pak darwin, pak ilyas,

uniang satuju pandapek pak darwin, caro minangkabau kitabullah sajolah.

dalam diri manusia pasti ado 2 sisi (sisi positif dan sisi negatif). manusia 
nan istiqamah adolah manusia yang berhasil mengendalikan sisi negatifnyo. 
terjadi secaro wajar dan Ridho Tuhan SWT.


penyelasan pak ilyas terlalu betele-tele, labiah cendrung ka cupak nan duo

emang cendrung ka arah persaingan dan mudah-mudahan kebiasoan buruak itu indak 
ado kini lai. bisa basobok sepasang manusia dikandang kudo pulo jadinyo nan 
mambuahi diambiah ka induak bareh. 



salam minangkabau

Serly. 29 th



--- Pada Sen, 7/2/11, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:

Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Judul: Re: [R@ntau-Net] jari manis
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 7 Februari, 2011, 2:36 AM

Uda Abraham Ilyas sarato kmd. Serly Nofita, ambo taringek jo presentasi Ustadz 
Arman Rahman mengenai carito


Al quran telah menyatakan dengan jelas bahwa pendengaran, penglihatan, dan 
kulit/perasa (Q.S. 41: 19-21), lidah, tangan, dan kaki (Q.S. 24: 24 dan Q.S. 
36: 65) akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di dunia.

Dari 99 sifat Allah SWT, salah satunyo adolah Al-Qobidh yaitu maha mengecilkan 
serta Asy-Syahied yaitu Yang Menyaksikan Segala Sesuatu dan Al-Bari' yang 
Menjadikan segala sesuatu.

Berdasarkan kemampuan teknologi yang bisa dicapai makhluk Allah saat ini, 
mungkin setiap manusia dipadang Mashar nanti akan cukup berdiri didepan sesuatu 
yang akan mentriger sebuah "Holghraphy Player" dari seluruh memori yang terekam 
dalam pendengaran, penglihatan, dan kulit/perasa, lidah, tangan, dan kaki itu 
secara otomatis bermain dihadapan makhluk yang hina ini.

Jangan lupa waktu melihat re-play Holography kehidupan itu sama dengan waktu 
menonton pilem di bioskop yaitu maksimum 3 jam waktu akhirat. (1 hari waktu 
akherat sama dengan 1000 tahun waktu dunia)

Mudah-mudahan kita bisa menghapuskan dosa-dosa yang telah menumpuk ditubuh ini 
sampai waktu dipanggil oleh malaikat jibril menghadapnya.

Wassalam Darwin Chalidi, 61, Tangerang Selatan




2011/2/7 Abraham Ilyas <[email protected]>

Dunsanak di palanta khususnyo kmd. Serly Nofita

Pertamo ambo ucapkan selamat bergabuang di palanta untuak uniang Serly Nofita, 
mudah mudahan akan banyak uniang lainnyo menyusul Serly.



Walaupun judul ota kito satantangan "bahasa/isyarat" oleh jari manis dalam 
kehidupan manusia nan dimunculkan oleh Prof Emi, tapi dek karano ota iko alah 
dibao ka pemahaman "raso jo pareso", nan marupokan dasar falsafah MK, mako ambo 
copaskan dari: http://www.members.tripod.com/raso_pareso/rusdi.html



ditulis oleh Prof. DR. H. Rusdi Lamsudin, Guru besar neurologi, Fak. Kedokteran 
U.G.M. Tulisan ini pernah dimuat dalam kolom Hikmah hr. Republika 21-10-1994 
dan dikutip dengan izin dari penulis artikel.

Otak Sebagai Saksi di Akhirat.


 
Otak menguasai, mengendalikan, dan mencatat seluruh kegiatan manusia, seperti: 
gerakan seluruh bagian tubuh, pancaindera, perencanaan, peran intelektual 
tinggi (berbicara, belajar, menulis, membaca, dan berfikir).



Setiap fungsi kegiatan tersebut mempunyai kawasan sendiri-sendiri.
Setiap kegiatan yang dilakukan manusia meninggalkan bekas dalam sel otak.
Bekas-bekas ini belum terungkap dengan jelas oleh ilmu pengetahuan.


Bekas-bekas yang tersimpan dalam otak inilah yang menjadi proses intelektual 
tinggi manusia.

Menarik untuk disimak hipotesis yang diajukan oleh Dr. Muhammad Ustman Najati 
(1982) dalam bukunya: “Al quran wa ilmu al nafs”, yang diterjemahkan oleh Ahmad 
Rofi’ Usmani (1985).



Dia menyatakan bahwa kelak di akhirat, otak akan berperan sebagai saksi atas 
segala perbuatan manusia di dunia.

Al quran telah menyatakan dengan jelas bahwa pendengaran, penglihatan, dan 
kulit/perasa (Q.S. 41: 19-21), lidah, tangan, dan kaki (Q.S. 24: 24 dan Q.S. 
36: 65) akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di dunia.



Oleh karena segala perbuatan kita tercatat dalam sel-sel otak, maka adalah 
mungkin bisa berbunyi dan menyatakan semua apa yang dicatatnya, seperti tape 
recorder atau compact disk.

Allah-lah yang menjadikan semuanya itu, dan Allah-lah yang maha tahu bagaimana 
persaksian itu.


Kita kaji firman-firman Allah (Q.S. 17: 13-14; Q.S. 39: 69; Q.S. 18: 49} bahwa 
ada satu kitab yang terbuka , buku perhitungan, kitab yang berisi tulisan 
segala perbuatan setiap manusia yang diperlihatkan kelak di akhirat.



Kita tidak mengetahui apa bentuk kitab tersebut, Allah-lah yang maha tahu.
Dengan hitungan trilliunan sel-sel syaraf, entah berapa juta gigabit dapat 
mencatat semua kegiatan manusia.

Kalau dihamparkan lapisan-lapisan otak yang berlipat-lipat itu, diperkirakan 
luasnya sekitar 16 meter persegi.



Apakah hamparan otak ini yang dikatakan Allah sebagai buku tersebut, Allah-lah 
yang maha tahu.
Melihat fakta ini kita mestinya menjadi ingat dan sadar bahwa segala perbuatan 
kita yang baik, yang buruk akan tercatat, bahkan berupa niat saja tetap akan 
tercatat di sel-sel saraf otak tersebut.



-----------------------------------------------------------------------------

Kaitan antara fungsi Otak dengan Raso jo Pareso, ambo cubo interpretasikan sbb: 
(maaf untuak nan indak sapandapek dengan pantun iko)



CUKUPI GIZI Balita dan PELIHARALAH OTAK agar RASO PARESO BERFUNGSI


Raso dan pareso dikelola otak
Sebelah kiri dan sebelah kanan
Makanya otak jangan dirusak
Dengan kotoran bahan makanan

Menurut ilmu Palang Merah
Dalam darah bermukim nyawa
Sari makanan pembentuk darah


Kotor makanan, cemarlah jiwa

Sering mabuk digotong pulang
Itulah akibat perbuatan tolol
Raso dan pareso telah hilang


Karena otak diracuni alkohol

Ibarat kotoran di kepala udang
Perumpamaan otak orang yang sesat
Narkoba dinikmati sambil berdendang
Berbuat dosa terasa nikmat



Otak kanan sedang rusak
Seperti nasi keadaannya basi
Pada manusia yang tidak bijak
Tandanya raso belum berfungsi



Seumpama emas bermutu suasa
Itulah otak yang sudah tercemar
Dialah orang tak punya rasa
Tidak sopan, bicaranya kasar

Karena di otak ada borok
Raso dan pareso sedang kacau
Senang berucap kata jorok


Lawan bicara menjadi risau

Agar keinginan tak hanya khayal
Jagalah otak jangan binasa
Raso pareso orang normal
Adalah bekal sepanjang masa

Jangan dianggap masalah remeh
Ketika manusia disuruh memilih


Amal salah atau amal saleh
Fungsikan otak secara jernih

Raso dan pareso jangan dirusak


Dengan makanan mengandung najis
Kendalikan diri dengan otak
Jangan ikuti arahan iblis

Hindari menu tak jelas asal
Meski perut terasa lapar
Periksa makanan apakah halal
Ketika membeli dari pasar



Ada perbedaan mendasar antara falsafah Minang Kabau dengan falsafah 
Materialisme Barat.

Ilmuwan Barat percaya, perasaan dikendalikan otak, sedangkan adagium Adat 
Minang menyebutkan Raso (perasaan) yang harus dibawa naik ke otak (ke 
bagian/arah atas), karena "raso" diturunkan berupa hidayah/petunjuk oleh yang 
Esa/nan Asa/nan Oso/yang Asal di dada seseorang/bagian tengah tubuh.



"Iman" yang merupakan konsep/bahasa/terminologi agama Islam, secara dialektika 
adalah bagian dari "raso" (dari bahasa ibu).

Iman tak pernah ada tanpa pe"rasa"an yang berpusat/diturunkan/hidayah di dada. 



Sedangkan pe"rasa"an tak akan diketahui tanpa kesadaran otak.

Kesadaran otak akan menggerakkan pancaindera yang berhubungan dengan alam dunia 
ini

Otak berada di bagian atas tubuh/kepala, sedangkan pancaindera berada di 
sebelah bawahnya kepala.


 
Inilah nan disimpulkan oleh nenek moyang kito sebagai adagium: "Raso dibao 
naiak, pareso dibao turun."

Abraham Ilyas lk. 65
www.nagari.org







-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~


* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet


- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/






-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke