Karya-Karya Sastra Tentang
PRRI<http://ilhamfadli.blogspot.com/2011/02/karya-karya-sastra-tentang-prri_28.html>
http://ilhamfadli.blogspot.com/2011_02_01_archive.html

 Diedit/ditulis ulang : Muhammad Ilham

Soewardi Idris (1930-2004), yang bergabung dengan kaum pemberontak selama
perang saudara, setelah turun dari hutan, menulis novel *Dari Puncak Bukit
Talang* (1964). Soewardi juga menuangkan pengalamannya selama perang dalam
dua antologi cerpen: *Di Luar Dugaan* (1964) dan *Istri Seorang
Sahabat*(1964). Ketiganya diterbitkan NV Nusantara Padang. Memang,
karya Soewardi
Idris yang diterbitkan NV Nusantara banyak berbicara tentang PRRI. Bahkan
secara lebih jauh Soewardi dalam karya-karyanya banyak menyoroti sisi buruk
prajurit-prajurit PRRI, terutama pada masa-masa menjelang PRRI kalah. Ali
Akbar Navis termasuk pengarang Sumatera Barat lainnya yang banyak menulis
tentang periode ini. Novelnya *Saraswati si Gadis dalam Sunyi** *(diterbitkan
pertama kali pada tahun 1970), misalnya, adalah di antara sedikit novel yang
secara khusus menyorot realitas perempuan selama perang saudara. Di sisi
lain, novel ini juga dianggap telah dengan berani keluar dari *pakem *resmi
historiografi saat itu yaitu dengan menolak untuk menyebut PRRI sebagai
pemberontakan atau pembangkangan. Bahwa hampir tidak satu pun kata itu
ditemukan dalam novel ini. Sementara, dalam genre lain, AA Navis juga
menulis setidak-tidaknya 11 cerita pendek yang berbicara tentang PRRI.
Cerpen-cerpen tersebut tersebar dalam beberapa kumpulan seperti *Hujan Panas
* (1964), *Hujan Panas dan Kabut Musim* (1990), *Dua Kelamin Midin:* Cerpen
Kompas Pilihan 1970-1980, *Pistol Perdamaian: *Cerpen Pilihan Kompas 1996,
dan *Karya Lengkap AA. Navis* (2008). Tahun 1978, Wildan Yatim menebitkan
novel *Pergolakan, *berlatar Sidempuan pada periode pemberontakan. Di
samping menulis *Pergolakan*, Wildan Yatim juga menulis cerpen yang
menyinggung tentang kehidupan pada periode pemberontakan PRRI, salah satunya
*Saat Orang Berterus Terang*.

Makmur Hendrik menulis* Tikam Samurai*. Novel ini diterbitkan pertama kali
oleh CV. Pena Emas Padang pada Febuari 1983 dengan harga awal per novelnya
Rp. 1.000,- (seribu rupiah). Novel ini diterbitkan 12 jilid. Si Bungsu,
tokoh utama dalam novel ini, dianggap mewakili bangkitnya superioritas
‘orang Minang’ paska pemberontakan yang tertindas dan diperhinakan. Tahun
2005, *Ular Keempat* karya Gus Tf Sakai diterbitkan penerbit Buku Kompas.
PRRI bukanlah tema sentral dalam novel ini, sebab novel ini lebih banyak
berbicara tentang kisruh haji tahun 1970. Peristiwa PRRI hanya disinggung
sebagai ingatan tokoh utama terhadap masa lalu puaknya. Di tataran pemrosa
yang datang lebih agak belakangan, ada Ragdi F Daye dalam *Lelaki Kayu dan
Perempuan Bawang* juga menulis beberapa cerpen tentang peristiwa PRRI.
Beberapa cerpen Zelfeni Wimra dalam *Pengantin Subuh* juga berlatar periode
ini. Dalam genre sajak, Rusli Marzuki Saria yang pernah terlibat dalam
pemberontakan, menulis banyak sajak tentang periode perang saudara ini. Dari
beberapa kumpulan sajaknya yang telah diterbitkan, terdapat sajak-sajak yang
berbicara tentang perang saudara.

Sumber : (Note FB : Deddy Arsa

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke