Assalamu'alaikum. w.w. Pak Saaf, kalau dicermati tulisan nan dilayangkan da Darwin ini pak Saaf, justru kelebihannya ada di ABS-SBK itu sendiri. Lalu kenapa terjadi paradoks yang menyebabkan ketinggalan dari daerah lain ?. Ini yang menjadi masalah. Jawabnya tentu kembali kepada ABS-SBK itu sendiri, seberapa jauh dipahami oleh masyarakat Sum-Bar, dan seberapa jauh pengamalannya. Kalau : 12,9% dari responden yang berasal dari 4 kabupaten/kota besar di Sumbar berpandangan bahwa bunga bank itu bukanlah riba. Bahkan dari kelompok responden yang belum berhubungan dengan bank, 42% meyakini hal yang sama, yakni bunga bank bukanlah riba!, (tapi jawek-ko bisa jadi dek takuik, nomonyo urang kampuang) berarti belum memahami ABS-SBK tersebut (Lihat file Sarak mangato adat mamakai). Dan terus terang, keadan ini bukan hanya karena faktor itu, faktor ekonomi Indonesia sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku orang Minang. Kalau semboyan "Dek ameh kameh, dek pitih sagalo jadi" yang memang mendarah daging pada orang Minang, dengan keadaan ekonomi Indonesia sekarang, di saat "Rumah Gadang katirisan, Gadih gadang indak balaki, anak jo bini ka diagiah makan", tentu membuat orang Minang lupa ABS-SBK bahkan lupa halal haram. Supaya tidak terlalu panjang, segitu dulu. Wassalam St. Sinaro --- On Sat, 11/6/11, St Parapatiah <[email protected]> wrote:
Pak Saaf Kalabiahanno antahlah selain mambanggaan nan saisuak, kalau kakurangan banyak. Maukah kita menyadarinya dan berbuat? Ragu mbo, malah alah namuah urang bainisiatif, batulak jo mamababi buto. Apokoh akan tatap "wright or wrong kampuang awak juo? Salam Patiah -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Dr Saafroedin Bahar Sent: Sunday, June 12, 2011 6:34 AM To: Bahar, Darwin Subject: RE: [R@ntau-Net] Paradoks Ekonomi Islam di Ranah Minang Sanak Darwin, saya setuju dengan hasil penelitian ttg perbandingan ekonomi syariah di Yogyakarta dan di Sumatera Barat. Memang demikianlah kenyataannya. Masalah berikutnya : lantas apa kelebihan Sumatera Barat yang ber-ABS SBK, dengan Yogyakarta yang tidak ? Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
