Bertanya pak AB Il
 
bagaimana systems me-reconstruction otak di Akhirat, padahal kita tahu Otak kan 
benda Fana, yang akan hancur setelah manuasia dikuburkan????

Bukankah akan lebih masuk akal, bila yang dimaksud dengan "otak" dalam analisa 
tersebut adalah "DNA Otak", yang mungkin hanya bisa tetap ada walau dunia 
dihancurkan "waktu kiamat".
 
Mohon maaf, dalam analisa saya yang dangkal, nukilan atau kutipan thesis 
tentang otak di akhirat, kurang bisa dicerna akal.
 
Kecuali "buah pikiran otak", seperti; ILMU YANG BERMANFAAT, AJARAN YANG MEMBAWA 
KEMASLAHATAN UMAT, yang akan terekam oleh MALAIKAT kiri dan kanan kita, (YANG 
MERUPAKAN BENDA GHAIB) yang akan jadi SAKSI KELAK DI AKHIRAT.
 
Mohon pencerahan,
 
wassalam,

--- Pada Ming, 6/2/11, Abraham Ilyas <[email protected]> menulis:


Dari: Abraham Ilyas <[email protected]>
Judul: Re: [R@ntau-Net] jari manis
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 6 Februari, 2011, 9:13 PM



Dunsanak di palanta khususnyo kmd. Serly Nofita

Pertamo ambo ucapkan selamat bergabuang di palanta untuak uniang Serly Nofita, 
mudah mudahan akan banyak uniang lainnyo menyusul Serly.

Walaupun judul ota kito satantangan "bahasa/isyarat" oleh jari manis dalam 
kehidupan manusia nan dimunculkan oleh Prof Emi, tapi dek karano ota iko alah 
dibao ka pemahaman "raso jo pareso", nan marupokan dasar falsafah MK, mako ambo 
copaskan dari: http://www.members.tripod.com/raso_pareso/rusdi.html

ditulis oleh Prof. DR. H. Rusdi Lamsudin, Guru besar neurologi, Fak. Kedokteran 
U.G.M. Tulisan ini pernah dimuat dalam kolom Hikmah hr. Republika 21-10-1994 
dan dikutip dengan izin dari penulis artikel.

Otak Sebagai Saksi di Akhirat.
 
Otak menguasai, mengendalikan, dan mencatat seluruh kegiatan manusia, seperti: 
gerakan seluruh bagian tubuh, pancaindera, perencanaan, peran intelektual 
tinggi (berbicara, belajar, menulis, membaca, dan berfikir).

Setiap fungsi kegiatan tersebut mempunyai kawasan sendiri-sendiri.
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia meninggalkan bekas dalam sel otak.
Bekas-bekas ini belum terungkap dengan jelas oleh ilmu pengetahuan.
Bekas-bekas yang tersimpan dalam otak inilah yang menjadi proses intelektual 
tinggi manusia.

Menarik untuk disimak hipotesis yang diajukan oleh Dr. Muhammad Ustman Najati 
(1982) dalam bukunya: “Al quran wa ilmu al nafs”, yang diterjemahkan oleh Ahmad 
Rofi’ Usmani (1985).

Dia menyatakan bahwa kelak di akhirat, otak akan berperan sebagai saksi atas 
segala perbuatan manusia di dunia.

Al quran telah menyatakan dengan jelas bahwa pendengaran, penglihatan, dan 
kulit/perasa (Q.S. 41: 19-21), lidah, tangan, dan kaki (Q.S. 24: 24 dan Q.S. 
36: 65) akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di dunia.

Oleh karena segala perbuatan kita tercatat dalam sel-sel otak, maka adalah 
mungkin bisa berbunyi dan menyatakan semua apa yang dicatatnya, seperti tape 
recorder atau compact disk.

Allah-lah yang menjadikan semuanya itu, dan Allah-lah yang maha tahu bagaimana 
persaksian itu.
Kita kaji firman-firman Allah (Q.S. 17: 13-14; Q.S. 39: 69; Q.S. 18: 49} bahwa 
ada satu kitab yang terbuka , buku perhitungan, kitab yang berisi tulisan 
segala perbuatan setiap manusia yang diperlihatkan kelak di akhirat.

Kita tidak mengetahui apa bentuk kitab tersebut, Allah-lah yang maha tahu.
Dengan hitungan trilliunan sel-sel syaraf, entah berapa juta gigabit dapat 
mencatat semua kegiatan manusia.

Kalau dihamparkan lapisan-lapisan otak yang berlipat-lipat itu, diperkirakan 
luasnya sekitar 16 meter persegi.

Apakah hamparan otak ini yang dikatakan Allah sebagai buku tersebut, Allah-lah 
yang maha tahu.
Melihat fakta ini kita mestinya menjadi ingat dan sadar bahwa segala perbuatan 
kita yang baik, yang buruk akan tercatat, bahkan berupa niat saja tetap akan 
tercatat di sel-sel saraf otak tersebut.

-----------------------------------------------------------------------------

Kaitan antara fungsi Otak dengan Raso jo Pareso, ambo cubo interpretasikan sbb: 
(maaf untuak nan indak sapandapek dengan pantun iko)

CUKUPI GIZI Balita dan PELIHARALAH OTAK agar RASO PARESO BERFUNGSI

Raso dan pareso dikelola otak
Sebelah kiri dan sebelah kanan
Makanya otak jangan dirusak
Dengan kotoran bahan makanan

Menurut ilmu Palang Merah
Dalam darah bermukim nyawa
Sari makanan pembentuk darah
Kotor makanan, cemarlah jiwa

Sering mabuk digotong pulang
Itulah akibat perbuatan tolol
Raso dan pareso telah hilang
Karena otak diracuni alkohol

Ibarat kotoran di kepala udang
Perumpamaan otak orang yang sesat
Narkoba dinikmati sambil berdendang
Berbuat dosa terasa nikmat

Otak kanan sedang rusak
Seperti nasi keadaannya basi
Pada manusia yang tidak bijak
Tandanya raso belum berfungsi

Seumpama emas bermutu suasa
Itulah otak yang sudah tercemar
Dialah orang tak punya rasa
Tidak sopan, bicaranya kasar

Karena di otak ada borok
Raso dan pareso sedang kacau
Senang berucap kata jorok
Lawan bicara menjadi risau

Agar keinginan tak hanya khayal
Jagalah otak jangan binasa
Raso pareso orang normal
Adalah bekal sepanjang masa

Jangan dianggap masalah remeh
Ketika manusia disuruh memilih
Amal salah atau amal saleh
Fungsikan otak secara jernih

Raso dan pareso jangan dirusak
Dengan makanan mengandung najis
Kendalikan diri dengan otak
Jangan ikuti arahan iblis

Hindari menu tak jelas asal
Meski perut terasa lapar
Periksa makanan apakah halal
Ketika membeli dari pasar

Ada perbedaan mendasar antara falsafah Minang Kabau dengan falsafah 
Materialisme Barat.

Ilmuwan Barat percaya, perasaan dikendalikan otak, sedangkan adagium Adat 
Minang menyebutkan Raso (perasaan) yang harus dibawa naik ke otak (ke 
bagian/arah atas), karena "raso" diturunkan berupa hidayah/petunjuk oleh yang 
Esa/nan Asa/nan Oso/yang Asal di dada seseorang/bagian tengah tubuh.

"Iman" yang merupakan konsep/bahasa/terminologi agama Islam, secara dialektika 
adalah bagian dari "raso" (dari bahasa ibu).

Iman tak pernah ada tanpa pe"rasa"an yang berpusat/diturunkan/hidayah di dada. 

Sedangkan pe"rasa"an tak akan diketahui tanpa kesadaran otak.

Kesadaran otak akan menggerakkan pancaindera yang berhubungan dengan alam dunia 
ini

Otak berada di bagian atas tubuh/kepala, sedangkan pancaindera berada di 
sebelah bawahnya kepala.
 
Inilah nan disimpulkan oleh nenek moyang kito sebagai adagium: "Raso dibao 
naiak, pareso dibao turun."

Abraham Ilyas lk. 65
www.nagari.org



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke