Maa Angku Abraham Ilyas,

(1). Komentar MakNgah tantang tulisan staf redaksi Padang Ekspres tentang 
pangana (ingatan) Angku Damanhuri Gafoer itu, berdasarkan ketercengangan 
MakNgah bagaimana Redaksi Padang Ekspres melepaskan cerita sejarah seperti itu 
begitu saja, yang tampaknya seperti tanpa proofread, edit, apalagi mancek data 
sejarah. Seharusnya Padang Ekspres lebih ketat atau tight dalam mengedit 
beritanya.

Pak M. Natsir TIDAK PERNAH menjejak tanah atau ada di Sumpur Kudus dalam Masa 
Pemerintahan Darurat Repulblik Indonesia, PDRI, 1948-49. Sangat Mustahil beliau 
akan sempat berhandai-handai dan berpantun-pantun dengan Angku Damanhoeri 
Gafoer yang waktu itu baru berumur 13/14 tahun! 

Dalam Sejarah Perjuangan Indonesia, Nama M. Natsir muncul disaat-saat PDRI 
berakhir waktu beliau memegang peranan sebagai Utusan Pak M. Hatta untuak 
"manjapuik" Pak Sjarfruddin Prawiranegara dari Sumatera Barat. Beliau bertiga, 
Pak M. Natsir, dr. Leimena, dan dr. A Halim samai di Padang tanggal 2/3 Juli 
1949 dan sampai di Padang Jopang 6/7 Juli 1949. Sudah itu kembali ke Ibukota 
Yogyakarta.

(2) Mengenai pertanyaan Angku Abraham Ilyas berapa lama Pak Natsir di Nagari 
Sitalang, lebih baik diadreskan kepada "Bapak Drs. H. Noor Indones St. Sati, 
usia 75 th. asa nagari Sitalang basamo dengan adiak beliau H. Bustanuddin" yang 
sedang menulis Sejarah Nagari Sitalang Masa PRRI itu. MakNgah pun ingin tahu.

Syair Angku Abraham di website Nagari itu hanya menyinggung sedikit tentang 
cerita Tokoh Sitalang dalam hubungannya dengan Pak M. Natsir.

Pengalaman MakNgah, dalam "main kucing-kucingan" dengan Pak  M. Natsir penggal 
kedua bulan Agustus 1958, beliau memang pernah lalu di Batukambing dari ijoknya 
dari Maninjau. Apakah beliau pernah kembali ke sana (Batukambing dan Sitalang) 
sesudah itu, MakNgah tidak tahu karena MakNgah hilang-hilang timbul berjumpa 
beliau belasan kali di Masa itu "Tempat" tertentu. Yah, MakNgah pakai istilah 
"main kucing-kucingan" karena dalam pertemuan kami di Talu Pasaman, 14 Agustus 
1958, MakNgah (Sjamsir Sjarif) bersama teman Ridwan Asky ditugaskan beliau 
pergi ke Natal, Tapanuli Selatan. Sjofjan Asnawi teman sorombongan kembali dari 
Palembang sevelumnya terpaksa tinggal di Talu karena kakinya terpelecok dalam 
perjalanan berat Bukik Batu Badoro antara Kototinggi (Limopuluk kota) dan 
Bonjol (Pasaman). Rencana Pak M. Natsir dan Pak Syafruddin akan ke Natal; kami 
bgerdua  ditugaskan meninjau situasi dan memberi informasi menyiapkan warga di 
sana (Natal).

Sekembali dari Natal dan Hutatinggi di Puncak Gunung Sorik Merapi, MakNgah 
kembali ke Talu, hanya menjumpai Angku Buchari Tamam yang ditugaskan Pak Natsir 
mengunggu kami dengan Jeepnya. Kami bertiga, Angku Buchari Tamam menyetir Jeep, 
lari malam dari Talu mangejar Pak Natsir ke Maninjau. Panjang cerita karena 
sampai di Tantaman, Palemgbayan, ternyata Matur sudah diduduki Tentera Pusat 
(Operasi Semut?). Jeep ditinggalkan. Kami berpisah, Angku Buchari sendirian 
terus ke Balingka, kami berdusa melintas rimba melalui alahan Anggang memancang 
ke Maninjau. Namun, di tengah hutan, orang-orang  Maninjau telah ijok pula. 
MakNgah turun ke Kotoalam semalaman. Ingin terus kembali ke Pasaman. 

Ternyata di senja itu Rombongan Pak Natsir yang Ijok dari Maninjau ke 
Batukambing, melintas Kotoalam. MakNgah tidur di Kotoalam. Besok paginya 
meneruskan perjalanan menyeberang Batang Masang di Muaro Tontang (Gudang) terus 
ke Malampah. MakNgah dengan Ridwan akahirnya rendezvou dangan Pak Natsir di 
Malampah. Itulah  sekdar salah satu, sekelumit riwayat "main kucing-kucingan" 
dengan Pak Natsir di Masa Gawat. 

(3) Mengenai kalimat Angku Abraham:
"> Pak Natsir mengakhiri PRRI di Siantar (1961 ?) sesudah dari Sumpur (th.
> 1959) .......karena Pasaman, Siantar tsb. lebih dekat dari Sitalang
> dibandingkan dengan Sumpur."

memang tidak dfapat MakNgah komentari karena agak bercampur baur dan sangat 
mengelirukan. 

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif    
September 12, 2011

--- In [email protected], Abraham Ilyas <abrahamilyas@...> wrote:
>
> ...*....Pak M. Natsir memang pernah ado di Sumpur Kudus tahun 1959, waktu
> PRRI
> (Pemerintah Revolusioner Republik Indoneisa). Indak banyak urang nan tahu,
> karano baliau ado di "Kincia" tampek pasambunyian kami salamo tigo minggu di
> Rimbo Sumpu, indak panah bacarai jo MakNgah doh. Salamo tigo minggu tu waktu
> Pak M.Natsir sangat produktif manulih dan MakNgah salalu diimbau ka dakek
> baliau bilo diparalukan, manulihkan, dan mambaco baliak apo nan
> ditulih.......
> *
> --------------
> 
> Mak Ngah yang ambo hormati.
> 
> 1. Bapak Drs. H. Noor Indones St. Sati, usia 75 th. asa nagari Sitalang
> basamo dengan adiak beliau H. Bustanuddin, kiniko sedang menyusun curito
> peranan nagari Sitalang dalam maso PRRI.
> 
> Bagian dari curito tsb. yaitu *pengorbanan Mat Asan membantu pak
> Natsir *yang bisa dibaco di
> http://nagari.or.id/sitalang2/matasan.php   , kami ingin tahu, kira kira
> bulan atau tahun berapa pak Natsir itu ijok di Sitalang tsb.
> 
> Pak Natsir mengakhiri PRRI di Siantar (1961 ?) sesudah dari Sumpur (th.
> 1959) .......karena Pasaman, Siantar tsb. lebih dekat dari Sitalang
> dibandingkan dengan Sumpur.
> 
> 2. Bila dibandingkan dengan PDRI, komunikasi saat PRRI sudah lebih maju,
> .....apakah tulisan tulisan pak Natsir tsb. juga dikirim ke Jawa atau LN
> melaui kurir dan adokoh radio yang mempublikasikan suara PRRI saat itu ?
> 
> Ambo baru mandanga/mengikuti siaran "suara Indonesia bebas th. 1963" (yang
> mengecam rezim Soekarno lk. 2 tahun sesudah PRRI.
> ------
> 3. Karena artikel tsb. menyangkut (pesan ?) pak Natsir ttg. Pancasila, maka
> mungkin buku Capita Selecta dapat pula dijadikan referensinya !


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke