Jepe,

 

Sebagian orang ada yang "luar negeri minded", ada juga yang "produksi dalam
negeri minded".

 

Tapi mungkin (mungkin lho, saya tidak punya datanya) adalah "massa
mengambang". Ambo tamasuak golongan iko. 

 

Nah, tinggal, bagaimana mendapatkan "massa mengambang" ini.  

Dan ini mungkin tidak bisa hanya dengan "menjual" sentimen "dalam vs luar
negeri", tapi dengan menunjukkan ke pembeli, bahwa memang buah/ sayur itu
yang kami butuhkan, dengan harga dan kualitas yang sesuai.

 

Riri

 

 

 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of jupardi andi
Sent: Saturday, December 25, 2010 12:49 PM
To: rantaunet rantaunet
Subject: [...@ntau-net] Stop !!! Konsumsi Buah-Buahan dan Sayur-sayuran Impor
Itu, by : Jepe

 

Stop !!! Konsumsi Buah-Buahan dan Sayur-sayuran Impor Itu
By : Jepe 

 

Dalam perjalanan pulang dari Desa Repan menuju Kota Selat Panjang  membelah
selat pulau Rangsang dengan speedboat mata saya tertumbuk disebuah dermaga
kayu kebetulan sebuah kapal kayu berukuran cukup besar lagi bersandar dan
membongkar muatannya. Iseng saya bertanya pada salah seorang rombongan yang
ikut dalam perjalanan diatas speedboat yang melaju  dengan kecepatan sedang.
Tokbur begitu panggilan akrab dari salah satu tokoh pemuda Melayu Selat
Panjang yang ikut membantu saya dalam mendistribusikan bantuan paket sembako
ke desa-desa di Pulau Rangsang buat anak yatim dan kaum duafa dalam rangka
safari  Ramadhan 1430 H yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat saya
bekerja.

 

 

"Bang Tokbur, itu kapal lagi membongkar apa, kelihatannya sibuk dan banyak
sekali barang-barang yang di bongkar di dermaga kayu itu" tanya saya
penasaran 

 

 

"ahh Pak Jepe kayak nggak tahu aja, biasalah kong kali kong oknum aparat
yang mengawasi peraiaran dengan pemilik barang dalam memasukan barang-barang
impor ke Riau ini" jawab Tokbur singkat

 

 

Tokbur bercerita dengan panjang lebar dan nampaknya dia paham betul seluk
beluk kegiatan illegal di sepanjang peraiaran selat panjang tersebut karena
dulunya pernah terlibat dalam pelayaran membawa barang-barang dari  Malaysia
dan Singapur secara illegal atau paling tidak separuh dari barang-barang
tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen resmi sesuai dengan aturan yang
berlaku, istilah yang cukup populernya adalah Spanyol alias Separoh
Nyolong". Di Dermaga "gelap" itu lanjut Tokbur adalah pelabuhan perantara
membongkar barang-barang Spanyol sebelum barang-barang yang dilindungi oleh
dokumen resmi di bongkar di pelabuhan tujuan yang tertera dalam dokumen.

 

 

Barang-barang Spanyol (illegal) yang di bongkar tersebut beraneka rupa mulai
buah2an impor, kain, elektronik sampai makanan-makanan kecil seperti snek,
permen, biscuit kalengan rata-rata buatan China.

 

 

Dari cerita saya diatas sungguh betapa oknum aparat kita bersama importir
disamping merugikan Negara dari segi penerimaan pajak juga menghancurkan
para petani buah kita karena secara illegal memasukan buah spanyol tersebut.
Saya sebagai masyarakat kebanyakan menyaksikan hal tersebut tentu tidak bisa
berbuat apa-apa untuk melakukan perlawanan, tapi ada cara lain buat saya
atau kita semua melakukan perlawanan jika pihak otoritas di Negara ini
(oknum)  yang nakal ini sedikitpun tidak ada keperpihakan kepada para petani
dan nelayan kita yang semakin terpuruk akibat ulah mereka yang memasukan
secara illegal buah-buahan dan sayur-sayuran serta makanan kecil. Inilah
salah satu  yang membuat petani negeri kita semakin terpuruk disamping
buah-buahan dan sayur-sayuran yang mereka tanam dan jual masih lemah dari
segi kualitas (bentuk dan rasa yang tidak seragam) dibandingkan buah-buahan
dan sayur-sayuran impor dari Thailand dan China diperparah lagi tindakan
oknum aparat yang kong kali kong dengan importer memasukannya secara illegal
(spanyol) yang berakibat tentu harga buah impor tersebut lebih murah
dipasaran untuk dijual karena importer tidak dibebani biaya pajak, bea masuk
dan lain sebagainya. Faktanya dalam sebuah berita yang saya baca lebih dari
60 % pangsa pasar buah-buahan dikuasai oleh buah-buahan impor dan parahnya
lagi buah-buahan tersebut tidak saja menyerbu serta memenuhi  pasar-pasar
modern (super market, hypermart etc) tapi juga pasar-pasar tradisional.

 

 

Jalan keluar yang kongrit kita melawan semua ini tidak lain dan tidak bukan
agar petani dan nelayan kita terangkat kepermukaan dan sejahtera adalah kita
semua dengan serentak dan militant menahan diri untuk tidak membeli dan
mengkonsumsi buah-buahan impor tersebut. Kita memang tidak bisa melakukan
perlawanan terhadap pasar global dimana semua Negara berhak melakukan
perdagang secara bebas antar Negara tanpa adanya proteksi dari Negara
tujuan, ditambah parah lagi dengan tingkah okunum aparat kita yang suka
bermain mata kong kali kong memasukan buah-buahan spanyol tersebut. Membeli
dan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran anak bangsa sendiri adalah
langkah yang sangat nyata memerangi pasar global dan oknum aparat yang nakal
tersebut. Jika kita tidak sedikitpun secara bersama-sama dan militant
membeli buah-buahan dan sayur-sayuran impor tersebut otomatis buah-buahan
dan sayur-sayuran itu akan busuk dan tidak mendapat tempat lagi dihati
masyarakat dalam mengkonsumisnya maka dengan sendirinya para pelaku
(importir) tentunya tidak berminat lagi memasukan buah-buahan dan
sayur-sayuran baik legal dan illegal karena secara bisnis mereka mengalami
kerugian.

 

 

Bagi saya inilah langkah yang paling efektif kita lakukan untuk mengangkat
para petani dan nelayan kita lebih sejahtera dari pada teori-teori yang
marak di adakan melalui seminar-seminar 1 atau 2 hari saja, apa yang didapat
dari seminar tersebut yang katanya meningkatkan (secara teori diatas kertas)
kesejaheraan petani dan nelayan kita. Seminar itu yang saya perhatikan dan
sering juga saya pantau tidak lebih tidak bukan hanya ajang silahturahhim
para penguasa dan orang-orang penting di negeri ini saja, apalagi dijaman
sekarang istilah yang paling populer adalah seminar juga menjadi ajang
pencitraan diri oleh para pejabat public. Selesai seminar pukul gong
penutupan,  balik kanan grak lalu bubar tanpa ada langkah kongrit yang
diwujudkan dilapangan, semuanya tinggal dikertas, tinggal membayar segala
tagihan biaya seminar ratusan juta rupiah mulai honor pakar,  akomodasi di
hotel, konsumsi serta tiket pesawat dan lain sebagainya.

Stop !!! membeli dan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran impor
tersebut inilah langkah kongrit dan nyata kita dibandingkan seminar satu
atau dua hari yang tidak jelas ujung pangkalnya untuk meningkatkan
kesejahteraan petani dan nelayan kita. Terkadang saya geleng-geleng kepala
dan tidak habis pikir ketika berkunjung ke toko buah yang cukup terkenal di
kota Pekanbaru ini. Dietalase toko buah tersebut terpajang manis dan rapi
kelapa muda yang telah "digunduli" dari Thailand. Saya pikir ini adalah
bentuk penghinaan terhadap Negara kita yang katanya adalah Negara "nyiur
melambai" dengan jutaan pohon kelapa disepanjang pesisir pantai Nusantara.
Menjadi pertanyaan besar bagi saya pada para penguasa di negeri ini "apakah
mereka tidak bisa sedikitpun memberikan proteksi agar buah kelapa ini tidak
merambah pasar buah kita". Jika tidak bisa sungguh keterlaluan, apaboleh
buat biasanya mereka hanya akan berdalih dengan alasan pasar global,
entahlah.

 

 

Mari kita cintai produk petani dan nelayan anak bangsa untuk memenuhi
kebutuhan vitamin dan mineral kita melalui buah-buahan dan sayur-sayuran
local, tahan diri jangan membeli produk impor tersebut, saya perjaya jika
langkah ini dilakukan secara serentak oleh segenap lapisan masyarakat Negara
ini maka inilah salah satu cara yang paling nyata dalam mengangkat taraf
kehidupan para petani dan nelayan kita selama ini semakin terpuruk dengan
berbagai permasalahan yang mereka hadapi mulai dari mahalnya harga pupuk,
bencana alam, susahnya mendapatkan BBM untuk melaut belum lagi ulah oknum
aparat yang mempersulit mereka mendapatkan pinjaman lunak, pasar yang tidak
ada jaminan serta hal-hal lain yang membuat para petani dan nelayan kita
semakin tersudut ditambah lagi dengan serangan buah-buahan, sayur-sayuran
serta produk perikanan impor lainnya.

 

 

Buah-buahan, sayur-sayuran serta ikan-ikanan  baik lautan dan daratan produk
anak negeri kita lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral,
protein dan zat anti oksidan kita, sebut saja dari buah-buahan seperti
papaya,aneka jenis mangga, jeruk, nenas, semangka, jambu,pisang dan lain
sebagainya. Masih tergiurkah anda membeli 1 Kg buah Plum dan Kiwi (impor)
yang berharga sekitar Rp 40.000/Kg, ahhh bagi saya itu adalah perbuatan
sia-sia dan pemborosan saja dan tidak ada keperpihakan kepada petani kita,
dengan uang Rp 40.000 tersebut saya sudah bisa membawa buah-buahan produk
anak negeri sendiri yang sangat "local content"   yaitu 1 sisir pisang ambon
ranah minang, 1 Kg jeruk brastagi, 2 Kg Semangka jika masih bersisa bisa
mendapatkan 1 atau 2 buah mangga harum manis yang murah meriah ketika panen
melimpah.

 

 

Tindakan yang kita lakukan ini jika saya menyitir sebuah slogan iklan
provider seluler  "lebih Indonesia" , jika kita persempit lagi membeli
buah-buahan dan sayur-sayuran produksi anak negeri ranah minang bolehlah
dikatakan "Lebih Minang".Selamat membeli dan mengkonsumsi buah-buahan dan
sayur-sayuran serta ikan-ikanan produksi bangsa sendiri para pembaca semua,
semoga kita memberikan kontribusi dan langkah yang kongrit dalam
meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan kita

 

 

Pekanbaru, 25 Desember 2010

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke