Dari berita ini, berarti dana bantuan bencana ke Sumbar yg hilang sebesar Rp. 
3,1 Trilyun. 

Kmn mencarinya? Kalau mengikuti berita lagi:

1. Ke Badan Anggaran DPR RI. Ketuanya berasal dari Fraksi PG, wakil2nya dari 
PD, PDIP dan PKS. 

2. Ke Departemen Keuangan, dg asumsi dana yg Rp 3,1 T itu dikembalikan ke kas 
Depkeu, krn mungkin realisasi penyerapannya yg tak tercapai. Dana itu bisa 
diaktifkan kembali utk muncul.

3. Persoalannya, skrg sudah akhir bulan Mei 2011. Setahu saya, APBN Perubahan 
selayaknya diurus bulan Maret-April, krn bulan Mei disahkan. Jadi, kecil 
kemungkinan masuk ke APBN-P. Kalau diusahakan lagi, adanya di APBN 2012-2013. 
Masih lama lagi.

4. Ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ketuanya Pak Syamsul Maarif. Tp 
masalahnya, dana yg diminta adalah dana infrastruktur, bukan dana tanggap 
darurat (lauk pauk, makan, tenda, dll). 

5. Ke kementerian terkait, misalnya Kementerian PU. Tp apakah sudah ada dlm 
alokasi dana non bencana? PU punya prioritas lain.

6. Ke Presiden. Ini jalan satu2nya. Presiden keluarkan semacam Inpres dan 
Keppres, khusus utk Sumbar. Hal ini dilakukan thd Aceh, Yogya dan Papua kalau 
tak salah.

Masalah ini muncul krn pas era Pak Gamawan Fauzi, muncul penolakan utk 
membentuk semacam BRR-Aceh. Di milis ini dulu muncul diskusi kearah itu, tp 
Gubernur menolak. 

Semoga Pak Irwan bisa membuat tim khusus utk mencari "Dana Hilang" itu. Lalu 
lbh byk melakukan aktivitas lobby, dll. Terutama kepada Presiden SBY, tentunya.


~~."IJP".~~

-----Original Message-----
From: Fitrianto <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 28 May 2011 10:26:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kasihan Gubernur Sumbar

Iko nan dari padang-today (indak pakai namo partai)....

http://www.padang-today.com/index.php?mod=berita&today=detil&id=28483

Wassalam
fitr

 Provinsi Sumatra Barat
Gubernur Mengeluh, 19 Gedung Belum Terurus

JPNN Berita Pemerintahan Jumat, 20/05/2011 - 22:03 WIB Fasli 303 klik

[image: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno]

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta seluruh anggota DPR dan DPD
asal daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat menggunakan kekuatannya untuk
memanggil Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo guna mengingatkan
mengenai belum beresnya penanganan pasca gempa bumi di Sumbar.

"Saya mau kongrit, mohon kiranya kalau tidak ada keberatan, kekuatan kita di
parlemen ini memanggil Menteri Keuangan untuk mengatakan jangan kira Sumbar
itu sudah selesai dari penanganan gempa bumi. Masih ada sekitar 50 ribu
rumah masyarakat dan 19 gedung Pemerintah Daerah (Pemda) yang masih rata
dengan tanah dan pegawai kita semuanya berserakan," kata Irwan Prayitno
dalam acara pertemuan reguler Gubernur Sumbar dengan Kaukus Sakato, Parlemen
Indonesia, di ruang rapat Pimpinan DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5).

Disebutkan, ada 19 lebih gedung pemerintahan akibat gempa runtuh dan hancur
yang hingga kini belum ada dana pembangunannya. Hanya gedung Dinas Pekerjaan
Umum dan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) yang sudah beres.
"Saya ulangi belum ada danya untuk membangunnya."

Dikatakan, awalnya ada dana dari APBN untuk Sumbar sebanyak Rp6,4 triliun.
Sekitar Rp3,3 triliun untuk bantuan rumah masyarakat itu sudah turun dan
digunakan untuk membangun yang tuntas dalam tiga bulan. "Kami dapat award
dari BNPB sebagai provinsi tercepat menyalurkan bantuan terhadap 154 ribu
rumah dan memeliki track record terbaik dalam penanggulangan darurat. Itu
tahap pertama, sisanya sekitar 50 ribu rumah dan sudah ada dananya Rp300
miliar," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Irwan, Pemprov minta dari sisa Rp6,4 triliun itu dengan
bicara ke BNPB. Kata Kepala BNPB, mesti diurus ke Menteri Keuangan, yang
saat itu dijabat Sri Mulyani Indrawati. "Kemudian Bu Ani Dirjen Anggaran,
termasuk ke Badan Anggaran DPR. Kata Badan Anggaran DPR sudah dimasukan
kembali, lalu ada surat dari Kementerian PU soal pembangunan itu diserahkan
pada kementerian masing-masing," ungkapnya.

Karena tidak jelas, lanjut Irwan, pihaknya menyurati presiden hingga dua
kali dan direspon melalui wakil presiden yang ternyata uangnya sudah tidak
ada sama sekali. Bahkan Dirjen Anggaran Kemkeu malah meminta agar Pemda
Sumbar membangunnya melalui APBD. "Dirjen Anggaran bilang pakai APBD saja,
lalu saya jawab sama saja dengan mati berdiri. Mana ada dana provinsi untuk
membangun itu. Sama sekali tidak ada," tegas mantan Ketua Komisi VIII DPR
itu.

Demikian juga halnya saat Musrenbangnas dua bulan yang lalu, Pemprov sudah
mengajukan usulan melalui kementerian dan lembaga terkait. "Tapi kawan-kawan
di sana tidak menyetujui karena mereka menyarankan itu melalui BNPB. Tapi di
BNPB sendiri hingga kini belum ada juga," imbuhnya.

Terakhir politisi PKS itu membeberkan kondisi keseluruhan PNS di Sumatera
Barat. Dinas Pertanian ada di Indarung, Peternakan masih di bedeng-bedeng,
Dinas PU menyewa-nyewa dan numpang. DPRD masih di garase mobil operasional
DPRD. Gubernur dan wakil gubernur berkantor di rumah. Seluruh pegawai Sekda,
bekerja di aula, bersempit-sempit di situ. Silakan cek satu-persatu,"
sarannya. "Ini siapa yang bertangggung jawab, ini kan bencana alam yang
sama-sama tidak kita ingini," tukasnya. (fas/jpnn)

[ Red/Revdi Iwan Syahputra ]
2011/5/28 Indra J Piliang <[email protected]>

> Ini tulisan siapa? Dimana dimuatnya? Sptnya ada yg janggal dg tulisan ini.
>
>
>
> ~~."IJP".~~
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke