Assalamualaikum mamak uda uni sadonyo,
awak nio nambahan ajo kalo E.S. ITO tu penulis novel mudo berbakat urang awak. 
kelahiran 80 atau 81..kalo awak sih suko ajo versi E.S ITO, selain ceritanya 
menarik juga berisi masukan untuk urang awak. toh memang sifat mode itu adoh 
disebagian urang awak kok.
sebelumnya pak A.A. Navis juga pernah buek cerpen malin kundang ko dengan 
versinya sendiri yang mungkin mambuek apak2 ibu2 urang awak taparangah dan 
merah 
muko mambaconyo kali tuh. yaitu tentang ibu malin kundanglah yang durhaka 
karano 
cuma mamparhatikan pitih anaknyo sajo dan memanfaatkan kesuksesan anaknyo 
dirantau untuk mancari namo dikampuangnyo (untuk dibangga-banggaan) tapi dak 
peduli baa susah sanang anaknyo mandapekan pitih tu dirantau. di cerpen A.A 
Navis juga dikritik ibu2 minang zaman kini yang suko mendramatisir dan 
memanfaatkan carito malinkundang untuk mandapekkan pitih dari anaknyo dan 
manekan anaknyo sedemikian rupa sahinggo tunduk ka mande ko. dicaritoan A.A 
Navis pulo katiko malin pulang dari rantau ibunyo lebih sibuk jo pitih anaknyo 
dan mambanggaan anaknyo ka urang kampuang tapi dak acuah jo anaknyo doh. ibu 
malin (yang digambarkan pak A.A. Navis sebagai ibu2 minang zaman kini) lebih 
suko manonton drama yang sedih2 dan manangih2 manonton drama tu tapi dak 
mengacuhkan tanggung jawabnyo mamparatian anaknyo sahinggo si malin (anak) 
kecewa (tapi dak memberontak karano takuik jo cap anak durhako). si malin 
(anak) 
balik ka rantau dengan kapalnyo dengan hati kecewa dan berjanji dalam hati dak 
namuah pulang lai doh..
bagi awak carito versi pak A.A. Navis juga bagus, manganai ka kondisi sosial 
dikampuang awak zaman kini ko. jadi jadikan itu masukan untuk urang awak (ibu2 
zaman kini).

salam
trisna/28 th/jakarta


________________________________
Dari: Indra J Piliang <[email protected]>
Kepada: RantauNet <[email protected]>
Terkirim: Sab, 9 April, 2011 11:09:53
Judul: Re: [R@ntau-Net] Es Ito: Malin Kundang

Sebaiknya cerita es ito dilihat dari ilmu2 susastra alias humaniora. Lagipula, 
sampai skrg semua cerita dlm alam Minangkabau byk dlm bentuk lisan. Semakin 
jarang yg tertulis.

Setidaknya Es Ito mencoba menulisnya kembali, menurut versinya, dgn 
imajinasinya. Dalam bentuk yg singkat.

Byk cerita di Minang butuh tulisan yg lebih lengkap. Mslnya soal Cindua Mato, 
Anggun Nan Tongga, Nangkodo Bahar, dll. Sebaiknya diperkaya di bloq masing2.

Yg diubah atau digubah oleh Es Ito adlh cerita yg memang tak ada yg baku. Kalau 
sudah baku bukan cerita lagi namanya, tp doktrin atau ideologi atau lbh tinggi 
lagi: kitab suci. 


Terima kasih

IJP (mau 39)

~~."IJP".~~

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Apr 2011 03:18:39 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Es Ito: Malin Kundang

Sekalian saya juga tanya : apakah memang ada kutukan ibu yang sedemikian 
mangkus 
?

Apakah sama dan sebangun dengan Sangkuriang dan Legenda lain ??

---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Nofendri T. Lare" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Apr 2011 10:12:52 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [R@ntau-Net] Es Ito: Malin Kundang

Apakah Malin Kundang Pantas Dikutuk Menjadi Batu?
Sabtu, 09 April 2011 | 10:01:00 WIB

Begitu malang nasib Malin Kundang. Semenjak dikutuk jadi batu, ia semakin
tak dipedulikan. Tubuhnya, tumpukan batu itu, sudah begitu rapuh. Selama
beribu-ribu tahun, bahkan lebih, ombak menghempas tak henti-hentinya. Entah
sampai kapan hukuman itu akan terus dilaluinya. Mungkin sampai tubuhnya itu
benar-benar hilang tergerus ombak. Atau sampai kapan?

Tetapi bukan itu masalahnya. 

Malin Kundang memang begitu malang, tetapi kita tak pernah tahu apakah ia
benar-benar ada. Barangkali memang ada. Barangkali tidak pernah ada. Mungkin
saja ia memang sebuah kisah, yang sengaja diucapkan dari mulut ke mulut,
agar anak-anak jangan melawan kepada orang tua. 

Sebuah cerita lisan adalah senjata yang multifungsi. Bisa untuk
menakuti-nakuti, memberi nasihat, atau untuk mengalihkan masalah. Baik
legenda, mitologi, atau fable tak jarang bertujuan untuk menyampaikan pesan
moral tertentu. Sehingga tak salah kiranya bila orang lebih percaya bahwa
Malin Kundang hanya sebuah legenda. Sebuah cerita rakyat yang nyatanya masih
terdengar sampai sekarang. 

Dan kita juga tak pernah tahu, mana yang lebih dulu cerita itu ada atau batu
karang itu. Kita anggap saja cerita tersebut berawal dari penemuan batu unik
itu. Lalu dibuatlah cerita yang bisa dihubungkan dengan batu yang berbetuk
orang lagi minta ampun itu. Maka lahirlah cerita Malin Kundang. Atau masih
banyak lagi kemungkinan lain yang bisa kita buat untuk menceritakan
asal-usul Malin Kundang ini.

Tetapi bukan itu masalahnya.

Yang sering dijadikan poin penting dari cerita Malin Kundang itu adalah
kedurhakaan yang membuatnya terkutuk. Tetapi yang menjadi masalahnya, apakah
Malin Kundang pantas dikutuk jadi batu?

Sepertinya tidak selalu begitu. Malin Kundang memang telah membuat Ibunya
tersakiti. Ia memang tak mengakui bahwa perempuan tua itu adalah Ibunya.
Sampai sekarang, Malin Kundang masih ditempatkan sebagai orang yang salah
sepenuhnya, sehingga ia pun dirasa pantas menerima kutukan itu. 

Tetapi mengapa Ibunya tak memberi kesempatan agar Malin Kundang bisa
mengenali kembali dirinya? Atau jangan-jangan lelaki yang tidak mengakui
dirinya itu memang bukan Malin Kundang yang sebenarnya? Sebegitu tegakah
Ibunya?

Kita tak pernah tahu, apa sebenarnya yang terjadi. Ada atau tidak adanya
Malin Kundang itu dalam dunia nyata, yang jelas kebanyakan orang telah
menganggap Malin Kundang pantas dikutuk. Turun temurun kita percaya akan hal
itu. Sangat jarang, kita yang mencoba mengerti Malin Kundang. Melihat dari
sudut padang dia. 

Apakah Malin Kundang pantas dikutuk jadi batu? Lagi-lagi pertanyaan ini
muncul. Tetapi agaknya pertanyaan ini bukan pertanyaan yang tak penting.
Pertanyaan semacam ini yang membantu kita secara sederhana untuk mencoba
melihat sebuah masalah dengan sudut pandang lain. Baik dalam memandang suatu
hal yang telah diyakini orang banyak. Siapa pun kita berhak bertanya. 

Barangkali dengan sebuah pertanyaan, dan mempertanyakan kembali apa yang
telah diyakini orang banyak, kita dapat menemukan sesuatu yang baru, sesuatu
yang selama ini tersimpan di balik apa yang disebut kewajaran. Karena pada
setiap yang tampak, selalu ada yang tersembunyi. 

Akhir kata, saya ulangi pertanyaan itu lagi. Apakah Malin Kundang pantas
dikutuk jadi batu? Silahkan jawab sendiri dengan pendapat Anda
masing-masing. (HJP)

http://inioke.com/konten/5874/apakah-malin-kundang-pantas-dikutuk-menjadi-ba
tu.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke