampuang di 
> nagari Tanjuang Sungayang dan
 kutiko manunggu ojeg baranti di dakek Baringin Sati tadanga suaro buruang.
> Baringin itu alah ambo liek sajak ketek karano lataknyo tapek di pusat kota 
> Batusangkar, di nagari Baringin dan ado pulo rumah pegadaian di sinan.
>
> Namun salamo iko ado nan kurang pareso dek ambo, yaitu di pucuak baringin 
> gadang itu ruponyo bersarang bermacam macam buruang terutamo bangau.
>
> Sungguh suatu pemandangan yang sangat langka kini, di tengah kota yang tengah 
> "dijajah" oleh galeh bangsa asing, masih ada warisan budaya (pohon baringin 
> sati) dari nenek moyang kita yang masih tertinggal dan dimanfaatkan oleh 
> makhluk Allah lainnya.
>
> Manuruik ambo, kita butuh lambang lambang budaya (dan baringin sati bagian 
> darinya!) untuak mencuci mata kita yang
>
> setiap hari dijejali oleh kodak para selebritis nan manjua ota !
>
> Salam
>
> Abraham Ilyas
> www.nagari.org






-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke