Assalamualaikum ww Buya,
Sepanjang yg dapat saya tangkap, konferensi tsb tidak khusus  mempertanyakan 
soal halal haramnya Ahmadyah, tetapi mencoba mencari kebijakan dasar utk 
revitalisasi Islam.
Ttg Ahmadiyah sendiri, setidaknya ditawarkan dua alternatif: kembali ke Islam 
atau buat agama sendiri.
Seingat saya, soal HAM sama sekali tidak disinggung.
Wassalam, 
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: "Buya H Mas'oed Abidin" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 14 Feb 2011 18:06:08 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Re: INTERATIONAL CONFERENCE ON THE REVITALIZATION OF
 ISLAM, 12 FEBRUARI 2011.

Ahmadiyah itu di tempat lahirnya sendiri (India dan Pakistan) sudah
lama dilarang. Semua negera negara Islam telah lama menolaknya dan
fatwa tentang Ahmadiyah itu sesat dan haram sudah tidak diragukan
lagi. Bila masih dipertanyakan juga inilah sebuah keanehan dan
kebodohan.
Masalah keyakinan (Iman) tentu tidak dapat diukur dengan ham. Inilah
satu dari banyak keanehan juga di Indonesia. Satu negeri yang "bukan
bukan". Na'udzubillah ...
Wassalam Buya HMA

On Feb 14, 3:46 pm, "[email protected]" <[email protected]>
wrote:
> Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,
>
> Pak Saaf, kalau sampai masih diperdebatkan status kafirnya Ahmadiyah, jelas 
> ada kesalahan konseptual di sebagian pembicara/peserta acara itu.
>
> Kemudian, kesalahan konseptual terlihat dengan pembagian Islam berdasarkan 
> wilayah, Pak. Sangat aneh mengingat Allah Ta'aala hanya satu dan Rasulullah 
> Shallallahu'alayhi wa Sallam diutus untuk seluruh manusia. Jadi aneh kalau 
> ada perkara yang haram bagi muslim dari daerah A, tapi halal bagi muslim dari 
> daerah B. Kok jadi seperti orang Kristen saja yang gerejanya beda-beda tiap 
> daerah.
>
> Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Allahu Ta'aala a'laam.
>
> ---
> Ahmad Ridha

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke