Dunsanak di palanta nan ambo hormati, dari http://nagari.or.id/?moda=minangkabau ambo kutipkan adagium sbb:
.........Selanjutnya pada permulaan abad ke 19 dilakukan pula penyatuan ideologi di nagari-nagari dengan menerapkan paham Wahabisme, maka akibatnya timbullah perang Paderi, perselisihan antara kaum adat dengan pengikut aliran wahabi. Belanda mengambil kesempatan ketika terjadi perang di nagari-nagari tersebut. Kompromi dicapai melalui perdamaian budaya dengan memunculkan *adagium peradaban*: * Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.* *Syarak nan batilanjang,adat nan basisampiang. Syarak babuhua mati,adat babuhua sentak. Syarak balinduang, adat bapaneh. Syarak mangato, adat mamakai Syarak mandaki, adat manurun Syarak lazim, adat kawi. * salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
