Pada masa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam kaum musli-min satu, satu aqidah, pemahaman dan satu jalan. Kemudian Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam mengabarkan bahwa umat ini akan terpecah-belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, sebagaimana sab-danya: “Akan terpecah belah umatku atas tujuh puluh tiga milah (golongan), seluruh-nya akan masuk neraka kecuali satu milah yakni apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya.
Perpecahan umat kali ini disebabkan oleh keluarnya mereka -yang mengaku muslim ini- dari sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Bermula dari sekelompok orang yang terlalu bersema-ngat dalam melakukan amalan, akan tetapi tanpa ilmu. Mereka mengkafirkan kaum mus-limin yang berbuat dosa besar dan mereka mengkafirkan penguasa hanya dengan tuduh-an-tuduhan bahwa penguasa telah melakukan kedhaliman. Padahal pada waktu itu khalifah-nya adalah Utsman bin Affan d. Akhirnya mereka keluar dari sunnah nabinya yang kemudian dikenal dengan nama kelompok Khawarij. Setelah itu muncul pula sekelompok orang yang mengaku muslim, namun me-lampaui batas dalam mengkultuskan Ali bin Abi Thalib d. Sebagian mereka menganggap Ali bin Abi Thalib lebih pantas sebagai khalifah daripada Abu Bakar dan Umar. Dengan ini mereka menyelisihi kesepakatan (Ijma’) para shahabat dan keluar dari jama’ah mereka. Sebagian lagi menganggap bahwa Ali dlah yang seharusnya menjadi nabi dan bahkan sebagian lagi menganggap Ali adalah tuhan mereka. Mereka akhirnya telah keluar dari Agama Islam dan ajaran Nabi Mu-hammad i. Merekalah yang dikenal dengan sebutan Syi’ah Rafidhah. Setelah itu muncul pula kelompok qoda-riyah yang mengingkari adanya takdir Allah dan tidak percaya kalau semua yang terjadi ini adalah takdir dari Allah. Mereka mengang-gap semua terjadi dengan sendirinya. Sebaliknya dari di atas muncullah golongan Jabriyah yang dengan alasan takdir mereka meng-ingkari perlunya amal dan syari’at. Dengan pemahaman ini mereka keluar dari ajaran sunnah nabi. Kemudian muncullah berbagai macam kelompok-kelompok baru yang memahami Islam tidak seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam, meyakini tidak seperti keyakinan-keyakinan yang ditanamkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam atau dengan kata lain pemahaman bid’ah dan berkeyakinan bid’ah. Mereka yang telah keluar dari pemahaman sunnah ini dikenal dengan ahlul bid’ah, sedangkan yang masih tetap di atas sunnah dalam pemahaman, keyakinan dan amalan dikenal dengan ahlus sunnah. Wass BP Dari: Dasriel Noeha <[email protected]> ...Tambah ke Kontak Kepada: [email protected] ________________________________ Kalo gak salah jawabannyo ado di surek Az Zhumar nanti di Hari Pengadilan semua ketau kelompok (Ulama termasuk) dan semua ketua tharekat, akan malapehkan tanggung jawab umatnya yang minat pertanggung jawaban Apakah pernah Muhammad SAW menyuruh umatnya supaya membentuk aliran yang 73 itu?? rasanya tidak demikian, Terus,...terus..? wass -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
