Pak Abraham dan para sanak sapalanta, Manuruik pandapek ambo, kalau nak langkok manulih ttg PRRI ko, paralu dicakup ampek tingkek, yaitu 1) tingkek lokal, ttg pengalaman pribadi dan kelompok, saparati nan alah pak Abaham muloi; 2) tingkek Sumbar, membahas antaro lain dinamika politik antaro Dewan Banteng dan PRRI, dgn tokoh Kombes Kaharuddin Dt Rangkayo Basa, Kolonel Simbolon, Kolonel Barlian, dan Kolonel Ahmad Husein, 3) tingkek nasional, takaik jo tokoh Pres Soekarno, PM Djuanda, Jend AH Nasution, Kol Zulkifli Lubis, Kolonel Ahmad Yani, dan DN Aidit, 4) tingkek internasional, hubungan PRRI jo CIA/Amerika Serikat. Ambo masih ragu apo iyo PRRI kalah dlm pertempuran tapi manang dlm perang. Apo indak kalah baik dalam pertempuran maupun dalam parang ? Bukankah sasudah PRRI tu mako PKI justru maju pesat, baik di tk Sumatera Barat maupun di tk nasional, dan urang awak seakan-akan kahilangan semangat, sampai pak Harun Zain mencanangkan 'strategi harga diri' pada th 1968 ? Kan sasudah PRRI tu MPRS dibubarkan dan Soekarno melancarkan 'demokrasi terpimpin'? Karano itu sacaro pribadi ambo mandorong adonyo penelitian mendalam ttg PRRI ko. Ambo indak tahu banyak ttg istilah 'dibok' iko. Kok nan dimasuik praktek memperkosa isteri urang PRRI, ado ambo danga, tapi pasti bukan kebijakan pimpinan APRI. Itu karajo cingkahak-cingkahak, sabagian urang awak juo nan ado di OPR. Kodam III/17 Agustus malah mamiliah gambar rumah gadang sbg 'badge' dan 'dimana bumi dipijak disana langit dijunjung' sbg sesanti. Wassalam, ------Original Message------ From: Abraham Ilyas Sender: Rantau Net To: Rantau Net Cc: Raja Ermansyah JAMIN Cc: Dr Mochtar NAIM Cc: Warni DARWIS ReplyTo: Rantau Net Subject: Re: [...@ntau-net] Catatan Wartawan Inggris Ketika Berkunjung ke Perang PRRI Sent: Jan 9, 2011 07:15
Pak Saaf sarato Dunsanak di palanta nan ambo hormati Walaupun ambo indak mandapek pendidikan manulih sejarah, tapi ambo ingin manulihkan kisah kisah peristiwa PRRI nan terjadi di nagari nagari Sumatera Tengah th. 1958 - 1961 dalam bentuk kisah syair dengan tema "PRRI menang dalam perjuangan, kalah dalam pertempuran". Untuak itu ambo mengajak para mahasiswa menulis kisah tersebut dengan cerita yang berasal dari nagari masing masing. Ambo alah dikirimi beberapa naskah/konsep (di antaranya nagari Manggopoh/Agam, Paninggahan/Solok) oleh mahasiswa yang perlu diedit kembali (di sini tercampur antara bentuk syair dengan pantun !) bunyinya sbb: Nasib pilu istri-istri orang PRRI Wajib melapor sore hari Tidur di bok pulang pagi Tindakan penguasa terpaksa diamini Walau mereka punya bayi Tidak ada kata kecuali Aturan harus diikuti Hukuman sebagai istri orang PRRI Perang banyak berisi kisah pilu Air mata mengalir tanpa muara Anak yang sedang kuat menyusu Dipaksa berpisah dari dekapan ibunya Ini aturan penguasa Masyarakat tidak bisa mengelak Ini adalah derita Sebagai anak dari “pemberontak“ Begitu lah nasib anak-anak Ibu di bok, ayah lari mengungsi Dianggap sebagai benih sang pemberontak Nasib miris harus dijalani Kekerasan bukan cuma milik APRI Ada juga oleh tentara gerilya PRRI Dianggap pengkhianat berarti mati Apalagi memperistri istri orang PRRI Pertanyaan di sini tentang istilah di bok (dari "book" atau dari "box"), apakah ini kebijakan pimpinan Apri ketika itu ? Terima kasih dan salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
