Ai indah terasa bilo kito rangkum jadi buku untuak oleh2 ka kamanakan, anak-anak, cucu-cucu, untuak penambah wawasan mereka, bahaso nenek/kakek/inyiak, uwo, mereka sato berjuang menegakkan keadilan atas ketidak adilan pemerintah pusat waktu itu. sejarah adalah guru maha agung kata Mahatma Gandhi, dan diaminkan oleh Soekarno dengan Jasmerahnya. Mak Lembang, ambo, Rina, da Mas, da Emi, mari kito rami-rami mengeluarkan buah pena untuak generasi sesuadh awak. nara sumber Mak Ngah, kanda Saaf, papa Rina, Bundo Nismah, dan pelaku sejarah lainnya akan memperkya kita melalui recovery memorable yang banyak pastinya. wassalam, dasriel
--- Pada Sel, 1/2/11, masrursiddik masrursiddik <[email protected]> menulis: Dari: masrursiddik masrursiddik <[email protected]> Judul: Re: [R@ntau-Net] cerita PPRI Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 1 Februari, 2011, 11:54 AM Dinda Das nan piawai, Sanak St Lembang, Andiko, eh Prof Emi (lah sato pulo),bang sarato sanak nan babakat manulih, Iyo rancak tu di pasokokkan jadi buku 'human interest' sajolah, Disalekkan juo kepingan- kepingan sejarah no agar autentik' Ambo raso banyak peminat. Bahkan 'penyunting' nya gotong-royang sen awak Narasumber juga banyak al. Pak Syaf, MakNgah, Bundo Nismah....... ondeh bajibun. Ambo singkokkan saketek dari 'buku pasokokan' berjudul "Dari Revolusi sampai Globalisasi- (Kisah diri para pelakunya menjembatani sejarah kegiatan geologi dan pertambangan Indonesia) nan di susun oleh 12 penulis mulai dari Pak Soetarjo Sigit, Pak Johannas (rang Tanjuang Bingkuang,Solok), DR.M.Untung, DR.Rab Sukamto.dll .... manyalek pulo ambo ciek. Dalam buku nan Penerbit PT Muria Baru, Jl,Palehan Tengah 35, Yogyakarta dng Penyunting M.M.Purbo-Hadiwidjoyo, 2006, ambo kebagian 34 halaman A5 berjudul 'Tempaan Zaman Pancaroba PDRI dan PRRI Membangkitkan Wawasan Nusantara'--> Salah satu sub-sub judulnya ialah 'Selingan PRRI sebagai Mimpi Buruk' namanya kisah diri....... dimulailah kenangan sejak ketek, Tapi nan pasti, iduik ambo ko marasai di kaja parang..... mulai zaman Japang di Lubuak Aluang.... (lain pulo paiknyo ), lalu mangungsi jalan kaki ka KikTenggi (agresi Belanda 1)......... Di Kiktenggi manompang di 'dunsanak' seorang PT (Polisi Tentara), di seberang markas PT dekat simpang-3 ke Benteng 'Fort de Kock'...... tiok pagi 'tabek/ hormat' ka pak Hatta katiko jalan-pagi alangkah senangnya Beliau mengusap kapalo awak seraya berucap kl "rajin-rajin baraja, yo.... bia jadi urang'. Kenangan nan tak talupokan, Piring Makan kami sabana anti air, setiap di basuah..... rarak, laruik dek air... karena terbuat dari tanak-liek bakar. Sebagai anak ketek waktu itu bertanya-tanya dalam hati.....kemana saja piring-makan babungo salamo ko, kama nyo gramofon dengan lagu-lagu keroncong, ??? ( alah gadang baru sadar..... betapa susahnya membawa badan lari dari mortir ulando) Kejadian nan 'menyenangkan' itu tak lama pula. Lalu Ulando mamaso awak pulo mangungsi..... ya jalan kaki lagi.... nun jauh ka Sasak-Talu, kampung halaman ayah dan mak. Tahun 1950, jadi kurang dari setahun..... kembali ke KikTenggi lagi. Dari Sasak, kami naik Biduak. Mendarat di Muaro Padang. Rasanya hanya semalam saja pelayaran, kerena angin lagi baik-baiknya. Konon, kalau dapat badai, bisa 2-3 malam di biduak nan tapaso barondok ka pulau nan basuo. Kembali ke 'Selingan PRRI sebagai Mimpi Buruk', Begini sedikit kutipannya: Wakatu tu-- akhir 1957-- kami sadang basitungkik baraja untuk menghadapi ujian penghabisan SMP. Suasana panas makin terasa, dan puncaknya terjadi pada tanggal 10 Februari 1958, ketika Letkol ACHMAD HUSEIN, selaku Ketua Dewan Banteng mengultimatum Pemerintah Pusat agar daerah diberikan otonomi seluas-luasnya. Harapannya ketika itu mendapat bantuan,,,,,,,, tetapi kenyataan harus berhadapan dengan Pemerintah Pusat..... yang justru ultimatum di balas dengan pengerahan pasukan...... malahan secara besar-besaran. Bukan saja Angkatan Darat, juga mengerahkan AL dan AU. Tak lama setelah 'rapat akbar' itu, semakin rami sajo awak liek ;tentara' latihan barih-babarih. Itulah anak sikolah nan masuk jadi TP (Tentara Pelajar). Kebanyakan anak SMA, STM adakalanya anak ST nan gadang badannyo. Pada suatu siang --selepas istirahat jam pelajaran terakhir-- ketika kami mau masuk kelas lagi..... terdengar kapa tabang malayok bakulilang di udara KikTenggi,..........mungkin kurang dari sejam berkeliling tu...... tadanga kapa tabang manukiak....... dan menembakkan mitraliurnya dan menjatuhkan bom. Rupanya sasaranyan adalah pemancar RRI untuk membungkam PRRI agar tidak menyiarkan beritanya. Kalang kabut lah kami. Semua berhamburan keluar kelas,,...... dan pulang. Serangan udara itu membuat hati galau, rasa takut berbaur marah. Baa ka indak, trauma akibat desingan peluru dan mortir serta deru pesawat tempur yang agak teredam sejak 'cocor merah' Mustang Belanda sepuluh tahun sebelumnya, menyeruak kembali. Was-was pun timbul, jangan-jangan segala penderitaan terulang lagi, dikejar-kejar dalam pengungsian, lapar, dahaga, dan yang paling penting, pupusnya segala cita-cita, karena ketika itu ambo sadang menghadapi ujian penghabisan SMP.1. Serta meta sesampai di rumah, sesore-sore itu juga...... apa yang ambo was-was tadi kejadian.... diputuskan mengungsi untuk ketiga kalinya..Malam itu juga kami bertolak dengan berjalan kaki (LAGI) menuju ke Batutaba sekitar 7-8 km di luar KikTenggi.... Kisah di pengungsian.... dan sekolah di SMP Darurat Pasir...... ada cerita tersendiri.... yang sudah pasti Guru Bahasa Indonesia kami ,,,,,,,, seorang ibu nan jelita...... Ibu Nurhuda...... betapa kecilnya duania ini..... rupanya konco MakNgah dan Bundo Nismah nan basuo di dunia maya RN ko. Alhamdulillah.... di RN basuo kasodono termasuk Das, Tan Lembang Alam, Riri, Jepa, Prof Emi, pa Syaf, Uda Muhtar Naim ( senior kami sesama alumni SMP 1 nan seabad tu),;;;;;;; banyak lainnya tak terucapkan semuja, dan semuanya pemikir dan penulis...... bukan main. ....................................................................................................................................................................... ............................................................................. insyAllah di lanjut..... ( Rasonyo ultimatum itu disampaikan beliau pada Rapat 'Akbar' di Lapangan Ateh Ngarai. Kami anak sikolah babarih ka lapangan tu, membawa Sangsaka Merah Putih...... ya hepi hepei aja, maklum anak-anak ). Malahan ketika Beliau berpidato berapi-api membakar semangat........berucap kl " Bagi saya perjuangan ini bukan untuk PANGKAT... bla bla..bla,,,,, seraya Tanda Pangkat --2 Bintang dengan dasar Hitam-- dilepaskannya dari pundaknya, lalu melemparkan,,,,,, mudah-mudahan saya tidak salah, mungkin ada juga yang menyaksikan peristiwa itu). Wassalam, dan maaf ditulih manuruik ketukan 11 jari maa nan takana Masru Siddik, 69+ di Bandung atulih 2 P mohon maaf ambo Iolah kito taruihkan, beko samo2 kito pasokokan buek jadi buku Baa gak ti Wass DAN Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 1 Feb 2011 03:11:00 -0800 (PST) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] cerita PPRI Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Angku Datuak Dasriel, Taruihanlah. Basamo-samo awak. Mungkin banyak juo pagunono untuak generasi sasudah awak nan indak mangarati jo kaadaan maso itu. Ado ciek..... Baa mangko konsisten bana tulisan PPRI bukan PRRI? Wassalamu'alaikum, Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi From: Dasriel Noeha <[email protected]> To: [email protected] Cc: Sent: Tuesday, February 1, 2011 3:36 PM Subject: Re: [R@ntau-Net] cerita PPRI Da Mas, galilah memori maso jaman sisuak tu baliak, pasti da Mas punyo kenangan dari perjuangan kakak/mamak kito sewaktu ijok tuh, Beko dipasokokkan untuak buek buku dek RN, wass - -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
